The Girls

#dc comics#dc#batman#bruce wayne#dick grayson#tim drake#dc fanart#batfamily#batfam




seen from China
seen from Canada
seen from China
seen from Mexico

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Malaysia
seen from Canada
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Russia
seen from Estonia
seen from United Kingdom
seen from Hong Kong SAR China

seen from T1
seen from Hong Kong SAR China
seen from T1
seen from China
The Girls

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Arisan ke-3
Start: Aug 30, '08 11:00aEnd: Aug 30, '08 6:00pLocation: Jl. Villa no 8, Gatot Subroto, Warung Gempol - Jakarta
Host : Ibeth. Hari-Tanggal : Sabtu 30 Agustus 2008 Jam : 11.00 s/d selesai Menu : siomay, lotek (atau urab), es campur, cirengisi kornet, keju dll & semangka..... (silahkan tambahkan menu lain .................
in memoriam Wina & adventurous 11 - (2)
hongkong
Kamis 25 Maret 2010
Acara hari ini padat dan pagi2 (08:30) dimulai perjalanan terjauh menuju Ping‐Shan trail, sebuah desa kecil di New Territory (up north near the border with China), perjalanan subwaynya seru juga, transfer rail 3 kali, kartu Octopus macet di subway, pintunya nggak mau njeblak mbuka, dan beli egg tarts tentu.
Woro dapet fans berat di kereta, ada laki2 di sebelahnya yang nggak berhenti ngeliatin Woro dan pengen ngomong sama dia, hiks!
Desa ini dilestarikan sebagai national heritage di antara high‐rise apartments.
A tiny village, yang penguasanya dulu adalah sebuah keluarga bernama Tang. Along the 1 km trail masih ada kelas sekolah, rumah2, tempat ibadah, sumur tua, rice mill dan ancestor's hall. Sebetulnya detail2 bangunan cukup intricate, tapi pembangunan apartment yang rapat seperti menenggelamkan detail cantik bangunan2 tua ini.
Tapi batunya bagus baguuuuus deh. Yang mencengangkan, di tempat kaya gini mobil penduduknya keren2, ada Austin Mini, BMW jeep and sedan, Landrover yang baru, Audi, Mercedez sih banyak, model sport‐nya aja ada dan surprisingly toiletnya bersih bangeeeet.
Ngiri abis!
Habis Ping Shan kita harus kembali ke main trunk line naik kereta uthuk2 (kereta pelan be'eng), the Yellow Light Rail, disini entah kenapa rombongan terpisah dua; Hani, Reni dan gue udah naik, lainnya masih di luar hahahaaaaa ...
Ketemu di stasiun Yuen Long lalu kita makan siang di Chinese restaurant di Yuen Long.
Habis dari sini acaranya adalah shopping time di Ladies Market Mongkok.
Sebelumnya puter2 Langham Place, a huge mall yang pathnya kaya spiral di blok M Plaza dan escalatornya tinggi banget.
Tokonya lucu2, cuman gue ga ada yang muat! Ukuran bajunya yang nggak normal, bukan ukuran gue tauk! Awas ketawa.
Lalu ke Ladies Market, nah disini tampang kita berubah semua jadi Dung Ta Mek ... Note: Dung Ta Mek ini adalah orang gila di jaman Ncoeng kecil di kampung halamannya, senengannya pake baju berlapis‐lapis dan lehernya dikalungin macem2 tas dan barang.
Nah kalau masing2 kita bawa ransel atau shoulder bag, lalu di leher ada camera atau cell phones, lalu di tangan ada shopping bag kan udah kaya Dung Ta Mek semua!
Disini beli tea ceramics, fans, bags, tauk deh apalagi.
Selesai belanja kita ke Kowloon Park, ada mesjid besar disini, sebagian akan sholat disini, sebagian duduk2 kecapean, badan boleh capek tapi spirit was all time high. Habis sholat rombongan terpecah dua, Ibeth Hani Lies and I wanted to go to Swindon bookstore, sisanya menyisir Nathan Road for further shopping. Meeting point berikutnya adalah Swindon bookstore untuk cari dinner di Tsim Sha Tsui.
Aku tak tau apa yang terjadi di Nathan Road, tapi aku senang di Swindon, pelayannya baiiik deh. Tapi ada 2 buku yang kucari nggak ada disini, yah balik lagi aja ke Kinokuniya entar di Jakarta.
Swindon ini di website‐nya bilang bahwa specialty mereka adalah buku2 tentang Asia, emang sih banyak, sayang bukuku gak adeeeee ... Tau2 Ibeth dapet SMS dari Woro: Swindon bookstore dimana seeeh? Lah ... kita semua mikir, Nana kan tau Swindon dimana, kenapa Woro tanya2.
Mulai kuatir, kemanaaaaa ni orang2, udah kedinginan, akhirnya kita masuk a Western eatery deket situ nungguin orang2. Laaah ternyata Woro kepisah sendiri, nembus shopping mall, ketemu juga Swindon, akhirnya semua kumpul lagi deh dan makan disini.
Malem ini hostnya Yetty dan Ifneldy. Disini gue dapet fans, brondong, the guy kept bringing me food, first the salad, lalu the pasta, pake creme brulee, masih ada coffee or tea, e e e ternyata gue order a set menu! Tapi nggak abiiiiiis, di share akhirnya!! Di tempat ini kopinya enak sekali dan ada kopi luwak!
After dinner I smoked outside.
Disini sepakat to have an unhurried dinner, chats and skip the light show at 08:00 p.m. Lalu pulang ke Causeway Bay naik subway aja ... mind you tadinya mau naik the legendary
Star Ferry. At Causeway Bay station, rombongan masih pecah lagi, (ga ada capeknya) Yetty Nana Lies dan Woro mau ke Sogo dulu. Me? Pulang aja tuelerrrr ... Sambil ngelamun: much as I want to resist, the shopping terlalu menggoda ...
Lalu tok‐tok‐tok, Lies pulang dari Sogo tasnya gendut banget. Beli apaan Lies? Ini titipan deodorant‐nya Ncoeng ama Angga hahahaaaaaaa ... bayangkan betapa intimnya kita, deodorant Ncoeng aja gue tau!
Segini dulu yaaaaaaa ... Ladies Dung Ta Mek, tambahin dulu sebelum di edit ulang masuk CD.
