Seni Tari Berwajah Garang
Apa yang anda bayangkan ketika mendengar “ Wanita dari jurusan seni tari? “. Cantik? Anggun? Yaaa kira-kira seperti itu lah yaaa~ tapi suatu hari saya menemukan sesuatu yang janggal .. and here’s the story!
Juni 2018, setelah berhasil mengumpulkan 7 bola naga sepuluh orang anggota KKN Purbayani selain aku, aku bergerak cepat untuk segera mencairkan suasana. Seperti yang ada di grup KKN manapun, perkenalan via online memang selalu menyenangkan selalu membosankan. Semua seakan mengetik dengan template “ Haloooo kenalin aku A dari jurusan B, salam kenal “. Cih, mainstream banget. Kenapa ga gini sih “ Halooooo kenalin aku A, bapak kalian tukang las ya? Soalnya kalian menyatukan hatiku yang patah kyaaaa”. *Kejang-kejang.
Salah satu kebiasaanku saat sedang berkenalan dengan seseorang adalah menebak-nebak tentang dirinya. Kulihat foto profil mereka semua dan aku berhenti pada salah satu akun. Display name-nya tertulis “ Christina Panjaitan “. “Wah seru nih aku yang Islami (namanya, yaa semoga kelakuannya juga sama huehehe) dan dia yang Christini” ujarku sambil melihat display picture-nya. Display picture-nya jelas menunjukan bahwa dia wanita setengah pria, dengan kaos pendek dan celana trainingnya yang sedang menggendong sebuah carrier yang cukup besar. Dia sedang berfoto di suatu gunung dengan rambut diikat ke depan ke belakang. “Ah fix ini mah cewe tomboy ala-ala, pasti dia dari FPOK” tebakku sambil tetap melihat kejantanannya. Tiba saatnya dia berkenalan “ Haiii aku christin dari seni tari 2015 salam kenal “. “WHAAAT?!! Ga mungkin ga mungkin .. dia pasti mengada-ngada” batinku memberontak.
“ Eh maaf nih, serius seni tari? “ kataku
“ Iya seni tari, kenapa? “ balas dia
Deg. Entah mengapa walaupun itu ketikan tapi terasa seperti sebuah intimidasi, aku seakan bisa membayangkan wajahnya yang psycho yang rela membunuh orang demi memuaskan hasratnya saat dia mengetik. Akhirnya aku memutuskan untuk diam saja, disamping baru kenalan via chat juga aku belum pernah bertemu dengannya.
Pertemuan pertama kami adalah di pertemuan kedua kelompok KKN kami, di D’Cubes. Dia datang, duduk dan langsung bisa membaur dengan semua. Such an easy going person, dia terlihat seperti sudah lama akrab dengan kami semua padahal ini pertemuan pertamanya. Uhuk padahal mah SKSD aja we orangnya dia teh~ Hahahaha
Setelah semua memesan makanan kami bersebelas pun mengobrol banyak hal, bercanda dan saling mengenal satu sama lain. Saat dirasa sudah tidak terlalu canggung lagi, aku memberanikan diri untuk bertanya padanya
“ Tin, serius maneh jurusan seni tari? “ tanyaku
“ Iya cad seni tari, emangnya kenapa? Ga percaya ? “ jawabnya dengan wajah garang
“ Anjir takut gini dong berasa ditodong sama begal “ ujarku dengan keras … di dalam hati
“ G-g-g-gimana ya … rasanya .. ummm .. ga cocok aja penampilan kamu jadi mahasiswi seni tari hehehe “ ucapku sambil pipis di celana
“ HAHAHAHA MANEH PERCAYA AKU SENI TARI? IYA AKU SENI TARI .. TAPI DI KOLAM RENANG HAHAHAHA “ jawabnya sambil terkekeh tertawa
“ Maksudnya seni tari di kolam renang? “ tanyaku sambil gegetret
“ Iyeee gua dari FPOK .. PJKR 2015 “ katanya
“ Tuhkan bener FPOK .. aku teh udah ngira FPOK soalnya di foto profil kamu ga kabeungeutan gitu wajah seni tarinya teh haha masa tomboy dan garang gini seni tari sih hahaha “
“ Tin? Eh kemana si christin? “
Dia dengan cepat menghilang dan tanpa kusadari ternyata dia sudah ada di belakangku sambil menghunuskan sebuah katana tepat di leherku~ Ngoahahahaha
Honestly, saya selalu senang memiliki teman yang berbeda. I mean, saya selalu senang memiliki teman yang agamanya, sukunya atau bahkan negaranya berbeda dengan aku. Rasanya ada satu achievement unlocked saat berhasil berkawan dengan seseorang yang berbeda. Yaaa aku sangat bersyukur terlahir di Indonesia, dalam banyak perbedaannya kita semua bisa hidup rukun .. damai .. berseri-seri~ Dan Christin adalah salah satu achievement unlockedku.
