Bulan tampak bulat penuh, di sekilingnya terdapat awan terbias cahaya berwarna oranye. Ia memandang pada bulan yang kini mulai tertutup oleh awan. Sejak tadi ia tidak melihat anak bulan, hanya ada satu bulan di atas. 'Bulan tidak mempunyai anak.' Mungkin ia sudah gila, atau memang ia tidak menemukan arti dari anak bulan. 'Teman-temankulah yang gila.' Ia sering sekali mendengar teman-temannya mengatakan melihat anak bulan, hanya saja ia tidak dapat melihatnya. π Ponselnya berdering, pesan masuk dari seseorang yang sedari tadi ditunggunya. "Aku minta maaf aku baru saja mengurus P3M (Pengabdian, Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat)." Ia mengerutkan keningnya sembari menelengkan kepala. Ia mulai mengetik balasan pesan di layarnya. "Kau belum mengurusnya?" Sesaat ia berpikir, namun cepat-cepat menyingkirkannya dari pikirannya. "Belum, kemarin aku mengurusnya tapi aku harus antri berjam-jam. Sekarang aku ingin istirahat." Ia memejamkan mata, sungguh menyebalkan. Bagaimana mungkin lelaki di seberang mengatakan akan istirahat padahal dirinya telah lama menunggu balasan pesan itu. "Eum, tidurlah." "Malam jagiya, aku tidur dulu dan besok tolong bangunkan aku karena besok ada bimbingan laporan." "Jika aku bisa bangun, pasang dulu alarmmu." Lama sekali tidak ada balasan, ternyata lelaki di seberang memang sudah benar-benar tertidur. π Im Jaemi, itulah nama gadis yang saat ini mencemberutkan wajahnya. Sekali lagi ia memandang pada layar ponsel lalu melihat pada bulan yang kini sepenuhnya tertutup oleh awan. Ia lantas menyambar ponsel di meja balkon dan beranjak dari kursi yang sedari tadi didudukinya. "Sialan." Umpatnya kemudian memasuki pintu kaca dan mulai menutup tirai putih. Ia melempar ponselnya ke atas kasur, menghempaskan tubuh dan memeluk guling tercintanya. Tak lama kemudian, saat dirinya hampir terlelap ponselnya tiba-tiba berdering. Ia terlonjak kaget dan cepat-cepat mencari ponsel miliknya sembari meraba-raba kasur. "Eum," "Kau sudah tidur?" Cepat-cepat ia membuka mata sayunya, lalu melihat ke arah ponsel. Ia merapatkan bibir dengan memejamkan mata, dalam hatinya ia mengumpat kenapa harus mengangkat panggilan itu? ~Tbc~ #jaemi21 #V #Bts #Mark