Nyengir inget2,
Wina
nambahin ceritanya wina ...
waktu brangkat, di bandara cgk gak ada satupun dari kami yg diantar suami, krn brangkatnya pd hari kerja.
rombongan bandung (ibeth‐ita‐woro) brangkat langsung dr bdg ke cgk naik travel, wawuk dari bogor naik damri (bener ya wuk?), yetti‐hani barengan naik taxi (yetty & hani masing2 sehari sebelumnya sdh di jkt), reni naik taxi dr bekasi (sehari sblmnya sdh di jkt), aku‐wina‐monique-nana brangkat sama2 dr bintaro.
octopus card emang kadang suka macet ... beberapa dr kami pernah tertinggal krn pintunya gak mau njeblak spt yg diceritain wina.
untungnya kita selalu cek kelengkapan anggota sblm naik ke mtr berikutnya, jd langsung ketahuan klo ada yg ketinggalan (termasuk aku yg pernah ketinggalan hiks, dijemput oleh ibeth n moniq hehe ..).
ayo wina, lanjutkan ceritanya hehe ...
lies
Dear Friends,
Lupa bilang, rombongan ini dipimpin oleh Teteh Ibeth alias Dung Ta Me #2.
Sekilas tentang peserta, berdasarkan kamar:
(basically we all are magicians, semua bawa kantong sulap).
Hani: Hahahaaaa, the not so quiet Miss Quiet, seperti biasa ngomongnya aluuus, tapi kata2nya suka menggelitik. Hani bertanggung jawab atas itinerary Macau. "Han, udah kangen Didiet belom?" ... Hani menjawab dengan senyum mupeng! "Kamu dititipin apa Han?" ... "Itu, Diani pengen tas cemplung2 besar dan hitam, tapi setelah beli aku pikir2 lebih cocok aku yang pake..."
Ibeth: Yang mengesankan, Ibeth satu2nya yang pake heels 3 cm, pletok‐pletok‐pletok, Miss Matching, accessories lengkap, scarvesnya banyak banget! "Aku harus beli tea set ini!" "Lah bawanya gimana Beth?" "Gue tenteng kalo perlu," true to her words, Miss
Jinjing ini waktu pulang secara ajaib memunculkan tas tenteng gede warna abu2 ...
Ita: Our Miss Chicken yang tasnya guede banget, tapi merupakan dewa penolong gue, secara mug Coldplay gue nitip disitu (yang gede kaleng bungkusnya, tapi kan pantang ditinggal duong! Ita nih senengannya makan ayam hahahaaa, padahal setiap pesen ayam luamaaaa loh, namanya spring chicken, senengnya wira wiri ke microwave before the chicken forcefully being berserkified into the skillet. Teganya teganya
...
Woro: Yang hebat Woro engga bawa jacket, kaya beruang kutub, ga pernah kedinginan, modalnyakaos dalem dan pashmina, keponakannya jumlahnya 15 (duh!), tapi dia manis sekali, semua diinget buat di‐oleh2in. Ita udah ngetap, kalu next trip ke Maroko, dia mau deket2 Woro (Woro adalah pengambil keputusan belanja tercepat dan jago nawar!)
Monique: Monique, naaah ini Miss Perfectionist, mulai dari kembalian MOP2, sampe blow‐an rambut! Biar capek tetep ngeblo dan ngeroll rambut. Orang paling sibuk, tulang punggung perjalanan. Ni juga tukang sulap, tau2 dia punya tas biru gede banget, dari manaaaaaaa ... Suatu saat dompetnya Ibeth ilang di‐tengah krisis Viva Macau... Waaa semua lemes, tauknya ada di tas Moniiik!
Nana: Si Kalem mungil in charge of Hongkong itinerary dan semua urusan dengan Jinho (sumber info) dan Bu Julie (Hongkong apartment owner). Nana senyum bahagia, bisa nengok bekas rumah lamanya deket Happy Valley. Ampe ke‐mimpi2. Nana mimpi kita ke Hongkong deh... Ayo mimpi lagi Na!
Wawuk: Tas‐nya kecil, kayak orangnya, tapi kecil2 melaaaaaar sampai isinya bisa banyak hahaha, beli apa aja Wuk? Gue paling seneng mewawancara Wawuk "Wuk, kapan kamu memutuskan untuk memakai kerudung?," "Aku pakai sebelum pergi haji." Kereeen!
Reny: Peserta paling jauh, yang gue suka lupa dia Padang apa Menado sih? Topinya gak pernah lepas! Nggak rewel, apa aja hayuh, dan selalu siap dan rapi sejak pagi. Dia sibuk kerja, tapi akhirnya bisa juga ikut, makasih ya Ren, udah geser2 kerjaan kesana kemari!
Yetty: Kecil2 cabe rawit, kalem, melangkah pasti kalo di stasiun dan cepat baca peta! A very loving mom, dia beli ransel almost as big as herself buat anak prempuannya ... Serius kalo dititipin beli tas, selain anaknya, banyak juga titipan adiknya, sabaaar banget. Kalo gue dah pura2 nggak nemu deh.
Lies: Si bungsu ini yang gak boleh ilang, bendahara gini, tas‐nya ajaib, segala ada: Lies, bagi band‐aid dong! Mungkin dia satu2nya dari seluruh peserta yang malah dipaksa nggesek ama suaminya. Yaolo Liiiiies! "Aku nggesek hanya kalo blanja bulanan" ... Maaf Ncoeng, mungkin dia keracunan kalo sekamar ama gue hiks! Ha
Wina: Miss sakit perut, maunya banyak tapi susah tidur, senengannya egg tarts and dogs, aku urusan Ping Shan trail. Selama pergi 5 hari, I ate a total of 8 egg tarts, secara nggak doyan yang lain2 ... Tapi egg tarts‐nya emang bikin ngiler deh! Amrie, timbangan gue enggak naek loh, malah turun horeeheheheeeee ... satu2nya keuntungan melilit itu hilangnya appetite untuk makan. Ngeces kalo liat sepatu boots, kemanaaaa mau pake boots??
wina
Waduh seru banget.
Semalem ga buka internet, ternyata saling sambung‐menyambung cerita.
Iya, kami cuma mengandalkan browsing & google earth di tanah air serta Informasi dari b.Yuli & Jinho,
melalui Nana.
Di Hongkong, city signage systemnya OK banget, kita bisa abring‐abringan dng aman, terutama lagi tanpa mahram. Yg mungkin ga terjadi kalo kami2 ini orang Iran atau Arab. (..... di Macau kami sering bertemu dengan ras ini di lift.....sangat cantik2..... tetapi di lobby udah nunggu para prianya ).
Pagi pertama di Hongkong, belum bangun semua, aku & Ibeth jalan pagi. Ternyata ada taman kota, tempat Tai Chi para lansia.