Tak butuh waktu lama untuk akhirnya kita menjadi akrab, ah kurang dari seminggu saja kita sudah bisa sangat akrab. Salah satu momen yang membuat kita menjadi sangat akrab adalah ketika kita secara tidak sengaja harus pulang ke Bandung di waktu yang sama. Dia yang mau mengikuti acara senam di Jekardah dan aku yang harus pulang ke Bandung untuk sidang pleno DPM. Akhirnya, kita pun pulang bersama menggunakan si Blacky, motorku yang gagah.
A Girl Who Love to Babbling
Perjalanan panjang selama 6 jam harus kita tempuh ketika pulang ke Bandung. Melewati jalan berliku di Cisewu, kebun teh di Pangalengan dan miniatur neraka di Bandung Selatan. Hebatnya, aku tak mengantuk sama sekali ketika berada di perjalanan. Wah tau ga kenapa? Ya gimana w mau ngantuk kalau ini bocah di belakang ga pernah berhenti ngomong. She babbled about everything while I was driving. Like .. Hei kumaha carana eta dia tidak kehabisan bahan obrolan? Wah udah ini mah bakat lelakinya teh memang menonjol. Kukira aku adalah orang yang paling senang berbicara, sampai di hari itu aku menemukan orang yang lebih senang berbicara daripada aku. Hahahaha.
Selain berbicara dan mengoceh, dia juga senang menyanyi. Entah sudah berapa album yang ia nyanyikan saat berada di motor, yang jelas ku ingat adalah dia terus bernyanyi dan mengajakku bernyanyi “ Hai, halo siapa namamu~ “ ketika aku mulai lelah mengendarai si Blacky. But honestly, aku senang sekali bisa berkenalan denganmu tin, bisa mengoceh banyak hal, bisa bernyanyi lagu apapun denganmu meski suara ini tak ada bagus-bagusnya. Hahaha
Setelah KKN selesai, ternyata hubungan pertemanan kami semakin dekat. Yaaa karena kita sama-sama single jadi agak bebas gitu kemana-kemana ge. Akhirnya kita berdua sepakat untuk menjalani hubungan Friend with Benefit. Tenang dulu para netizen, ini tidak seperti yang kalian pikirkan. Hahahaha. Kami berteman dengan sangat baik dan pertemanan ini membawa kami untuk bersimbiosis mutualisme. Iya, kami sama-sama memberikan keuntungan. Dia yang mau tak mau harus mendengarkan cerita-ceritaku dan aku yang mau tak mau harus mengantar dia kalau dia jadi instruktur senam tapi biasanya sih sama-sama mau wong ceritaku selalu seru dan aku selalu bercerita saat aku mengantar dia, iye ga tin? Hahaha.
Satu kata yang menggambarkan Christin di semester 8 ini adalah … Gabut. Gimana ga gabut coba? Matkul cuma ngontrak skripshit ditambah tuna asmara ah udah kombinasi terbaik. Kegabutannya ini terkadang membuatku susah, asli susah. Masa nih anak suka tiba-tiba ngajak makan jam 10, leuheung jam 10 pagi mah .. ini mah jam 10 malem mana kalau ditanya
“Mau makan dimana cuk tin? “
Eh anjay tak tahukah anda bagaimana sulitnya menerjemahkan arti kata “Bebas”. Heleeeeeehhhh seblak ceker~
Kombinasi medan + tomboy memang paling aku senangi. Orang dengan kombinasi seperti itu, meski omongannya pedes tapi tak pernah ada kebohongan sedikitpun terlontar dari mulutnya. Kalau merasa gasuka tentang suatu hal pasti ga pernah dipendem-pendem, cungurnya pasti nembak nembak tuh. Pokoknya dia kalau lagi marahin orang beuuuh itu lisan kaya nasi goreng karetnya dua alias pedes banget bangsaaaad~ Hahahaha.
