Tak terasa, kembali tiba 28 Juni β hari spesialmu β untuk keempat kalinya, bersama.
Di 28 yang ke-28-mu tahun ini, kupersembahkan kembali sesuatu yang paling kamu senangi:
tulisan, bacaan, dan rasa.
28 menjadi angka yang magis di tahun ini.
28 juga adalah tanggal lahirmu.
28 juga adalah umurmu.
Dan,
28 juga adalah angka kita untuk selamanya, nanti.
28 tak lagi hanya deretan angka di kalender.
Ia akan menjadi saksi, tempat di mana dua hati sepakat untuk berjalan bersama.
Aku akan menjadi rumah untukmu, dan kamu akan menjadi pulang bagiku.
Seperti janjiku, di hadapanmu dan ayahmu β
aku akan menjadi bajumu, dan kamu akan menjadi bajuku.
Jika 28 dikurangi 25 adalah 3,
maka izinkan aku menyampaikan tiga harapanku untukmu:
Kuharap kamu selalu disinari kebahagiaan.
Bahkan saat duniamu terguncang,
selalu ada cahaya yang memelukmu dalam gelap.
Dan kuharap, aku bisa menjadi cahaya itu.
Kuharap kamu selalu dinaungi kesehatan.
Bahkan ketika tubuhmu letih dan semangatmu redup,
selalu ada tangan yang membalut lukamu.
Dan kuharap, aku bisa menjadi tangan itu.
Kuharap kamu selalu dilimpahi kesejahteraan.
Bahkan ketika jalan terasa sempit dan rezeki enggan mengetuk,
selalu ada pintu yang terbuka untukmu.
Dan kuharap, aku bisa menjadi pintu itu.
Hadiah ini mungkin tak bernilai materi.
Tapi kuharap cukup menjadi pelita kecil
yang menghangatkan hatimu β hari ini dan seterusnya.
With all of my heart,
pratamat