Dimana‐mana lansia, menari kipas, poco‐poco, senam, bahkan ada seorang bapak yg melakukan gerakan kungfu, kayak liat Jet Lie.
Sampai aku & Ibeth ngayal, nanti kita kayak gitu.....bukan kayak yg itu.....bukaaaannn....itu kamu & Didit.
Di Hongkong, walaupun semua orang rush, kita bisa cepat beradaptasi.
Sesuai rencana, kami ke Ping Shan, seperti yg diceritakan Wina, yg ternyata adalah melawan arus.
Pagi2 semua orang ke kota untuk kerja, kita keluar kota.
He2..... begitu hebohnya kita (mungkin)..... sampai ada seorang bapak yang sepanjang perjalanan ngeliatin Woro, Wina, Lies..... kayak pengen nanya gitu......
Di Ping Shan, pagodanya sedang direstorasi, kami jalan menyusuri kampung tua.
Drainasenya keren, bersih. Sistem keamanan tiap rumah lucu, ada railing dari kayu yang unik.
Lalu ada tempel tua yg cantik .......
Wina sampai2 bersedia untuk menyapu di sini.
He2.....
Sesudahnya kami makan eggtaart & chicken pie yg lezaaaat benget, di pinggir old well.
Kita jadi terasa sangat dekat dan kompak.
.......
He2..... belum ketemu krisis di sini.....
Ntaaaar.......di Macau rupanya.....
hani
in memoriam Wina & adventurous 11 - (3)
Jum'at 26 Maret 2010 Hari ini acaranya ke the Peak, Central, dan sekitar Causeway Bay aja, soalnya by 15:00 kita udah harus cabut ke ferry terminal menuju Macau. Kita ke puncaknya naik tram merah kecil, lewat2 sela2 apartments, nyebrang jalan di atas jembatan, and a short ride later kita sampai di Victoria Peak.
I like this place, karena bikin ngelamun dan inget2 novel Jmaes Clavell Tai‐Pan. Dari satu sudut kita bisa liat the highrise buildings in Hongkong, Kowloon dan Victoria Harbour dan di sudut yang lain, kita bisa liat Pok Fu Lam, sebuah pemukiman yang ada desa2nya. Yang berkesan juga disini, kebayang harga apartments di tempat ini karena viewnya breathtaking. Kemudian pets diperbolehkan berkeliaran; aku lihat a pink cladded jogger ran along a black labrador with a pink leash and collar ... Briaaaaaan, kamu kurang beruntung, disini kamu bisa keren banget deh! Not in a pink collar seeeeh. Lalu kita turun naik tram lagi dan gilanya, sampai bawah antrian pengunjung panjang banget, untung kita perginya pagi2. Sampai bawah macet jalan2 ga ada taxis, so we hopped on a bus with an open deck on the roof. Entah kemana route si bus ini, seneng naik bus, bisa potret2 gedung, dan potret2 diri sendiri, banci foto gini semua. Sampai di Central, mulai melilit lagi, jadi aku mau pulang aja, tapi sebagian rombongan jalan2 ke arah Hollywood Road, padahal gue pengen banget kesiniiii... Tapi dah terlalu nyeri deh, akhirnya berdua Ibeth aku ke arah pulang, lumayan sempat ngelongok ada apa di Shanghai Tang, waaaaaaa ngeces nggak brenti2. Maaf pak Uban, hampir lupa lagi! Untung mules ... cepet2 ke stasiun subway, and just in minutes udah deket "rumah" lagi deh. Goblognya sampai rumah mulesnya berkurang! Lalu pengen makan yang rapi2 deh, di restaurant sebelah ada buffet European lunch, masuk situ aja ... and I found a very cute kitchen apparatus shop! Waaaaa design‐nya retro sixties bangeeeeet! My kind of shop. Beli Coldplay mug deh! Aku juga belum tau berita lengkap yang ke Central... ceritain disini ya! All packed, siap pergi naik ferry back to Macau. Jam 15:00 tepat ketiga taxi meluncur ke ferry terminal, imigrasi lagi, isi kartu untuk Macau lagiiii.... Naik ferry terkantuk‐kantuk ombak agak besar. Setelah sampai Macau, kita lalu menuju ke Ole London Hotel ... and the worst thing happened seperti kata Nana.
We had vouchers, but not registered in the reservation book, hahahaaaaa ... Disini bisa ketawa ceritanya, tapi waktu disana ya langsung bikin capeeeeeek deh berita ini. Cemas sih enggak sebab pasti ada jalan keluar. Lalu Monique dan Ibeth sibuk urus2 sampai telpon ke Jakarta segala, front office ladynya sangat menolong dan berhasil dapat 5 kamar di Golden Dragon hotel, upgrade nih ... sapa suruh huh?
Sampai hotel, istirahat sebentar and then we went out for dinner, ini traktiran Ncoeng! makan di Alfonso III, di Rua Central. Jalannya belak belok, kecil2 dan naik turun cukup curam, lovely! Makanannya disini nggak ada yang nggak enak! Suasananya kaya di Eropa and yet somehow different. Restaurant‐nya cozy sekali, low ceilinged with intimate lighting. Yang edan porsinya guedeeeee banget, ampe bingung, dan pelayan nggak mewanti‐wanti kita. Reny pesen barbequed chicken, datengnya 1 porsi tuh 1 ayam utuh, gimanaaaaaa makannya? Saladnya juga gedeeeeee deh! Gimana sih ngitung porsi makannya? Lalu pulang deh ke hotel dan tidur enak sekali ...
Notes:
1. Untung kita semua travel lightly, semua bisa memanage bagasi masing2 tanpa harus dibantu porter atau teman lain, habis kan ternyata harus nggeret bagasi menuju taxi stand, hotel aja nggak bisa manggil taxi, aneh deh!
2. Kita emang nggak muda lagi, tapi semangatnya hahahaaaa hebat deh! Ga ada yang manja, rewel, distant.
3. Semua siap menolong yang lain, siap mengakomodasi kebutuhan orang lain Yang seru:Kalau makan bayar sendiri, untung semua pinter ngitung, cepet, apa2 dibagi sebelas, lalu diumumkan: "Masing2 60 dolar" ... lalu semua kumpul uang cepet di Woro, and the waiters and other guests threw us amused looks ... tua2 patungan ...
Hani nanti tambahin Macau ya ... All I can say is that after all the flu, ulcer, migraines, varices, asthma attack, sprained waist and back, nonexistent hotel bookings, and bankruptcy of the carrier, I still look back with a warm feeling and a big smile (We did it!) and look forward to the next adventure ...
Salam,
Wina
Nambah cerita Macau.
