Dosen & Se-kotak Ke-lulusan
Fight for my way! This article will answer your question about what happen today.
Jumat, 11 Agustus 2017 semua orang muslim tahu kalau hari jumat adalah hari baik. saya pun juga. Hari jumat ini saya dijadwalkan melakukan sidang hasil skripsi. Dua dosen pembimbing dan satu dosen penguji menyepakati jam 10 pagi memulai sidang. satu setengah jam sebelum jam 10 saya sudah siap di kampus dan stand bye di ruangan untuk menyiapkan segala yang dibutuhkan. saya sudah mensetting tempat duduk dosen, menyalakan laptop dan mengecek proyektor. saya pastikan semua sudah siap. tinggal menunggu ketiga dosen datang dan ujian berlangsung.Dimulai jam sepuluh tepat, dosen penguji membuka proses sidang, mempersilahkan saya untuk presentasi keseluruhan skripsi dan memberi waktu 20 menit sebelum sesi diskusi dan tanya jawab. lalu saya disuruh keluar sebentar untuk memberi jeda para dosen berdiskusi apakah saya lulus atau tidak. dan kemudian saya disuruh masuk ruangan dengan sedikit dramatical dosen penguji menyatakan saya lulus.
Plot twist sayangnya ceritanya gak gitu. it’s different from your imagine. dan semoga kalian gak ngalamin se-tragis ini.
Waktu terus berjalan, jam menunjukkan 10.05. saya sedikit berfirasat tidak enak. saya berbicara dalam diri, “kok belum datang ya? jangan-jangan. aah enggak ah paling masih di jalan.”
waktu itu saya di temani oleh seorang senior, no friends. mereka lagi mengikuti pelatihan. senior itu (read: I) bilang “chat aja dek, kali aja lupa”. saya mengikuti sarannya. dua dosen saya kirim chat, mengingatkan kalau mereka ada jadwal menguju saya pagi ini. it’s under logic, masak harus di ingatkan. wong kemaren juga bikin jadwal juga sesuai kesepakatan. saya sengaja chat 2 dosen, karena satu dosen sudah izin diawal kalau beliau akan datang terlambat. I’m sure this lecturer never forgetting his appointment.
satu dosen membalas, read Mr. D,”enggeh saya ini otw, saya habis pulang ke rumah dulu karena anak saya sakit.” I’m sure this Mr. never betrayed.
lalu dosen satunya? (sebut saja dia Mrs ‘angel’) gak ada kabar, chatt gak di balas. saya sedikit was-was, jangan- jangan .....
10.30 Mr. D datang dan bilang “loh saya kira saya telat, dimana dosen lainnya?” “belum datang pak” “yauda di tunggu dulu aja”
10.40 hanya berdua di ruangan yang dingin, Mr. D sibuk membaca skripsi saya dan sesekali menanyakan satu dua hal. Lalu beliau beranjak dari kursi,” sebentar saya turun mau ngetik ini ya, nanti kalau sudah siap panggil aja.”
mata saya tak lepas dari smartphone, berharap ada balasan dari Mrs Angel. sesekali memandang pintu, mungkin dia datang. just my wishes.
saya mulai gelisah. something wrong and something bad will happen.
11.00 Mr. D masuk ruangan, “loh belum datang? kamu sudah hubungi? saya jam 13 menguji mahasiswa lain. setelahnya saya mengisi pelatihan.” “sudah saya hubungi pak, belum ada respon”
hopeless seketika. saya langsung chatt Mr. Y dan bercerita ketidakada kabaran Mrs. Angel. tiba-tiba Mr. D beranjak dari kursinya, “saya turun sebentar ya.”
saya mencoba chatt mereka yang ada dipelatihan dan tanya keberadaaan Mrs. Angel “ada orangnya, di luar ruangan lagi ngobrol sama dosen-dosen” “tolong ingetin kalau dia waktunya nguji saya, dan uda telat sejaman”
Fikiran saya tiba-tiba liar dan mengkaitkan satu hal dengan hal lain. saya menerka mungkin si Mrs. Angel ini sengaja melakukan ini ke saya, karena 1. saya tidak lanjut profesi, 2. saya tidak ikut pelatihan. apa hubungannya? berhubungan banget, karena dia terlibat sebagai penanggung jawab profesi dan pelatihan. karena saya tak ikut, $ akan berkurang. aah... tak perlu dijelaskan, kalian pasti paham maksudnya.
