Prayer can change our destiny and goodness can extend our age.
Selalu berdoa dan berusaha jadi baik.
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Brazil
seen from Portugal
seen from Netherlands

seen from United States
seen from Maldives
seen from Russia

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Yemen

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
Prayer can change our destiny and goodness can extend our age.
Selalu berdoa dan berusaha jadi baik.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bens Radio Berbagi Parsel Ramadhan bersama Dompet Dhuafa
Bens Radio Berbagi Parsel Ramadhan bersama Dompet Dhuafa Dennyzay – Di bulan Ramadhan ini, kita sudah sering mengirim parsel lebaran untuk kerabat terkasih. Bagaimana jika ditambah dengan berbagi kebahagiaan bersama orang-orang yang kurang mampu melalui Parsel lebaran? Bens Radio dan dompet dhuafa mengajak untuk hadirkan 1.000 Paket Kado Lebaran untuk Yatim dan Dhuafa. Insya Allah dengan donasi…
View On WordPress
Jadi orang gak enakkan, emang gak capek?
Cung yuk siapa yang suka mengiyakan semua permintaan atau menuruti kehendak dan kemauan temannya?
Gimana capekkah nahan sesuatu dan akhirnya juga bakalan lepas sendiri dengan dumelan atau ocehan sendiri. Mau bilang 'tidak' rasanya kaya ada batu yang kalau dilepas bisa menindih orang. Namun kalau mau bilang 'iya' ada batu yang lepas dalam hati kita sendiri dan pun lebih sakit karena gak ada yang tahu kecuali diri kita sendiri.
Emang gak mudah buat bilang 'tidak' pada teman apalagi yang biasanya hidup dalam satu circle. Namun aku selalu ingat kata @yurikoprastiyo bahwa kita tak perlu khawatir kehilangan teman karena dia yang bersedia membaik bersama, tak akan pernah pergi hanya karna dinasehati.
Teman yang baik tidak akan pergi dan meninggalkan kita saat kita berusaha untuk menjadi lebih baik. Teman yang baik akan ada di sampingmu dan menjadi teman yang saling berbagi cerita, mimpi, dan berbagi kebahagiaan bahkan konon ada cerita bahwa teman terbaik itu ialah mereka yang ada di kala kita sedih dan susah serta yang akan bersembunyi tatkala kita senang dan bahagia.
Belajar jadi orang gak enakkan emang gak semudah mengatakan
"Ya udah sih tinggal bilang gak susahnya di mana,"
Susahnya pada pikiran yang kita buat sendiri, kekhawatiran yang belum tentu terjadi, dan ketakutan kita akan sendiri karena mereka memilih pergi.
Mencoba untuk menjadi baik
Terntaya untuk menjadi seorang yang baik itu berat. Berprogres melawan arus dengan kenyamanan disekitar. Saat orang lain sedang enaknya merayakan kelalaian, tapi orang yang sedang ingin menjadi baik berjuang untuk taat peraturan. Disaat orang lain dengan mudahnya enggan menerima tanggung jawab, justru orang yang sudah yakin untuk berpegang teguh pada kebaikan akan banyak hal yang harus ia pegang. Saat kebaikannya tidak direspon oleh banyak orang disitulah ia harus kuat untuk bertahan. Disaat sircle pertemanannya semakin mengecil maka hati tidak boleh mengecil untuk lanjutkan perjuangan. Maka kuatkan tekadmu untuk terus berbuat baik. Istiqomahlah dijalan kebaikan, karena sekecil acapapun kebaikan yang engkau keluarkan akan ada dampak yang engkau rasakan dari lingkukangan sekitar. Meski dampak yang engkau rasakan belum terasa saat ini tapi yakinlah bahwa Allah itu ada dan Allah lah yang akan membalas kebaikanmu. Memang berat untuk berjuang bagi kita sebagai pemula. Merasa banyak hal-hal kesanangan yang harus kita kurangi dengan berganti pada hal-hal yang bermanfaat yang terkadang membosankan. Namun yakinlah selama itu kebaikan yang kita lakukan, akan ada momennya kita dipertemukan dengan orang-orang baik yang senasib dan seperjuangan yang mau berjuang dan berjalan bareng bersama kita.
Orang Tua Seperti Apa Kita?
11 Ramadhan 1442H 24 April 2021 Bund, sebagai pedoman dalam berkehidupan, Al-Quran menyebutkan ada 4 jenis orang tua yang ada di dunia
Pertama, Ayah yang shaleh dan Ibu yang yang jahat dan kafir. Inilah yang terjadi pada keluarga Nabi Nuh. Yang terjadi, sang anak mengikuti jejak sang Ibu,