Untung (Jawa sih......selalu beruntung)...... kami sempat rubah jadwal, ke Macau siang, tadinya mau malam tuh. Ternyata ferry fares siang lebih murah daripada malam............yaaaa siang laaaah nyebrangnya.
Ternyata kita udah abring2an.....langsung bruk ke hotel Ole London, 11 ibu2, 11 koper lebih di lobby hotel, bikin cici di front office panik.
Ternyata voucher kita belum confirm. Telpon2an lah, Monique telpon ke Jakarta...... waduh pulsa mahal.
Cici telpon ke Macau.com, travel agency di Macau. Sempat plan B, coba Ci, carikan hotel dengan harga sesuai budget, tapi kamarnya 3 (kita kan pesen 5 kamar). Ternyata Jum'at.......... semua hotel fully booked. Setelah berbagai argumen dan tetap manteng di front office, perjuangan kami berhasil.
Di transfer ke Hotel Golden Dragon, bintang 4. Sangat nyaman laaaahh. Beruntung lagiiiiii. Sesuai rencana makan malam, adalah fine dine, host Ncoeng.
Telpon dari hotel untuk reservasi ke Alfonso III, Macanese Restaurant. Cici di situ heraaaan banget. Ini ibu2 ribut.......darimana sih kalian ? ..... dari mana tahu restoran kami ?...... Smart for women katanya. Emaaanggg.......secara kita kan ITB gitu lhoooh. He2..... Walah, betul kita sangat terkejut dengan porsinya yg ruaaar biasa, terutama ayamnya, ternyata kalo pesen chicken yg keluar adalah whole chicken. Untung aku pesen ikan, ga whole fish yaaa. Sesudah dinner, rombongan kebagi 2. Ada yg pulang ke hotel karena terlalu lelah.
Ada yg jalan2 ke Senado Square, bagus banget kalo malem.
Lanjutnya ntar ya. Mau mandi dulu
Hani
in memoriam Wina & adventurous 11 - (4)
macau
sabtu 27 maret 2010
Berawal kesan okey waktu jalan2 sebelumnya dan referensi tambahan dari internet aku usulkan st.paul ruin dan senado plaza menjadi tujuan wisata kita di macau plus iming2 bahwa in between banyak banget aley2 tempat jualan eggtart. Rupanya ini golongan niat baik, karena banyak sekali kemudahan, kesenangan dan kekuatan dalam perjalanan yang satu ini.. Pertama tentunya penemuan brosur di hotel yang berisi peta dan penjelasan 24 obyek heritage yang sangat lengkap.
Kita sepakat untuk mengawali perjalanan dari casa garden; yang terdiri dari 2 obyek yang asalnya rumah yang dibangun pd abad 17 oleh seorang pedagang portugis kaya. Tamannya kemudian dipisahkan menjadi taman publik.
Bersih, tdk ada pkl banyak manula berolah raga dan grafiti pake air. Rumahnya sendiri tertutup untuk umum. Penjelasan tambahan diberikan kepada kita oleh serombongan oma2 (kata monique) saudara aku ....hhHHHH
Obyek berikutnya gereja beberapa buah, dan sepanjang perjalanan menyusuri trail ini kita ta'ajub oleh penataan pedestrian yang apik, dg segala keterbatasan ruang, jalan sempit berbukit, pedestrian yang sempit, tetapi di disain dengan makna dan keindahan.
Lanjut kita menuju st paul ruin sambil mampir ke kuil cina tua.... Rupanya muncul dari samping st paul yang hanya tersisa facadenya saja.
Setelah istirahat dan minum juice yang sedap, lanjut perjalanan menuju senado... Dannn tersangkut di toko oleh2 makanan.... Khasnya sana noga berbagai kacang, dendeng (sapi, babi, dll....) dan semprong isi. Dengan polosnya kita mulai icip2semprong dan oooo nooooo .......... tak sengaja rupanya ada yang berisi abon babi.... Kurbannya hani, yetti dan diriku.... Ditutup dengan belanja eggtart.... Setelah berubah menjadi rombongan dung ta mek (krn blanjaan mulai banyak) perjalanan lanjut ke senado square...
Sering sekali kita berhenti untuk berfoto... dan celotehan kita sering pula mengundang reaksi mbak mbak tkw untuk menyapa. Khasnya senado square adalah tutupanya, bukan rumput bukan aspal dan bukan tegel trotoar tetapi mozaik batu dan dikelilingi oleh bangunan2 lama yang telah direvitalisasi dengan fungsi baru. Ditengah plaza ada kolam dengan air macur.
Te ope begete deeeeeh. ...... Ntar nyambung ya....
Heritage macau terbagi dua bagian oleh satu jalan lintang bernama avenida de almeida ribiero, total perjalanan kata bukunya monique 4km, anehnya ketika ditawarkan lanjut pake bus pasukan dung ta mek memilih untuk meneruskan dg berjalan kaki.
Destinasi ke 11 adalah leal Senado Building, ada chapel, inner court, meeting room dan galery... Yang pameran siapa namanya han? Katanya bukunya kita pake referensi nirmana.
S
elain Senado square kita sering bertemu taman2 terbuka di sepanjang trail yang dkelilingi oleh bangunan yang dikonservasi.
Di salah satu diantaranya kita bertemu dengan Sir Robert Ho Tung Library, bangunan rumah tinggal th 1894 Dona Carolina Cunha yang dibeli pengusaha Ho Tung dan pada saat kematiannya diserahkan kepada negara untuk menjadi perpustakaan umum. Secara arsitektur bangunan ini luar biasa.
Di destinasi ke 4 house of man
kita disuguhi pameran tentang konservasi yang dilakukan untuk. Bangunan tersebut. Lahan seluas 4000 m awalnya milik seorang pedagang kaya. Tahun 2001 pemerintah baru memperoleh bangunan ini dan merancang upaya konservasi yang luar biasa.
Pasukan dung ta mek nampaknya sudah mulai lelah...dan lapar ... Sebenarnya sejak Senado kita sudah mulai mencari tempat makan, khususnya yang cocok dengan persyaratan Ita: ayam dan nasi.... Tapi tidak kunjung bertemu. Jadi dengan bujuk rayu, akhirnya kita masuk ke restoran itali yang letaknya di basement bangunan "busuk" tetapi faktanya sangat indah dan nyaman.
Makannya pizza tuna, + pizza 3 cheeze, risoto a'la fungi, salad, pollo arrosto atau roasted chicken, ditutup dengan cheese cake dengan lime sorbet, tiramisu dengan chocolate ice cream dan choco puff pastry dengan vanilla ice cream. Kapok dengan alfonso, siang itu kita sepakat makannya share..
