my language journal + a page from my bullet journal for today!
jurnal bahasa saya + lembar dari jurnal peluru untuk hari ini!
seen from China

seen from South Korea
seen from Japan

seen from United Kingdom
seen from Ukraine
seen from China
seen from United States
seen from South Korea

seen from Australia
seen from United States

seen from South Korea
seen from Russia
seen from Japan

seen from Australia

seen from South Korea
seen from United States
seen from Russia
seen from Yemen
seen from South Korea
seen from China
my language journal + a page from my bullet journal for today!
jurnal bahasa saya + lembar dari jurnal peluru untuk hari ini!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Media massa melakukan dan tidak mengubah opini kita pada saat bersamaan. Mereka memang memengaruhi sikap dan opini kita dalam beberapa keadaan, tetapi tidak semua dari kita menerima efek yang sama dari paparan media.
Mengambil contoh dari periklanan, dapat dikatakan bahwa media massa memaksa cukup banyak orang untuk membeli suatu produk.
—idiosinkrasii
Curhatan Seorang Rakyat Jelata
Hari-hari seperti ini, mungkin rakyat lebih tertarik mendengar penulis atau penyair berbicara ketimbang penguasa.
Walaupun penulis dan penyair mungkin mengarang, tetapi dalam berkata-kata mereka perlu mendalami, juga memahami terhadap apa yang hendak mereka bicarakan. Di sanalah mereka tumpahkan perasaan, termasuk empati juga rasa-rasa penting lainnya yang tak boleh dilupakan pada si tokoh demi kelayakan dan kesuksesan suatu cerita.
Ketika penulis atau penyair berkata-kata, ada-ada saja hal yang membuat pembaca awam sepertiku takjub. Ada-ada saja kata-kata yang baru pertama kalinya kudengar, ada-ada saja pengetahuan yang baru pertama kalinya aku belajar untuk memahaminya.
Tak seperti kata-kata penguasa, yang berputar seperti lagu lama, terdengar monoton, juga normatif atau begitu kaku, pendengar hafal betul alurnya, juga bahasanya yang amat standar menunjukkan kualitas pikiran si yang empunya suara atau bahkan omongan tersebut ada orang yang membuatkan naskahnya.
Yah, mungkin rakyat sepertiku memang sok tahu menulis seperti ini. Kebiasaanku yang terlalu sering nonton channel pakar hukum tata negara, dosen filsafat, juga nonton drama berseri banyak bertema hukum dengan genre thriller, belum lagi serial Sherlock Holmes versi BBC maupun Hollywood, Conan, Kaito Kid, telah kutamatkan sejak masih sekolah, juga novel-novel berbau sejarah, agak sedikit berbelok, dan hal-hal yang sebenarnya terlarang untuk diketahui, tetapi semua terbungkus rapi dan disuguhkan pada kita pada era ini dalam bentuk cerita.
Seperti dalam sebuah bab pada salah satu buku penulis senior, Seno Gumira, Ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus bicara.
Suguhan petuah dan kritik para oposisi kutelan habis seharian, itulah kenapa isi kepalaku penuh, aku sulit tidur siang. Padahal tidur siang adalah rutinitasku yang harus aku sukseskan. Barulah larut malam kututup hari yang bising di negeri yang padat penduduknya ini dengan siraman rohani dari penceramah-penceramah yang menyejukkan hati. Namun, akhir-akhir ini nada suara mereka lebih besar, bergetar pula, tak seperti biasanya. Ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang salah, ada yg perlu diperbaiki ketika orang-orang baik menggertak pada negerinya sendiri.
Barangkali jika keadilan sulit ditegakkan di tanah sendiri, biarlah tegak walau sebatas dalam buku-buku yang dikarang rakyatnya sendiri. Sebab, merdeka selalu bisa terjadi di alam pikir setiap orang, begitu juga pengekangan.
Barangkali jika empati tiada menaungi hati para penguasa negeri, biarlah tetap dimiliki oleh segelintir rakyat kecil, agar rasa empati masih terasa walau hanya diberikan dari dan pada sesamanya saja.
Barangkali jika penguasa dengan tersenyum bangga mengira bahwa rakyat mempercayai apa yang mereka bicarakan, ketahuilah bahwasannya mungkin tidak. Rakyat pura-pura percaya karena ada rasa takut yang lebih besar, namanya juga rakyat, Pak, Bu, kami bisa apa.
Apakah penguasa tahu betapa berbahayanya sebuah bangsa yang memiliki trauma? Pertanyaan ini seperti apa yang rakyat kutip dari dialog Pak Erge dengan kawannya pada tempo hari.
Terakhir, orang-orang yang punya nurani dan akal, dia pasti bisa merasakan dan membedakan yang mana yang salah dan yang benar. Itulah mengapa pentingnya punya nurani, kata salah seorang Buya.
Bdg, 14 Des 2020 | 20.46 | @wedangrondehangat
Kadang kau harus jatuh kejurang dulu, baru ngerasain sakit.
Berawal dari meremehkan sesuatu, Menunda-nunda kebaikan, lalu menyepelekannya.
“Allaah Maha Pemaaf, kok” ringan sekali mulut berkata seolah dosa merupakan hal yang kecil. Hal yang mudah untuk dilakukan berulangkali. Seolah ke-Maha Besaran-Nya dijadikan Senjata ketika kelak diri membutuhkan pertolongan-Nya. Lantas diri menyadari bahwa apa yang dilakukan ini sebenarnya adalah salah. Namun Hawa nafsu membenarkan, “ah gampang, Allaah Maha Pemaaf ini kok”.
Akhirnya satu persatu, melanggar Aturan Allaah. Lalai sholat, ghibah, memakan hak orang lain, mencela orang lain, dll.
Belum, Allaah masih melihat kita dengan santun. Kebaikan Allaah masih tercurah, Dia hadirkan orang-orang yang membawa peringatan, mengingatimu, menegurmu, mengajakmu dalam kebaikan. Tapi kebiasaan itu menutup mata serta hati,
Hingga pada akhirnya, Saking cinta nya Allaah terhadapmu, ia tetap mencoba mengajakmu dalam kebaikan, kejalan yang benar, hanya saja cara kali ini berbeda; sedikit agak keras, membuatmu jatuh sampai terpuruk hingga mungkin kau akan mengerti bahwa tak ada yang bisa menolongmu, kecuali dengan Pertolongan-Nya.
Allaah ingin menyadari, bahwa dalam segala hal apapun, waktu terpuruk dan terlebih saat dikasih ni’mat kebahagiaan, tetap mampu untuk melaksanakan kewajiban-kewajibanNya serta mensyukuri segala sesuatunya.
— Yumisstrynsh
Bagi kita yang sama-sama asing
Oh, senyumku, Oh, ramahku Oh, bahagiaku, Oh, kebanggaanku, Oh, pintarku, Oh, cerdasku, Oh, bijakku, Oh, tawaku. Telah lama aku simpan dan telah lama aku tahan. Kemana saja kau kekasihku? Khairani, keadaan mesti kita bicarakan. Kenyataan harus kita rajut lagi, ini genting dan terkadang menjadi kerikil. Mari kemari bersandarlah pada pundakku, pundak-pundak kita yang sama lebab oleh cerita. Ceritakanlah padaku tentang perjalanan itu, perjalanan menyusuri waktu. Letihkan kau mencari rasa yang pernah terasa? Khairani, jangan kau penjarakan lagi kekesalan, sebab lelah dan hidup adalah tugas kita. Mari kemari Khairani, santaplah hidanganku, jangan bersembunyi lagi dalam puisi sebab aku merasa dililit kawat berduri. Tetaplah aku, dan tanyakan padaku pertanyaan apa yang tak sempat aku lontarkan padamu?
Bandung, 4 Maret 2017

