เป็นเบียร์ของอินโดครับ BINTANG #indonesia #jarkata #talontv #jalanjaksa #talogininasia #beer #beertasting (ที่ Jl.Jaksa,kebon sirih.Jak-Pus)
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Italy
seen from T1
seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Colombia

seen from Vietnam
seen from United States

seen from Brazil
seen from China
seen from France

seen from Malaysia
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Germany
seen from China
เป็นเบียร์ของอินโดครับ BINTANG #indonesia #jarkata #talontv #jalanjaksa #talogininasia #beer #beertasting (ที่ Jl.Jaksa,kebon sirih.Jak-Pus)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Festival Jalan Jaksa 2014
Kuliner saat Festival Jalan Jaksa 2014
Nama besar, popularitas dan sejarah yang dimiliki Jalan Jaksa menjadi salah satu alasan saya untuk pergi ke Festival Jalan Jaksa 2014. Jalan sepanjang 400 meter di Jakarta ini memiliki sejarah sebagai salah satu pintu gerbang bagi masyarakat Internasional untuk masuk ke Indonesia. Bahkan sejak tahun 60-an, satu-satunya hotel di Jakarta yang telah terdaftar di International Youth Hostel Federation (IYHF) berada di Jalan Jaksa, yaitu Wisma Delima.
Awal mula kenapa bernama Jalan Jaksa karena pada zaman Belanda, jalan ini menjadi tempat tinggal bagi mahasiswa Rechts Hogeschool Batavia (Akademi Hukum Jakarta). Terus berkembang, akhirnya jalan ini di tetapkan sebagai salah satu kawasan wisata di kota Jakarta. Festival Jalan Jaksa sendiri telah di adakan sejak tahun 1994, dan setelah dua-puluh-tahun saya baru tahu bahwa di Jakarta ada festival seperti ini.
Berbekal info tersebut, lepas ashar saya berangkat naik bus APTB Ciputat-Kota (Ini bus favorit saya jika ingin ke pusat Jakarta karena melewati dan menjangkau banyak tempat). Sebenarnya jalanan tidaklah terlalu macet, tapi memang niat awal saya untuk singgah dulu di Blok-M. Ternyata, saat saya sampai di Blok-M sedang berlangsung juga Festival Blok-M dimana ada panjat pinang serta beberapa stand bertenda putih dan tak ketinggalan panggung pertunjukan. Tapi tetap, Festival Jalan Jaksa adalah tujuan utama saya.
Habis magrib, baru saya melanjutkan perjalanan saya dengan naik Transjakarta koridor I Blok M-Kota. Menurut info yang saya dapatkan di Google, saya harus turun di Halte Sarinah. Untuk menguatkan info tersebut, saya kembali bertanya pada petugas Transjakarta, dan sama: saya harus turun di Halte Sarinah. Dari sini, cukup dengan berjalan kaki ke arah belakang Gedung Sarinah sejauh kurang lebih 500 meter, kita akan menemukan sebuah jalan yang ramai dengan pemandangan turis dari berbagai benua: Eropa, Afrika, Timur Tengah dan tak ketinggalan Asia.
Namun saat saya mulai membaur di Festival Jalan Jaksa, ada sedikit kekecewaan dalam diri saya. Ya, dengan tidak mengurangi sedikitpun hormat saya pada sejarah dan popularitas yang dimiliki Jalan Jaksa, tapi Festivalnya sendiri tak ubahnya sebuah ‘pasar malam’ yang khas dari gang-gang di Jakarta. Yang membedakan mungkin hanya dua panggung pertunjukan yang masing-masing terletak di ujung jalan serta beberapa ‘bule’ yang tak henti lalu-lalang. Hanya ada dua atau tiga stand yang memamerkan kerajinan dan kreativitas dari kecamatan dan kelurahan. Sisanya adalah: penjual vcd bajakan, penjual pakaian, jam tangan, lampu-lampu hias, boneka, dan segala yang khas dari pedagang kaki lima di pasar malam.
Keberadaan beberapa stand kuliner yang khas betawi, seperti: kue putu, kerak telor, ketupat laksa khas betawi, dodol betawi, dan bir pletok menjadi hiburan tersendiri bagi saya yang telah jauh-jauh datang. Kabarnya, Festival ini sudah berjalan dua hari dan ini adalah hari terakhir. Hari pertama festival adalah yang paling ramai karena ada parade busana dan pertunjukan khas betawi di sepanjang Jalan Jaksa.
Terlepas dari Festivalnya sendiri, Jalan Jaksa hingga saat ini memang masih menikmati masa-masa kejayaannya seperti zaman dulu. Masih banyak kafe dan resto yang siap memanjakan turis mancanegara walaupun jumlahnya tidaklah sebanyak dulu. Akomodasi yang murah, masyarakat yang ramah serta lokasi yang strategis merupakan salah satu daya tarik dari Jalan Jaksa. Ke depan, Festival Jalan Jaksa harus lebih di tata dengan serius lagi agar dapat mengundang lebih banyak peminat luar atau dalam negeri. Promosi yang gencar dan kemasan yang lebih menarik akan mampu membawa Festival Jalan Jaksa besar seperti sejarahnya.