Dari house of mandarin destinasi ke 4 kita lanjutkeujung heritage trail yaitu A - ma temple.
Di halaman luar ada pertunjukan barongsai dan ramai sekali pengunjungnya. Pasukan sdh nyata terbagi dua, yang kelelahan duduk menjadi pengamat dari jauh dan yang masih berkekuatan untuk menengok nengok dan memotret motret diantaranya Hani yang sampai ke wilayah tetangga maritime museum; monique yang sampai mencermati dalemannya A-ma temple; Dengan 3 taxi rombongan kembali ke hotel untuk bersiap2 ke venetian.
Atas arahan pak Ka Su kita sepakati berangkat jam 6. Di venetian kita masuk melalui lobby hotel dan langsung ke marco gondola ride, dan disambut oleh bidadari... ( Siapa ya yang punya foto ini? Mon? Han?).... Jugleman...dan giant man....
Pembelajaran besar dari Venetian itu adalah budaya dan artefaknya sukar untuk di replikasi. Orang yang pernah belajar arsitektur, seni dan budaya... akan sangat merasakan bahwa tanpa komunitas yang melekat dan tumbuh bersama artefak fisik kehilangan karakternya. Terlebih venetian itu sangat abisius mereplikasi banyak hal bahkan langit dibuat tetaap senja.
Pasukan di venetian terpencar 4; monique yang terlepas dari rombongan besar; lies dan wina yang harus mencari oleh2: rombogan besar yang gagal naik gondola karena tiket habis; dan aku yang terpisah karena kebelet pipis. Setelahh berkumpul akhirnya kita putuskan untuk makan malam di foodcourt.
Malam hari telp di kmr 1329 berdering. diikuti dg ketukan dipintu, monique dg cemas menyampaikan sms bu Yuli berupa saran untuk mengecek viva macau. Karena sudah dicoba via telp gagal, kita janji besok pagi urus, da mengabari teman2. Ini langkah yang kemarin tela dilaporkan juga kpd viba macau Jakarta On 28 march in the morning we are contacting the crisis centre in MACAU by phone and we have already fill the form as told by the crisis centre personel at the Macau airport!. They promised us that they will contact us at our mobile or room hotel phone before 13.00 but failed to do so.
Sepulang dari airport kita sepakat untukmakan siang yang deket2 saja.... Cina dan tidak bisa bhs inggris... Nasi gorengnya enak... Tapi ayam gorengnya aneeh banget....
Lanjut tadinya mau ke supermarket tetapi tutup, akhirnya kembali ke hotel dan nyangkut di tukang jualan tea... setelah transaksi, (ketemu tea phing San, persis nama lokasi yang kita kunjungi di hongkong) cicinya memperlihatkan cara menuang tea yang bener.
Around 13.10 we contact again the crisis centre and asked by the personel in charge Virginia to directly contact air asia for booking a seat to Jakarta. The air asia inform us that they still having negotiation with the government of macau, and asked us to call again the day after.
Again we contact the crisis centre and get information ; 1). Do not go to the airport 2). The centre will prioritize the macau resident first. 3). Because we are in a group Oriena the person in charge suggest us to taking care our self and reclaim the cost directly to viva macau from Indonesia. Untungnya tak lama kemudian nana dapat informasi, dan setelah berapat diputuskan untuk membeli tiket pengganti yang ada, yaitu china airlines. ............Nyambung ntar.....
ibeth
hongkong-2
senin 29 maret 2010
sesuai pembagian tugas, pagi2 jam 06.15 kita ber-3: ibeth woro aku keluar dari hotel naik taxi ke pelabuhan ferry macau-hongkong… ngejar pelayaran jam 7 pagi + 2x urusan imigrasi…. sampe di causewaybay mansion 5 fl/C rumah merangkap guesthouse merangkap kantor bu Julie jam 08.30…. cepet juga….. mungkin karena masih pagi….
rupanya bu Julie ikutan panik heheheeee…. dari kemarinnya udah koordinasi sama agen china airline….
untungnya…. 2 hari sebelum berangkat tur aku udah sempet kirim data peserta yang ternyata kemudian data itu berguna untuk booking tiket jarak jauh…. Alhamdulillah….. walau masih dicek ulang oleh ibeth…
b Julie bekerja masih dalam pakaian tidurnya (dia dipaksa bangun karena orang hongkong kalo bangun baru jam 10 pagi)…. kita nungguin fax tiket dari china airline sambil duduk manis ngobrol sama tamu2 guesthouse yang ada disitu (lumayan lho…. dapet info2 yang mungkin nantinya berguna)….
b julie sambil kerja ngasih informasi dengan hkd 235/org + tiket, temen2 yang masih di macau bisa check in airline di pelabuhan langsung sampe airport…. mungkin ini yang disebut express link….
horeeee…. fax tiket masuuuk… 11 lembar sesuai jumlah kita…. mulailah kesibukan sms dan telpon ke macau dan tiket untuk 8 orang langsung di refax ….
Alhamdulillah, Puji Tuhan… fax sdh diterima dg baik ‘n jelas ‘n gak byr, senangnya… Thx Nana, Ibeth, Woro… Smg abs ini lancarcarcar…… itu jawaban sms monik….. jam 10.13….
kita punya 2 jam sebelum pesenan mobil ke airport dateng…. lumayaaaan… bisa untuk naik trem ke happy valley sampe wanchai dan lunch deket2 mansion b julie….
namanya juga rejeki…. walau udah rencana pulang dari macau tetep aja harus balik lagi ke hongkong untuk liat apartemen lama…..hehehe…. dream come true…
happy valley adalah area pemukiman (apartemen)….. disitu juga ada tempat untuk pacuan kuda… (orang hongkong seneng judi kuda)… yang dikelilingi taman dengan kelengkapan plaza, bangku duduk, tempat main anak2, tempat leyehleyeh eyang2 dan pohon2 yang rindang… kita sempet terkagum kagum dengan akar pohon yang mengikuti bentuk paving block kotak2….
jam 1 kita berangkat ke airport check lap kok
naik mobil share sama 3 tamu guesthouse yang kebetulan tujuan sama … lumayan…ngirit….
rute darat dari hongkong causewaybay lewat tol…. nyebrang ke Kowloon melalui terowongan bawah laut… menyisir pantai baratdaya… nyebrang lagi lewat jembatan2 berstruktur kabel lewat pulau2
kecil menembus gunung….sebelum sampe ke airport di pulau lantau.... hebat sekali…. waktu tempuh mungkin sekitar setengah jam…. cepeeeet…. sayang memory card tustel penuh…. gak bisa terekam deeeeh..…
airportnya identik dengan citra hongkong….shopping center….
