binarpadanara |
"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana..." itu kata Sapardi. "Sepikul dosa sepukau sepi." imbuh Sutardji.
Chairil lalu mengumpat, "Mampus kau dikoyak koyak sepi!"
Aku bisa apa? Andai tak sukar ku gali tentu kau sudah jua ditelan sepi.
Rasaku, ia tumbuh kuat menembus ranah terbawah hatiku. Bayangmu tak berdiam di pandangku hanya sesaat, Nara. Selalu dari pertama kita bertemu dulu.
Kuasa apa aku untuk menghilangkanmu bila memudarkannya saja aku pasti ragu?
Pun kini jauh kau tak disampingku, bersitan dirimu melekat terus dalam asaku. "Aku pilih memejamkan saja mataku, bila menatap binar matamu aku tak mampu. Jatuh hatiku dalam pada pandangku. Awal cintaku padamu." begitu pendamku.














