Ikatan Jomblo J
Kami sering menyebut kelas ini dengan sebutan IJJ
IJJ ini berketua kelaskan gue sama malik, meskipun founder dari IJJ sendiri adalah Agung yang terinspirasi dari kisah dari seorang sahabat.
IJJ ini gapunya penjelasan yang baku tentang kepanjangan namanya, terserah kalian aja mau nyebutnya apa, Ikatan Jomblo Jomblo, Jomblo Jones, Jomblo jelek, Jomblo Jorok, Jomblo Jore, Jomblo Jaman (jarang mandi), jarma(jarang main), jarinem, jaripat, jarijuh,atau apalah terserah kalian jomblo jodi jg bisa. Yang jelas DULU kita jomblo, engga kita juga sih, ada sebagian yang masih bertahan hubungannya.
Sebenernya gue pengen ceritain kisah sahabat gue ini yang jadi inspirasi terbentuknya jaringan ini, cukup cerita dia aja udah mewakili kisah kami yang ada disana. Alkisah, ia diterima di SMAN 1 Kabupaten Tangerang, sekolah ini sekolah yang ditengah tengah, mau dibilang kota ya engga, mau dibilang desa juga udah mepet mepet kota dikit.
Pengaruh daipada tempat tinggal yang mepet mepet kota membuat moral remajanya dihantui dan diracuni oleh perkara perkara yang menyibukakn keduniaan. Salah satunya ya bisa disebut berpacaran.
Tapi semua itu berubah ketika sahabat-sahabat gue ini masuk ke Sekolah ini.
Beranjak dari budaya SMP ke budaya SMA menyebabkan sahabat sahabat gue ini dan termasuk gue juga gegar budaya karna ga biasa pulang agak sorean dikit. Padahal ya kalau dibandingin sama MAN sebelah, kita ga lebih sore sih, tapi ya gitu cape aja bawaannya.Wkwk
Nah Akhirnya karena kesibukan dan kegegaran buadaya inilah, banyak pasangan yang harus mengakhiri kisah ayang-ayangan sama nta-ntaannya. Oke karena kegalauan yang berkepanjangan sepanjang hari di kelas, akhirnya Agung memutuskan untuk menamai kelas kami menjadi kelas IJJ. Mulai dari sana kami mengerti dan memutar kegiatan kegiatan kami menjadi hal yang positif. Bahakan ada salah satu kegiatan kami yang sampai bikin kami terpapar di sebuah lapangan tengah malam karna berusaha untuk menggantikan kegalauan kami menjadi kegiatan yang positif.
Oiya btw, Alhamdulillah kami sudah mendengar kabar bahagia, kalau sahabat kami yang gue ceritian disini bakal segera mengakhiri masa lajangnya. Kita doain ya semoga Allah mudahkan prosesnya hingga hari H itu tiba.
Anw, yang ditengah itu namanya pak Ujang, Bapak yang membimbing kami di bidang keekonomian, pak Ujang masuk IJJ juga ga yah? hhe hiraukan kaki gue yang ga bener pake sepatunya gitu ya, emng gue ga betah pakai sepatu di kelas wkwk
Cukup sekian cerita dari IJJ kali ini, dari cerita ini kita bisa mengambil pelajaran, Kalau kita mau mengganti sesuatu yang negatif buat berubah jadi hal positif, itu bisa ko, asala kita punya niat dan lingkungan yang mendukung. Rada dipaksain sih tp gpp lah ya. Wkwk Kita sambung lagi lain waktu ya, dada.