nana
yang tak terlupakan
hongkong yang sibuk….
tempat belanja yang menggiurkan….
sistim transportasi yang luar biasa kompaknya….
macau yang indaaaah... hotel yang nyamaaaan... kuliner yang enaaaaak.... dan bocoran cerita menejemen krisis sedikit.... dari terminal ferry HK-MC kita naik 3 taxi ke ole london... hotel bintang-2 yang dibuk moniq jauh2 hari lewat macau.com... haaa... walau ada voucher ternyata nama kita gak ada disitu.... juga gak ada kamar kosong karena malem minggu....
menejemen krisis-1 mulai... ibet n moniq dengan segala data dan upaya berhasil dapet ganti hotel untuk 5 kamar...
alhasil... kita nginep di golden dragon hotel bintang-4 yang nyamaaaaan... terima kasih ibet n moniq.... upgrade hotel... heheheeee.....
tur macau dipimpin ibet pengembangan program yang dibikin hani kuliner yang enak... dan sebagian gratis.... terima kasih ncoeng/lies, yetty/uda, ibet/donny.... jadi bisa beli oleh2 deh.....heheheeee.... malem terakhir koper udah selesai dipak...tiket pulang udah confirmed...tenang... jam 23.30 dapet sms dari b julie (contc prsn dan pemilik guesthouse di hongkong yang ternyata punya private travel biro)... kita diminta ngecek ke viva macau karena sehari sebelumnya penerbangan ke jakarta udah ditunda.... di tv sudah ada beritanya....tapi siapa yang nonton tv... wong kita asik jalan2...hehehe.... malem2 moniq cari info tapi gak berhasil....paginya ibet dan moniq k airport langsung... ternyata.... info dari ibet... di airport udah kacau... walaaaah.... kita enggak mungkin bisa pulang malem itu pake viva macau...
haaaa....menejemen krisis ke 2 mulai.... ibet dan moniq ngurus viva macau... aku cari kemungkinan tiket dari hongkong via b julie yang ngingetin hari minggu cuma bisa buking aja untuk senin sampe siang waktunya check out hotel gak ada kabar dari VM.... waaaah.... harus perpanjang kamar dooong.... mengingat wina yg sakit…ibet memutuskan pulang lewat hongkong se-cepat2nya sebelum seat abis untuk korban2 VM yang lain dan .... syaratnya bisa untuk 11 orang barengan.... ita renny ngurus perpanjangan kamar.... wina lies k travel cari diskon dan mbayarin dulu... kartunya udah dimatiin.. hihihi.... wawuk turun ngurus.... kamar beres... mulailah ngitung sisa uang untuk beli tiket CI dan ferry.... (wong uangnya udah untuk beli oleh2)... seruuuu.... ada yang ngambil dari atm.... ada yang sms suami.... ada yang ngutangin dulu.... qiqiqiiii.... alhamdulillah cukuuuuup..... horeee.....
pagi2 jam 6 kita tim-3: ibet woro aku ke hongkong ngurus tiket... tim-8 di macau nunggu fax tiket... tiket beres... horeeee.... pulaaaaang.... tim-8 check out hotel dan check in CI dari terminal ferry langsung airport...
tim-3 jalan2 di hongkong naik trem sambil nunggu waktu jemputan mobil ke airport... ketar ketir.... gak ada kabar dari tim-8.... ada masalah enggak.... sukses enggak solusi ini... gimana ketemunya.... akhirnyaaaaa..... ketemu juga diarea dalam airport.... senengnyaaaaa.... serasa enggak ketemu taunan....
alhamdulillah.....upgrade airline....sampe jakarta jm 20.20 (bukan jam 2 mlm seperti jadwal VM)...
nana
Catatan2 yang tersisa:
1) Arrival and departure card: Hehe, bagian ini gue kagum deh. Padahal sederhana banget. Kalau Indonesia kan kertasnya seperti karton tipis, terdiri dari 2 bagian: kiri utk berangkat, kanan utk pulang. Jadi nama, sex, no. Passport, tg lahir dan lain2 ditulis 2 kali semua. Yang paling bawah aja yang beda, penerbangan datang dan penerbangan pulang. Gue suka annoyed, keterangan yang sama ditulis 2 kali. Nah punya Hong Kong Macau di 2 lembar tumpang tindih kaya kwitansi, jadi sekali tulis nama, tembus ke bawah. I got curious, bagian vessel gimana nih... Eeee pinternya, pas nulis vessel masuk nggak tembus ke bawah, jadi bagian bawah kertas gak pake karbon. Iiiiih gampang gini solusinya, kenapa punya kita kuno banget, mana tebel, mana ukurannya persis sama dengan passport, sehingga ujungnya suka ketekuk2, mbok ya dikecilin dikit, (save more trees juga!)
2) Intonasi bicara: ternyata etnik Cina itu kalau bicara kenceeeeeng banget. Mereka kalau bicara seperti marah2, tapi liat mukanya kok biasa aja. Rupanya emang suaranya keras banget. Kalau ketemu rombongan besar waaaa ributnya kaya pasar, mulut bergerak cepet banget, makan kuaci sambil bicara balapan.
3) Taxi: Baik Hong Kong maupun Macau lalu lintasnya di kiri jalan kaya di Indonesia, sehingga pintu kanan belakang taxinya dikunci mati semua. Penumpang turun curbside. Baggage handling di-charge $5/piece. Kalo di HK argo-nya ada 2, fare dan baggage, jadi full amount yg dibayar harus kiri tambah kanan... Kik3 ga masalah, secara kita semua cepet klo ngitung duit. Lalu kalau di Macau total fare $20.50, maka dia membulatkannya ke bawah, jadi kita cuman bayar $20... What a nice change, sementara kita rounding up selalu ke atas.
4) Fashion: Orang2 Asia rasanya lebih cakep2, biar sipit juga! Badannya kecil2. Baju, gadgets lebih fashionable orang Asia ketimbang lainnya. Cellphones: nggak liat Bleki, kebanyakan iPhones. Meskipun udah nggak terlalu dingin, masih banyak yang pakai boots and heavy jackets. Sambil nglamun: di Bandung pantes kali ya kalo malem2 pakai boots...
