Kampung Engineering Begin (2)
Banyak mimpi yang bermula dari kampung.
Dari sudut-sudut sawah. Dari tepian pantai.
Anak petani, anak nelayan atau anak buruh.
Mimpi, bermula dari kampung
-Li,Kampung 2012-
Pernah diceritakan kepada saya. Bagaimana guru SMP saya berangkat dari kampung . Berpamitan dengan orangtuanya . Pada Amak dan Apak. Pada usia yang sangat muda, sangat muda mungkin. Ia menuju Padang untuk bersekolah. Banyak hal yang ia ceritakan. Bagian yang paling kusuka adalah bagaimana ia memelihara mimpi-mimpinya sebagai satu hal yang teramat sangat ia percayai. Ia ingin menjadi guru. Ia ingin mendidik.
Tahun 2012 Sebentar lagi berakhir. Namun semangat untuk menyalakan kampung sebagai basis impian baru akan dimulai. Ini adalah soal cita-cita. Ya cita-cita saya. Ku ingin menjadikan kampung sebagai tempat bersemayamnya mimpi-mimpi. Tempat tumbuh dan berkembangnya mimpi-mimpi. Kemudian melihatnya terwujud satu persatu.
Karena banyak mimpi berasal dari kampung. Dari celotehan anak-anak kecil yang bermimpi ingin menjadi dokter suatu saat nanti. Mereka pikir menjadi dokter bisa membuat mereka kaya. Benar
Dari celotehan mereka beberapa ingin menjadi guru. Katanya, agar sama sepertiku. Mengajar, mendidik, mengajak mereka bernyanyi disepanjang danau kampus atau di bantaran sungai yang berwarna hitam disepanjang kampus.
Mimpi, Kampung. Ya, dua-duanya punya kesamaan
apa?
bandung,19 12 2012
K-E