"Master SHIFU dan KUNGFU PANDA"
Saya baru saja membaca sebuah kisah inspiratif yang mampir di group WA saya, kategori TEKNOLOGI INFORMASI. Namanya BRIAN, seorang remaja yang secara fisik TIDAK Normal seperti kita-kita pada umumnya. Dia mempunyai masalah pada syaraf-syaraf motorik sejak lahir.
Tidak hanya itu, FOKUS saya terletak pada KEAHLIAN yang dimilikinya. "YA!, dia seorang FULL STACK DEVELOPER". Di dunia TEKNOLOGI, istilah "FULL STACK DEVELOPER (FSD)", merupakan sebuah gelar kepada seseorang yang ilmu IT nya sangat tinggi. Kira-kira seperti "Master SHIFU" di film KUNGFU PANDA.
Biasanya remaja-remaja LULUSAN sekolah KOMPUTER hanya menguasai satu bidang dari beberapa bidang yang ada dan dengan satu atau dua bahasa program.
Seorang FSD menguasai bidang FRONT-END, disini FSD dituntut untuk bisa mempercantik aplikasi sehingga pengguna merasa nyaman dan senang menggunakan aplikasinya. Jurus dan tools yang harus dikuasai seperti CSS, JavaSript termasuk jQUERY, AngularJS, dan sebagainya. Tidak sembarangan, sentuhan SENI diperlukan disini.
FSD juga dituntut menguasai BACK-END, seperti Java, Python, Rubi, PHP, dan teman-temannya, dimana logic dan algoritma inti dari sebuah aplikasi ada disini.
Bidang SERVER-ADMIN juga harus dikuasai termasuk Database seperti mySQL, PostgreSQL, atau yang mulai tren noSQL seperti MongoDB, dan juga protokol Network TCP/IP serta API yang umum dan tersedia seperti milik Google.
Bener-bener dianggap SAKTI sebagai pengembang IT. Tidak banyak orang yang bisa menjadi FULL-STACK Developer. Bisa dibayangkan kan? tools dan bahasa program yang harus dikuasai? seperti seorang membuat pesawat, dia yang disain bentuknya, dia yang merancang mesinnya, dia yang merakit, dia juga yang menguji, dan akhirnya pesawatnya bisa dipakai oleh orang lain dengan nyaman dan aman.
Kembali ke BRIAN, walaupun mempunyai kekurangan secara fisik, namun dia berhasil mencapai LEVEL tersebut. Entah bagaimana memulai untuk belajar. Yang membuat saya 'Angkat Topi' juga, dia mencoba melamar sendiri ke beberapa PERUSAHAAN, dia naik komuter, mikrolet, sendiri tanpa perlu bantuan. Dan, akhirnya bisa diterima dan bekerja di sebuah perusahaan pengembang IT. Selamat Brian, orang-tua mu pasti BANGGA.
Tulisan ini sebenarnya juga ditujukan untuk Anak-anak saya, dan juga MAHASISWA saya (yang dikit-dikit tanya, BAGAIMANA CARANYA pak?). Jangan MUDAH menyerah. Optimalkan daya dan energi selagi masih MUDA. Jangan cuma bisa mengandalkan Orang-Tua, Kakek-Nenek yang mungkin punya cukup fasilitas.
Kalau bukan karena USIA dan Waktu, saya-pun ingin mencapai itu.... seperti BRIAN.
--- Riyadh-17 Safar, 1440.