5) Makanan yang berkesan: - Acar timun gede2 pakai bumbu cabe tidak pedas. - My black pepper sirloin di Alfonso, saucenya creamy gurih dan kuat banget pepper taste-nya. - Ikan Sardines di Macau - Egg tarts egg tarts egg tarts!! Gue mau belajar bikin ah, sebab Lisboa yang disini kok menghilang rasanya. - Melt in the mouth Walnut Cookies... Waaaaaa... Cuman beli 4 containers, harusnya beli 10 deh! - Ikut2 Lies beli sambel di Macau, karena berat cuman beli 3 jars, enak ada teri-nya sedikit! Udah tinggal setengah jar di rumah, Bayu dan pak Uban doyan. Lainnya buat oleh2.
6) Check in pulang di Macau ferry terminal, tulisannya bukan Express Link, tapi servicenya sama, kita check our luggage disini, ketemunya di Cengkareng, imigrasi juga sekali aja di Macau, langsung di HK masuk international zone, bisa santai2 di Hong Kong Airport. Naaaah secara koper kita udah bulging semua, sebelum berpisah kita tepuk2 dulu dengan pesan: baik2 ya, do your job, jangan kesasar, jangan ilang, jangan robek (ritsluiting udah stretched to its limit, kasian banget). Untung semua aman.
7) Tax refund: setelah selesai check in di counter China airlines HK, petugas bilang ke gue: You get a $120 tax refund. Biar cuman 120 tapi kuping gw kaya ga percaya: For each one of us? Yes, katanya. Katanya refund ini karena kita langsung datang ke HK dari Macau (nggak ngerti2 banget sih, tapi bodo amat deh). Masuuuuk, dapet duit 120 deh... Lalu beli beli Cote D'Or deh...
8) Masuk di Chek Lap Kok... Aku cengar cengir lagi deeeh, mules udah ilang... Ada toko buku (waaaaa), ada toko2 bagus2 itu... Last minute purchases, buat pacar2 anak2 loooh, bukan gue! Lalu gue sampai ke Longchamp, liat doang! Ada tas seperti yang biasa itu, tapi ada aplikasi bunga2 hippies flower generation dan lambang peace itu, which I thought would go very nicely with my Anna Sui toh? And yet aku manis, cuman lewat sambil telling myself: "Ah, ke kanak2an"... Cepet2 pergiiii... Bahayaaaa deh! Hayo ngaku pada blanja apaaaa? My best purchase: Coldplay Mug utk www.whateverittakes.org, sebuah organisasi that supports celebs yg support key global development issues (a.l. poverty alleviation, environmental conservation and the protection of children). My best feeling is about the new level of closeness between us all, termasuk dengan yang tinggal di milis ini... Daag,
salam
Wina

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
surat untuk Wina
Winaaaaa, Yaaaah, kamu berangkat duluan toh. Waktu aku nengok kamu ke RSCM, 27 November 2010 itu, aku koq risau. Aku genggam tanganmu, kamu mau dengerin obrolan Ibet dan teman2 lain. Kamu ngeluh kakimu terasa dingin, lalu dipakaikan kaos kaki, lalu kamu terasa panas. Aku bantuin lepas kaos kakinya. Kakimu dingiiiiiiiiiin sekali, seperti es. Aku takut, inget Papah. Aku inget banget, Senin aku nengok ke RSPAD, aku pegang kakinya juga dingiiiiiiiin. Lalu aku pulang ke Bandung. Eh, Selasa malem aku harus balik lagi ke Jakarta, karena beliau berangkat. Tapi aku kan ga berani bilang ke siapa-siapa. Rasanya baru kemarin, aku main ke rumah Uwo di Kayu Agung. Waktu itu kira2 September 1985, kayaknya ada selametan kamu & Uwo deh. Soalnya kamu pakai jarik. Aku lupa koq bisa2nya aku juga dateng. Aku bawa Widi. Waktu itu bayi laaaah, yaaa 9 bulan. Kamu seneeeng banget. Lalu mangku Widi. Sampai kamu di-ile'ke Ibu nya Uwo. Koq mempelai perempuannya mangku bayi sih. Apalagi waktu itu tamu2 mulai dateng. He2..... Rasanya baru kemarin, aku lagi2 main ke rumah Uwo. Kamu baru dateng dari Jepang. Anak2mu lucu2 gendut, pencilakan nggak mau mandi. Kamu marah2in & ngomel. Lucunya, kamu ngomel2 dalam bahasa Jepang. M.Didit sampai ter-pingkal2. Kata m.Didit juga, rasanya baru kemarin yaaa mereka main ke rumah bawa Brian. Iya kapan itu yaaa, Brian mah masih lincah. Nggak kayak kemarin, waktu aku ke rumah mu, Brian nglentruk, ga mau makan. Bahkan barking aja enggak. Padahal kan banyak tamu. Sorry yaaa .... ga keburu sampai ke rumahmu pagi2. Aku terlambat buka HP. Coba rumahku dekat. Aku dah sampai pagi2 kali. Aku berani lhooooo memandikan. Aku berangkat sama Ita. Gilaaa bener, kita berdua tuh nekat. Demi kamu tuh. Taelaaaah. Ga tahu jalan, ga bawa peta, boro2 punya HP ber GPS. Aku sms an sama Monique, Ncung, Ferdy untuk tanya keluarnya tol mana ? Jam 11.30 kami masih di Krawang tuh. Wah, ga akan mungkin kalau ke Bangau dulu. Yaaa udah diputuskan ke Jeruk Purut aja. Ternyata kami kebablasan turunnya sampai Pondok Indah. Waktu cari puteran U-turn, sampai Citos udah jam 12.45. Kata Diani, kamu hampir sampai. Diani sengaja khusus dateng. Dari kantornya naik ojek. Win, terimakasih yaaa, kamu udah sayang sama Diani. Inget gak, waktu kita becandaan antara teman2, untuk saling menjodohkan anak2 kita. Kamu bilang : "Aku aja, aku ada 2 nih". He2..... Terus waktu aku bingung cari kos2an untuk Diani, kamu nawarin di rumahmu aja. Waktu itu Diani, sms-an terus laporan pandangan mata. Karena aku sungguh2 ga kebayang Jeruk Purut tuh dimana ? Sms & telpon, dapat informasi dekat Kemang, dekat Antasari. Halaaaaah. Aku udah mulai stres tuh. Aku tuh kalau mau pergi ke suatu tempat biasanya lihat peta dulu. Kamu tahu kan, waktu kita mau ke Hongkong-Macau itu, kamu khusus mempelajari Hongkong dan