Masih Tentangnya, dan inginku nanti.
Eyang Habibie tak pernah surut dari teladan dan inspirasi. Kepergiannya hanyalah roh dan raga, tapi kebermanfaatan, ilmu, teladan, inspirasi, dan cinta tidak ia bawa pergi. Masih ada tertinggal sebagai rekam jejak sejarah yang akan mengabadi.
Pagi ini saya masih berteman dengan magnet kasur. Memutar setiap video beliau dan ibu Ainun di youtube. Saya akhirnya menyimpulkan, energi terbesar beliau bukanlah ilmu tentang pesawat terbang atau teori crack, tapi cinta. Cintanya pada Tuhan, pada semesta, pada ibu Ainun, pada Indonesia, pada seluruh rakyat-rakyatnya. Ia tulus dan cinta itu yang membukakan pintu-pintu kebermanfaatan untuknya. Eyang Habibie berhasil meneladani Rasulullah yang berjuang karena cinta. Cinta pada Allah, cinta pada umat manusia seluruhnya, cinta pada Bunda Khadijah, dan cinta pada islam. Cerita akhir hayat Rasullullah adalah bukti, bahwa cinta yang telah menemani perjuangannya, cinta yang menutup akhir perjuangannya, dan cinta yang mengantarnya bertemu pemilik cinta dan orang-orang yang dicintainya.
----------
Satu hal yang sampai sekarang menjadi kekhawatiran saya, "Nanti kalau saya sudah meninggal, adakah yang setia mendo'akan?". Saya hanya melihat dan menemukan, tatkala manusia kembali pada penciptaNya, kesedihan hanyalah penghantar, selanjutnya orang-orang kembali sibuk dengan rutinitasnya. Ahh, mungkin hanya saya yang tidak tahu, bahwa pasangan, anak-anak, dan kerabat mayit masih tulus dan setia mendoakan.
Tapi, kekhawatiran itu masih saja membayangi. Memang benar bahwa diri kita sendirilah yang harus menyiapkan sebaik-baik bekal untuk perjalanan pulang, tidak bisa berharap pada do'a-do'a orang lain. Tapi, Eyang Habibie berhasil menepis semua itu....
Eyang yang masih setia setiap jumat mengunjungi makam istrinya. Eyang yang selalu setia mendo'akan istrinya, setiap waktu, setiap saat. Eyang yang selalu menggunakan syal kesayangan istrinya, kemanapun bahkan setiap acara di televisi. Eyang yang ditengah kesibukannya, acara kenegaraan, segala fasilitas yang memanjakannya, tidak membuat kesetiaan eyang dalam mendo'a luntur. Eyang tetap setia, sepuluh tahun do'a dan cintanya tak berubah. Eyang yang selalu merasakan jantungnya bergetar setiap dekat ibu Ainun, seperti awal ia jatuh cinta, bahkan sampai ibu Ainun tiada, getaran itu masih ada.
Cinta adalah sesuatu tanpa batas. Eyang, diantara semua kebermanfaatannya membuktikan bahwa cinta adalah sumber utama. Sumber dari semua kecerdasannya. Cinta ilahi.
Eyang hanyalah representasi dari kisah Rasulullah. Hanya saja kita bertemu eyang di jaman sekarang. Kita tidak bisa melihat langsung bagaimana kisah Rasulullah dan Bunda Khadijah. Kisah yang mestinya jauh lebih dahsyat. Sekarang saya percaya, cinta abadi benar-benar ada. Cinta yang berawal dan bersumber dari cinta ilahi. Cinta yang akan membawa pemiliknya pada kesetiaan dan kebermanfaatan. Rasulullah dan Bunda Khadijah, Eyang Habibie dan Ibu Ainun, serta pasangan lain yang tidak terekspose kisahnya.
Saya meyakini, do'a-do'a setelah kepergian saya nanti akan tetap melambung tinggi mengetuk ArsyNya. Do'a yang penuh sungguh. Saya hanya perlu meneladani cinta dari Rasulullah dan eyang Habibie. Cinta yang dimiliki orang-orang yang penuh yakin dengan Penciptanya, Allah.
Semoga nanti, meski kisah kita tidak terekspose media. Kita dimampukan untuk meneladani cinta ilahi, cinta sejati. Kita yang bertemu dan dipisahkan karena cinta. Kita yang akan menjadi cerita selanjutnya, seperti Rasulullah dan Bunda Khadijah, Eyang Habibie dan Ibu Ainun. Cinta yang bukan hanya untuk kita, tapi membawa kebermanfaatan bagi seluruhnya umat manusia, tak peduli apapun agama, suku, ras, dan budayanya.
Terimakasih eyang, dirimu hanyalah cinta. Cinta yang membawa namamu melegenda hingga dunia. Eyang telah membuktikan bahwa cinta ilahi adalah sumber utama, yang membuat eyang akan terus dikenang.
Semoga nanti kita, yang sama-sama dimampukan Allah untuk seutuhnya mencintaiNya. Semoga nanti kita, yang menjadi seperti kisah Rasulullah dan Khadijah, yang menjadi seperti kisah eyang Habibie dan Ainun, versi kita.
Semoga nanti kita, yang cintanya tak hanya antara aku dan kamu, tapi menyeluruh keseluruh semesta tanpa sibuk membeda-bedakan. Semoga nanti aku dan kamu, yang Allah satukan karena cintaNya, menjalani kisah dengan cintaNya, dipisahkan oleh cintaNya, dan dipertemukan kembali dalam keabadian dengan cintaNya.
Ajari aku memiliki cinta yang utuh dan tulus. Ajari aku menjadi perempuan seperti Bunda Khadijah dan Ibu Ainun. Ajari aku, biar aku izinkan kamu menjadi seperti Rasulullah dan eyang Habibie, untukku.
Cinta memang klise. Pembahasannya tak pernah usai, tapi cinta itu adalah perisai. Sumber utama dan energi terbesar dari setiap kebaikan dan kebermanfaatan. Cinta ilahi, kita hanya mesti belajar bagaimana memiliki cinta ilahi. Semoga kita dimampukanNya...
















