Tanjak Sampe Puncak
Ada masanya ketika saya memikirkan bahwa masalah-masalah yang banyak itu kalau tidak selesai-selesai akan menumpuk sehingga menggunung atau menjadi seperti gunung. Maka kemudian, saya berusaha menjadi pendaki yang baik.
Mungkin benarlah apa yang pernah dibilang oleh salah seorang Ranger di Gunung Ciremai saat saya naik 8 tahun lalu. “Mendaki gunung bukan menaklukkan gunung, tapi menaklukkan diri sendiri”. Maka ya, bisa juga seharusnya kita sebut kalau kita menyelesaikan gunungan masalah, sesungguhnya kita sedang menguji kemampuan diri kita sendiri.
Pendaki yang baik itu butuh persiapan, mempunyai bekal dan tahu batas kemampuan. Dan saya rasa sih, dalam ‘mendaki’ permasalahan yang menumpuk dan menggunung ini, saya baru sibuk cari jawaban, dan mungkin nekat nanjak sementara kaki sudah sakit dan perbekalan kurang. Jadi ini sebenarnya masalah mengenal diri sendiri aja sih. Meskipun masalah juga datangnya bisa tiba-tiba, tapi setidaknya yang bisa diprediksi bisa dilalui dengan bijak dan bajik.
Di tengah pendakian saya biasanya mecari kawan, kawan untuk bertukar pikiran tentang tips dna trik mereka mendaki gunung permasalahannya, perbekalan apa yang perlu dipersiapkan dan sejauh mana kemampuan mereka menghadapi medan yang terjal dan curam. Beberapa mungkin sudah saya ketahui, sadari dan bahkan pahami. Tapi jadi tidak bekerja karena belum dilakukan dengan semestinya, hanya jadi pengetahuan di kepala. Buat apa? Haha
Selamat mendaki gunung kalian masing-masing ya, semoga sampai di puncak dengan penuh kepuasan, tanpa penyesalan, penuh pembelajaran dan kesyukuran.