aku Macau. Aku google-earth tuh yang namanya Macau. Sampai hafal lokasi Senado, St.Peter's Ruin, Macau Island dan Taipa Island. Rute taxi dan jalan kaki aja aku pelajari. Waktu mau nengok ke RSCM sama juga. Aku pelajari peta Jakarta. Karena harus menentukan meeting point dengan Diani. Dia naik bis dari kos an di Kebayoran. Lhaaaah ini, Ita nyupir, bari aku ga tahu ujungnya tuh sampai dimana. Ga sanggup deh. Apalagi kejar2n dengan waktu. Takut ga ketemu Uwo & anak2. Akhirnya kami ke jl. Bango aja deh. Nunggu Uwo & anak2 di sana. Sms dari Diani : "Hiks2, aku sedih. Bayu nangis. Oom Uwo tegar. Kata Danu, baru pertama kali ini aku adznin orang. Maksudnya kamu". Alhamdulillah, anak2mu anak yang santun. Semoga mereka selalu mendo'akan kamu yaaa Win. Supaya jadi "lilin" yang menerangi perjalanmu itu. Jam 4 baru kami ketemu mereka. Kata Uwo, kamu pergi dipelukannya yaaa. Kamu beruntung Win. Uwo tuh gemati banget ke kamu. Sambil mbrebes mili, dia bilang, bahwa kamu menepati janji, hanya ajal yang memisahkan. Aku ikut trenyuh tuh. Kira2 jam 5 kami pamit untuk balik Bandung. Lhaaaah Win, keluar dari Bango susah banget. Kesasar-sasar sampai jl. Wijayakusuma segala. Ada lah, jalan yang sama sampai 3 kali dilewatin. Aku bilang ke Ita : "Ta, kayaknya tadi udah lewat sini deh". Akhirnya ga tahu gimana, ujug2 kami udah njedul ke Cilandak. Kata Ita sih dia kayak ditunjukkan oleh kamu gitu. Ga tahu deh .......... Terus dengan entengnya dia bilang, nah sekarang mah udah bener jalan ke Bandung, ga akan mungkin kesasar ke Anyer. Eh, pas di km berapa gitu, jalannya bercabang, ke kiri ke Cikampek, ke kanan ke Tanjung Priuk. Kami ketawa2 : "Ati2 Ta, ambil kiri, nanti kalau di kanan, sampai Anyer beneran. Gitu terus sepanjang jalan. Ntar di Cipularang. "Ati2 Ta, ambil kiri, nanti kalau di kanan, kita sampai Cirebon". Maklum dia tuh pertama kali nya Bandung-Jakarta pp. Sampai2 Ferdy besoknya khusus sms aku. "Kemarin sampai Jakarta jam berapa ?". Gitu deh pengalaman tak terlupakan. Yang pasti Allah SWT pasti sayang banget ke kamu. Kami2 ini masih harus berjibaku beribadah dan beramal nih. Aku akan kangen dengan tulisan2mu di blog ini. Blog kamu sendiri "Inside the grey cells" (http://amamom7.multiply.com/) gak akan pernah kamu update lagi deh. Pokoknya nanti kami2 pasti nyusul. Pastinya satu per satu. Ga mungkin berangkat bareng lalu ngumpul di airport seperti Maret 2010 y.l. Nanti kita ketemuan di perjalanan terakhir deh. Udah yaaa. C.U. Hani
bukomandang trip (1)
LOG'78 going HK-Macau
Insya Allah kami akan melakukan perjalanan ke Jkt-Bukittinggi-Kotogadang-Padang tanggal 22 April – 24 April 2011.
Ini merupakan perjalanan saya ke dua kali bersama teman-teman perempuan se ITB77.
Perjalanan pertama kami lakukan tahun 2010 yang lalu, dengan tujuan Hongkong-Macau.
Grup kami, kami namakan LOG’78, singkatan dari Ladies of G’78.
(Thanks to alm. Wina yg sudah membuat milis LOG’78 yang masih aktif sampai sekarang, lagipula kami tidak tahu bagaimana menonaktifkannya kaaan).
“G” adalah nama himpunan kami dimasa kuliah di Teknik Arsitektur ITB.
Kenapa “78”, karena kami masuk jurusan Teknik Arsitektur di tahun 1978, setelah melalui masa matrikulasi dan pertama bersama (TPB) di tahun 1977.
Akibatnya Log’78 bukan hanya ITB77 tetapi juga ada ITB76 nya.
Perjalanan ini kami rencanakan sejak akhir tahun 2009. Bermula dari kumpul-kumpul arisan G’78.
Tekad kami waktu itu adalah bagaimana dengan hanya Rp. 5 juta, kami bisa pergi.
Kenapa perempuan semua? ..... Iyayaaa, kenapa yaaa.....
Kami bagi-bagi tugas. Monique mencari travel.
Nana (Ratna Sriwijayanti-ITB’76) pernah tinggal di Hong Kong dan punya kenalan yang menyewakan apartemen. Ingat..... budget harus ditekan bukan?.
Alm. Wina browsing tentang Hong Kong. Saya browsing tentang Macau.
Google Earth dan rute didownload, bahkan walking trip pun kami tahu rutenya.
Segala blog tentang kedua negara itu kami download dan disusunlah itinerary lengkap dengan restoran-restoran tujuan yang menggugah selera.
Jadwal pelan-pelan disusun, sampai ditetapkanlah 24 Maret – 28 Maret 2010.
Wina dengan Hongkong itinerary dan saya dengan Macau itinerary.
Bukan apa-apa, budget airline yang kami pilih, hanya terbang di hari Rabu dan Minggu.
Lies membuka rekening, dan kami diberi kode sesuai nomor urut.
Cukup waktu untuk menabung sampai batas waktu ditentukan.
Rapat-rapat di Jakarta dan Bandung digelar.
Cara mengepak yang ringkas dan efisien diforward oleh Ibeth (Ramalis – ITB76) ke semua teman-teman, karena berat koper max. hanya 15 kg.
Akhirnya di hari yang ditunggu-tunggu itu, kami semua ber-11 dapat berkumpul di bandara Soekarno Hatta, siap melakukan perjalanan yang tak terlupakan. Empat orang dari Bandung (Woro, Ibeth, Ita dan saya). Empat orang dari Jakarta (Monique, Wina, Nana dan Lies). Satu orang dari Manado (Reny). Satu orang dari Makassar (Yetti). Dan satu orang dari Bogor (Wawuk).
Tak sabar rasanya menunggu perjalanan y.a.d, dan foto-foto bersama dengan para Gladies 77.
Hani
(NB : tak lupa terimakasih buat anak2 dan suami yang sudah memberi ijin kami-kami ini jalan-jalan meninggalkan kalian semua.......) J
lady of g-78 trip
departure time eleven of us going to hongkong and macau, from march 25th - march 29th year 2010