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jurnalis di Jalan Tuhan
Jurnalis di Jalan Tuhan
Jurnalisme akan mati. Penulis dan wartawan senior Aristides Katoppo mengungkapkan kekhawatirannya demikian dalam pertemuannya dengan para jurnalis senior pada awal tahun ini.
Baca selengkapnya di: http://bit.ly/2F8lYLi
Petikan Senar Kemanusiaan Irjen Helmy untuk Mas Tri
Bandar Lampung, lampungkita.id – Irjen Helmy Santika menyalakan asa kesembuhan jurnalis Tri Purna Jaya lewat lagu ”Teman Sejati”. Melodi ini membuktikan kemanusiaan melampaui sekat jabatan dan profesi. Ruang tamu sederhana di Perumahan Griya Damai, Bandar Lampung, mendadak riuh oleh tawa renyah pada Jumat (29/5/2026) siang. Tri Purna Jaya, jurnalis senior Kompas.com yang terbaring pucat di atas…
AJI Bandar Lampung Mengecam Penahanan Jurnalis Indonesia oleh Militer Israel
Bandar Lampung, lampungkita.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan sejumlah warga sipil, termasuk jurnalis Indonesia, yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla menuju Jalur Gaza, Palestina. Dalam misi tersebut, sejumlah jurnalis Indonesia dilaporkan turut ditahan, yakni Bambang Noroyono…