Mainan Baru!
Menuju satu bulan! Iyap, menuju satu bulan aku belajar di Pasar Ibu Profesional.
Diawali dengan Welcoming Party yang diselenggarakan secara online. Di sini dijelaskan alur mengenai cara pembelajaran di Pasar Ilmu Ibu Profesional. Waktu denger alurnya, belum kebayang sih ya akan seperti apa belanja di pasar ini., tapi justru jadi penasaran apa yang akan dihadapi selama sebulan ke depan.
Pekan pertama adalah pekan orientasi. Pekan di mana, peserta belajar mengenai pedoman berperilaku dalam sebuah komunitas. Tentu, dalam setiap komunitas terdapat kode etik panduan berperilaku bagi anggotonya. Di sini juga peserta belajar mengenai manajemen diri dalam berbelanja. Karena umumnya para emak-emak, terkadang lupa diri jika sudah berbelanja; merasa semua butuh, padahal... belum tentu dibutuhkan untuk saat ini. Nah, ini adalah hal penting yang mesti dikontrol agar tidak kalap saat berbelanja, kalau kata bu Septi istilahnya adalah ‘tsunami informasi’.
Pekan kedua adalah pekan promo pasar ilmu. Yap, disini banyak sekali promo yang ditawarkan. Salah limanya adalah mengenai komponen yang terdapat di Ibu Profesional. Yap! Ada Institut Ibu Profesional, dimana anggotanya disebut sebagai mahasiswa. Di Institut ini cara belajarnya bertahap, jadi gak bisa langsung loncat-loncat. Kedua, adalah Kampung Komunitas. Di Komunistas ini, ada rumah belajar (rumbel), ada rumah berbagi (rumba), dan ada rumah bermain (rumin). Seperti layaknya komunitas, di sini para anggota berkumpul untuk belajar bidang-bidang yang ditekuni, ada menjahit, crafting, coooking, dll. Ketiga, ada Sejuta Cinta Ibu Profesional. Nah, Sejuta Cinta mewadahi para anggota yang suka dengan dunia sosial kemanusiaan; berbagi pada masyarakat di jalan atau bahkan berbagi pada korban bencana. Keempat, adalah KIPMA. Kipma ini semacam koperasi, di mana komponen ini mewadahi para anggotanya yang senang dengan berbisnis seperti berjualan. Cocok deh! Dan terakhir adalah RCIP, singkatan dari Resource Center Ibu Profesional. Waah apa tuuh? Ini tempatnnya sumber daya, Sumber daya apa? Data-data mengenai para anggota ada di sini, jadi ketika tim membutuhkan pemateri untuk suatu kegiatan bisa dicari nih di sini.
Pekan ketiga adalah pekan bazzar ilmu. Di sini peserta mendengarkan lebih dekat cerita-cerita dari bu Septi dan pak Dodik. Seru! Bagaimana awal mulanya IP ini dibangun hingga saat ini terdapat 59 regional. Dan bagaimana kita menemukan bahagia dalam komunitas. Semuanya adalah proses.
Pekan keempat adalah pekan check out. Yaitu pekan terakhir para peserta di pasar ilmu. Di sini para peserta belajar menuangkan perasaannya dalam bentuk tulisan. Yap! Melalui ‘aliran rasa’ ini aku juga belajar dan tertuntut kembali untuk menulis. Belajar bagaimana merangkai kata dan menuangkannya dalam tulisan. Pekan keempat inilah juga pekan yang ditunggu, karena para peserta memilih komponen yang akan diikutinnya ke depan.
Setiap peserta dapat mengikuti maksimal tiga komponen. Wooow! Tapiiii, eits! Ingat, jangan kalap! Lihat kembali mana yang sedang dibutuhkan oleh diri ini. Di sini aku memiliki dua pilihan, yaitu Institut Ibu Profesional dan Kampung Komunitas. Keduanya membuatku tertarik dan tertantang untuk belajar lagi. Namun, setelah dipertimbangkan dengan kapasitas diri ini, aku khawatir tidak dapat ‘adil’ pada keduanya. Maka, ku coba pertimbangkan mana yang lebih ku butuhkan saat ini. Dan, di Kampung Komunitas aku menetapkan hati untuk belajar. Awalnya khawatir karena taku tidak bisa belajar di Institut, namun ketika diingat kembali penjelasan Mba Uut, saat di penjurusan berikutnya para anggota dapat menambah komponen, berpindah komponen, dan mengurangi komponen. Maka, bismillah. Aku siap untuk belajar di Komunitas
Persiapan ku untuk mengikuti pembelajaran di komunitas adalah dengan memantapkan hati dan menyiapkan diri menghadapi tantangan tantangan baru dalam mengikuti pembelajaran di komunitas.













