Sudah Malam Lagi
Sudah malam, saya ingin segera tiba di rumah. Beberapa pekerjaan-pekerjaan luar kantor menunggu. Seharusnya malah sudah selesai dari pekan lalu. Tidak apalah malam ini pulang lebih cepat dari biasanya. Tidak ada perbincangan hangat sepulang kerja sambil menyantap makanan diskon yang diantarkan abang ojek online.
Sudah malam lagi, saya tiba di rumah dengan kepala agak pening. Membaca percakapan WhatsApp dan linikala Twitter di angkot ternyata membuat pusing. Mungkin saya perlu makan nasi bebek yang saya beli di jalan tadi, sembari menonton satu dua video Youtube yang sudah saya tandai di PlaylistĀ āWatch Laterā.
Sudah tambah malam. Ternyata tidak ada yang konten menarik dalam jangka putar pendek, semuanya video panjang. Okelah sekalian saja nonton film yang ada dalamĀ āWatchlistā. Ketemu satu yang sudah lama ingin ditonton. Baru lima menit pertama film, makanan sudah ludes. Sampai ke menit dua puluhan saya rasa mungkin bisa dilanjut lain kali. Malam terus melaju, tidak ikut duduk menonton bersama kita.
Sudah lebih malam lagi. Muncul notifikasi di media sosial, postingan instagram yang saya post tadi di jalan mendapatkan komentar. Notifikasi masuk lagi, kali ini dari si burung biru. Twit balasan saya untuk sebuah twit yang ramai juga ikutan ramai. Dan ada beberapa tanggapan lagi dari sana. Pesan di WhatsApp sentah sudah berapa kali masuk dari berbagai percakapan dan grup, beruntung saya tidak mengaktifkan nada pemberitahuan pesan masuknya. Ah, sudah semakin malam, tapi manusia malah seperti baru keluar dari sarangnya.
Sudah betulan malam. Saat kemudian saya hanya sempat merevisi pekerjaan kantor segera karena akan naik cetak secepatnya. Dan sembari menunggu loading yang lumayan lama, bermainlah jari-jari mengetuk instastory. Ketuk, ketuk, geser kiri.Ā Ketuk, ketuk, geser kiri. Sehingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 23.53.
Ternyata sudah hampir bukan malam. Ah, kalau begitu, selamat pagi lagi.
Depok, 30 Juli 00.28