Kedua, Ayah yang kafir dan Ibu yang shalehah. Inilah kisah Fir'aun. Dan nyatanya, anak-anak mereka lebih  mengikuti sang Ayah
Ketiga, Ayah dan Ibu yang kafir. Inilah yang dicontohkan Abu Lahab dan istrinya. Keduanya sama-sama membenci Islam. Anak-anak mereka tak jauh berbeda. Tumbuh menjadi orang-orang yang sangat menentang Islam.
Keempat, Ayah yang shaleh dan Ibu yang Shalehah. Inilah kisah Nabi Ibrahim dan Istrinya. Mereka adalah contoh mukmin sejati, pembakti Allah paling utama. Dari pasangan ini lahirlah manusia-manusia mulia peradaban, Nabi Ishak, juga Nabi Ismail, yang garis darahnya merupakan asalah muasalah Nabi Muhammad SAW.
Tentu, yang kita inginkan adalah memiliki anak yang shaleh dan shalehah, perubah peradaban, menjadi cahaya dan bermanfaat nagi sekitar. Maka pantaskanlah diri kita manjadi orang tua tipe keempat, yang mencontohkan hal-hal baik, memberikan teladan terbaik...
Selamat belajar, Bunda!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
KUNCI SURGA TERNYATA SUDAH ADA DI TANGAN KITA
"Apabila manusia mati maka amalnya terputus kecuali karena tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan orang tuanya." (HR. Ahmad 9079, Muslim 4310, Abu Daud 2882).
~~~~~~~~~
Anak yang shaleh dan shalehah tentu menjadi dambaan bagi setiap orang tua. Tapi sayangnya, gak semua orang tua sadar kalau anak yang shalih sebenernya harus berawal dari orang tua yang bisa memberikan teladan.
Bund, setiap anak adalah peniru yang ulung. Mereka akan dengan terampil mengikuti semua yang kita lakukan, dari cara kita berbicara, cara kita marah, termasuk cara kita memperlakukan mereka.
Mereka selalu belajar dari kita.Bukan hanya kebaikan yang kita lakukan, tapi juga keburukan-keburukan yang kita pertontonkan di depan mereka.
Mari berbenah dan biasakan untuk memberi contoh yang baik. Sebab, anak yang shaleh, dimulai dari orang tua yang shaleh. Â Selamat belajar dan terus belajar
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Jangan kamu senang akan amal yang telah kamu perbuat, jika semuanya itu tak cukup untuk mendorong mu beramal semakin banyak lagi
Jangan kamu bangga dengan kebaikan yang kau bagikan ke orang lain, hanya karena ucap terima kasih darinya.
Ketahuilah, awan mendung datang bukan untuk menurunkan hujan, melainkan tumbuhnya buah-buahan.
Demikian pula segala amalan manusia di dunia, begitu banyak yang tertipu oleh hati mereka sendiri dan bisa jadi tak meninggalkan jejak goresan apapun di catatan malaikat Raqib sana.
Hati-hati, dengan hatimu sendiri.
Apakah kematian sesuatu yang buruk? Jika kita selalu berfikir kematian adalah sesuatu yang buruk, jelas sekali bahwa kita sendiri sadar tidak mempersiapkan perjalanan satu ini dengan baik.
Orang-orang yang menghindari mengingat kematian dan hari akhir secara tidak langsung menjerumuskan waktu emasnya pada cinta duniawi yang secuil nilainya, kecuali bagi orang-orang yang menggunakan masanya dengan baik untuk Allah.
Aku tidak berkata soal apakah aku tidak takut mati. Aku sebagai manusia yang juga punya lalai terhadap keduniawian juga ada perasaan takut mati. Bekal yang mungkin bukan cuma aku, kamu juga, kita merasa tidak pernah cukup menutupi dosa. Barangkali kita telah bisa bertaubat dari suatu dosa yang awalnya berasal dari suatu percobaan, ujian bagimu apakah kamu bisa melihat kedalamnya dan mengatasi dengan baik, berbuat baik dan menjauhi dosa itu.
Tapi, Tuhan sendiri tidak membiarkan kita cukup melewati hanya sekali ujian. Berkali-kali. Sayangnya kita mempunyai keraguan terhadap diri sendiri melewati ujian itu, hingga khilaf selalu terjadi. Padahal Tuhan memberikan ujian sesuai dengan porsi hambanya. Intinya kita dipercaya bisa melewatinya, melalui iman dan taqwa yang dipegang erat. Kau percaya kan? Tapi mengapa kita kadang melewati dengan ragu?
Semua membuat kita berada di tingkat yang lebih. Diantaranya pula merupakan cara Tuhan memberikan kita kesempatan mempersiapkan diri menjadi hamba-hamba berkualitas dan siap menuju periode kehidupan selanjutnya.
Allahu a'lam bi shawab