Kombinasi ini juga membuatnya tak pernah merasa sakit hati, emmm maksudnya sakit hati dalam bercanda. Ceplas-ceplos seenak dewek tak akan buat hatinya tersakiti. Dia dengan entengnya tetap tertawa, tak ada rasa kesal sedikitpun. Ini yang membuatku senang berteman dengannya, enak heureuy na. Aku yang senang bercanda ini seakan bisa menggunakan kekuatan humorku dengan maksimal karena tau lawan bercandaku ini tak akan sakit hati yaaa tapi paling ada sedikit lebam di beberapa daerah tubuhku, wong dia tangannya enteng banget mukul kek petarung UFC. Hahahaha.
Saking enaknya kita berdua bercanda, terkadang humor kita mencapai level gone wrong kalau dilihat dari sudut pandang orang lain. Tapi menurut kita itu sendiri hanya candaan yang tak lebih dari interaksi dua orang yang berusaha membuat lawan mainnya bahagia. Gini nih contoh bercandaannya
“ Cad maneh pernah makan daging kura-kura ga? “
“ Apaan sih maneh nanyanya teh, kan ada daging sapi dan ayam yeee ngapain juga aing makan yang begituan “
“ Di agama kamu itu semua haram ya? “
“ Kasian, ga akan pernah bisa nyoba makan daging-daging yang aneh. Makanya kaya aku dong, Kristen “
“ HAHAHAHAHA BNGGGSDDD MANEH “
Kita berdua pun tertawa puas.
“ Cad besok teh hari apa? “
“ Lah gua kira besok hari sabtu, lupa gua “
“ Segabut apa sih maneh sampai bisa lupa hari gini? “
“ Untung urang nanya sama maneh, kalau engga .. bablas dah besok gua ga ibadah “
“ Eh maneh ya udah mah kafir terus ga ibadah pula, dosa besar lah maneh “
Kita berdua tertawa lepas di atas si Blacky.
Sebenernya masiii banyak contohnya tapi dicukupkan saja takutnya public tidak bisa menerima. Hahahaha.
We are Unity in Diversity
Terkadang saya merasa heran, kok beberapa pihak seneng banget sama yang namanya berantem hanya karena berbeda? Berbeda suku .. berantem, berbeda agama .. berantem, berbeda mendukung tim sepak bola .. berantem, berbeda rasa .. berantem. Ngoahahaha. Ini saya curiga mereka belum pernah merasakan indahnya perdamaian. Indahnya hidup rukun dalam perbedaan. Ah, entahlah .. aku pun bingung. Di tengah isu seperti ini di Indonesia, aku malah menemukan hal yang kontradiksi. Aku menemukan kenyamanan disaat bersamamu, Christin~ *Hoeeeeekkkk muntah-muntah
Ayo, kawan-kawan kita perbaiki lagi moral dan sikap kita. Berantem itu cape, mending damai aduuuuh indah. Sebenernya apa sih yang buat kita harus bermusuhan? Perbedaan tidak bisa dijadikan alasan untuk saling memusuhi, cari alasan yang lebih keren kalau mau musuhan. Hahahaha. Gimana yaaa kalau terkait akidah rasanya berteman dengan mereka yang berbeda tidak akan membuat akidah kita goyah. Kan sudah jelas kalau di Islam, “ Bagiku agamaku bagimu agamamu “. Jadi, ayo hilangkan sifat buruk diskriminasi!
Akhir kata, untuk sahabatku Christina Panjaitan. Ayo semangat skripsinya cuy, maneh mau disusul sama urang? Hahaha. Semoga kamu bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, karirnya sukses dan segera dapat jodoh. Tapi sebenarnya aku bingung, apa do’a aku bisa dikabul ya? Kan kita beda :p Hahahaha.