Mengenal 4 Herbal yang Jadi Bahan Baku Herbakof
Pernahkah kamu mendengar Herbakof? Jika belum, kamu mungkin tidak sendirian. Ya, Herbakof memang masih terdengar asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia jika dibandingkan dengan merek obat batuk lain. Namun, kenyataan itu bukan berarti membuat Herbakof tertinggal dari segi kualitas.
Berdasarkan informasi yang didapat di laman resmi produk, Herbakof ini mengusung tagline sebagai “obat batuk herbal modern asli Indonesia”. Herbakof tercipta dari herbal pilihan yang diproses dengan Advanced Fractionation Technology sehingga mampu meredakan batuk dengan cepat dan aman. Ditambah produk ini sudah diteliti khasiatnya sehingga membuatnya tidak sekadar omong kosong belaka.
Ada empat herbal pilihan yang menjadikan Herbakof ampuh mengatasi batuk, yakni daun legundi, jahe gajah, daun saga, dan mahkota dewa. Digadang-gadang keempat herbal tersebut merupakan tanaman asli Indonesia. Benarkah demikian? Dan apakah memang keempat herbal tersebut punya khasiat khusus untuk meredakan batuk? Yuk, kita kenali lebih jauh keempat bahan herbal yang jadi bahan baku Herbakof ini.
Daun legundi
Legundi atau Vitex trifolia L. merupakan pohon dengan ketinggian 5 sampai 8 meter. Tumbuhan ini memiliki batang berkayu bulat, ranting berambut, dan berwarna putih kotor. Legundi memiliki kekhasan tersendiri, sebab daunnya berbau aromatik dan keseluruhan perdunya menyebarkan wangi seperti rempah.
Hampir semua bagian tanaman yang tumbuh subur di ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut ini dapat dimanfaatkan. Selain daunnya, biji dan tangkainya juga umum sekali digunakan. Legundi memiliki rasa pahit, pedas, dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung di dalamnya antara lain, Camphene, L-α-pinene, Silexicarpin, Casticin, Terpenyl acetate, Luteolin-7-glucosideflavopurposid, Vitrisin, Dihidroksi, Asam benzoat, dan vitamin A.
Tumbuhan yang berpotensi dikembangkan sebagai salah satu sumber fitofarmaka atau obat herbal yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinis mapun klinis ini telah sudah sejak dahulu kerap dimanfaatkan oleh masyarakat di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. Adapun dalam Herbakof, daun legundi ini berperan sebagai pelega saluran pernapasan.
Jahe gajah
Tak berlebihan jika menyebut jahe sebagai tanaman rempah paling populer. Khasiat dan manfaat jahe sudah tak perlu diragukan lagi sehingga banyak orang yang memanfaatkannya. Tapi tahukah kamu jika ada satu jenis jahe yang konon katanya memiliki kualitas paling unggul di antara jenis lainnya? Ya, ialah jahe gajah.
Disebut jahe gajah karena ukurannya jauh lebih besar ketimbang jenis lain. Ruas-ruas jahe gajah ini cenderung kembung apabila dibandingkan dengan jahe emprit dan jahe merah. Perbedaan lain yang tampak adalah rimpang jahe gajah ini berwarna kuning muda atau kuning dan juga memiliki serat yang lebih halus dan lembut jika dibandingkan dengan jahe yang lainnya.
Herbakof memanfaatkan jahe gajah agar produk obat batuk ini memiliki efek antitusif atau menekan batuk pada pusatnya. Selain itu, dengan adanya kandungan jahe gajah, memungkinkan Herbakof memberikan rasa hangat dan nyaman di tenggorokan.
Daun saga
Tanaman dengan nama latin Abrus precatorius L. ini berukuran kecil, bersirip ganjil, dan memiliki rasa agak manis. Tumbuhan ini kerap dijumpai di sekitar kita. Daun saga dipercaya memiliki kandungan yang baik bagi tubuh sehingga dijadikan ramuan obat tradisional di Indonesia. Namun, sebaiknya kamu tak perlu berinteraksi dengan bijinya. Sebab, biji dari tanaman ini sangat beracun dan bisa menyebabkan kematian.
Dari beberapa penelitian yang dilakukan terhadap tumbuhan ini, di dalam daun saga terdapat kandungan flavonoid (antioksidan), triterpene glycosides, abrin, dan alkaloids. Selain itu, menurut laman resmi Herbakof, daun saga juga bersifat antiinflamasi sehingga dapat meredakan radang tenggorokan.
Mahkota dewa
Kamu mungkin sudah tak asing dengan peribahasa yang berbunyi, “Seperti memakan buah simalakama” ‘kan? Nah, simalakama inilah si mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Simalakama adalah sebutan orang Melayu untuk mahkota dewa.
Tumbuhan asli dari Pulau Papua ini sebenarnya beracun, bahkan bisa mematikan, kendati banyak pula kandungan yang berpotensi untuk menyembuhkan. Oleh karenanya, seseorang diharap berhati-hati jika ingin memanfaatkan mahkota dewa.
Kandungan yang berpotensi menyembuhkan itu di antaranya alkaloid yang bersifat detoksifikasi, saponin dan flavonoid dengan beragam manfaat turunannya, hingga polifenol yang dikenal berfungsi sebagai antihistamin atau antialergi. Kandungan mahkota dewa yang dimanfaatkan oleh Herbakof adalah flavonoid-nya sehingga orang yang mengonsumsi Herbakof akan mendapatkan efek antiinflamasi, dengan begitu mereka dapat terbebas dari radang tenggorokan.
Nah, kiranya itulah penjelasan sedikit informasi mengenai empat bahan herbal yang digunakan di dalam Herbakof. Seseorang yang mengonsumsi setidaknya 15 mililiter Herbakof mendapatkan kurang lebih 1 gram ekstrak daun legundi dan masing-masing seperempat gram tiga bahan lainnya. Jika dilihat dari manfaatnya, tak ada salahnya kamu mencoba obat batuk herbal yang bisa didapatkan di Toko SehatQ ini.