Mr. D kembali ke ruangan sidang, “... saya ketemu sama Mrs. Angel, dia di bawah. dan kamu tau dia bilang apa? dia tidak tahu kalau ada jadwal nguji kamu.
what the hell? bullshit sekali ibu. bahkan anda sendiri yang kemarin mengepost di group bimbingan kalau hari jumat akan menguji 4 orang. dan sekarang dengan innocent nya mengatakan tidak tahu? apakah anda memang dendam pada saya? sentimentil sekali perlakuan anda? anda ingin melatih saya jadi anjing jinak dengan suruh nunggu berjam jam dan dipermainkan seperti ini? Naudzubillah....
“ingat ibu, hanya butuh satu peristiwa untuk mengingat orang” dan saya akan pastikan, saya akan mengingat ibu dengan kejadian hari ini. for the rest of my life.
saya mencoba gak geram dan gak dendam, saya berulang kali bilang ke diri saya, “tidak papa, kamu kuat. jangan menangis! masalah tak akan selesai dengan menangis. ini hanya ujian. semua pasti terlalui. yakin hari ini pasti aka sidang. jangan merusak mood mu. dia yang mendzolimi mu tak akan lolos dengan mudah dari Allah. tenang okay! tenang...” dan segudang kata, kalimat positif untuk menetralisir ke geraman yg hadir. jujur saya bukan orang yang se-sabar ini. mungkin, ini pertama kalinya saya sabar menghadapi kedzoliman.
bahkan untuk mereduksi segala perasaaan resah, ansietas, geram, bad mood, saya menulis sebuah tulisan. hal ini yang dilakukan pak habibie saat beliau terkena rawat inap di rs terkena tbc tulang. saya mencobanya, dan efektif. saya dapat menghindari respon koping maladaptif.
singkat cerita, akhirnya semua ini terlalui. saya jadi sidang jam 13 dan hanya berdurasi 30 menit saja. selama sidang memang saya tidak se respect sebelumnya pada Mrs. Angel. karena dia sudah membuat cacat pada saya. sekarang mungkin dia masuk daftar orang yang tak ingin saya temui setelah ini berakhir. semoga sampai kapan pun nanti tidak perlu bertemu. lebih tepatnya, silahkan menghilang dari kehidupan saya. karena saya takut, semakin luka itu bergesekan akan semakin parah dan semakin infeksi sampai ke dalam. bukankah luka akan sembuh jika di jauhkan dari penyebab luka?
Mr. D menyatakan saya lulus dengan minor revision. wajar semua pasti ada revisi. saya sangat bersyukur kedua Mr ini ibarat goblin bagi saya. mereka berdua menguatkan saya diakhir sidang saat Mrs. Angel sudah keluar ruangan. mereka juga memudahkan segala urusan kelulusan saya. saya akan mengingat itu semua.
cukup satu peristiwa untuk mengingat orang. dan ingatan baik, untuk kedua Mr. ini. they are the real goblin in this institute.
then, banyak hal yang saya dapat dari peristiwa hari ini. hari ini Allah banyak mengajarkan saya hal. tidak hanya sekedar sidang hasil skripsi, ujian skripsi. tapi ada ujian di balik ujian, like there are meanings inside some meaning.
saya dilatih untuk jadi pribadi yang lebih sabar, lebih kuat. cause, I know the real life never as flat as you think. it really so dramatical. just do it, no matter what will happen. going across! it will be happy ending. I’m serious.
tidak perlu dendam, apa yang orang lain lakukan ke kita itu sebuah pelajaran. kalau dia melakukan kebaikan artinya kita harus bisa as good as them, kalau yang dilakukan dzolim/buruk itu artinya kita tidak boleh melakukan keburukan yang sama ke orang lain. karena kita sudah tau dan sudah merasakan bagaimana sakitnya.
se unperfect apapun kita,serendah apapun gelar kita atau bahkan gak punya gelar, kalau kita menjauhi berbuat dzolim pada orang lain atau mahluk lai, kita akan lebih mulia dari seorang dosen yang bergelar doktor dan banyak gelar teng cemrentel di belakang nama tapi suka mendzolimi mahasiswanya. upstt....
that’s the ending scene. Tidak ada yang berakhir sampai benar- benar berakhir!










