I Wish I knew How Hard it is to Get a Job in The US
Sebagai seorang lulusan D3 yang bukan lulus dari universitas di Amerika dan tanpa pengalaman kerja di Amerika, saya terlalu percaya diri.
Waktu awal sampai di Evanston saya sangat yakin akan cepat mendapat pekerjaan di Amerika. Saya merasa Bahasa inggris saya cukup baik dan pengalaman kerja saya cukup bagus. Saya pikir, “ah, dapet kerjaan kecil semacam waitress atau librarian pasti gampang.”
Saya lupa kalau Amerika bukanlah Indonesia yang excited memiliki pekerja orang asing lulusan luar negeri. Saya lupa kalau di Amerika saya minoritas dan orang sana bodo amat melihat ijazah UI saya dan pengalaman kerja saya di Indonesia. Selama saya bukan lulusan universitas di Amerika dan tidak mempunyai pengalaman kerja di Amerika maka nilai saya 0 (mungkin)
Setelah mendapat izin kerja di Amerika saya langsung mengirim resume saya ke puluhan perusahaan, dari yang sesuai bidang saya (Digital Marketing) sampai bagian pencuci piring di panti jompo. Dari puluhan perusahaan, saya hanya dapat satu interview dan saya tidak datang Karena curiga itu perusahaan scam. Saya baru saja mendapat tiga tawaran dari Linkedin di Illinois yang harus menghabiskan waktu 3 jam untuk naik kereta dan 6 kali ganti bus.
Saya juga sempat melamar sebagai dog walker dan di panggil untuk tes pemasangan tali, tidak diterima Karena katanya Teknik saya salah. Tapi saya merasa di diskriminasi Karena warna kulit berhubung si employer sangat semangat menerima pelamar kulit putih tapi langsung males lihat saya yang “berwarna”, dia ngomong dan ngetes Teknik saya sambil memoles makeup di wajahnya waktu itu. Mungkin nggak di ajarin etika sopan santun sama perusahaannya.
Saya bertanya-tanya dengan sesama istri yang ikut suami sekolah di Northwestern apakah mereka punya pengalaman yang sama dengan saya. Ternyata mereka juga kesulitan mencari pekerjaan di Amerika, beberapa dari mereka malah lulusan master Columbia University dan sampai sekarang belum mendapat pekerjaan. Halo? Apakabar saya yang lulusan Indonesia? D3 lagi.
Kalau kalian bilang “ya lanjutin aja dulu sekolahnya”, saya rasa itu bukan pilihan untuk saya. Susah cari beasiswa lanjutan D3 dan saya tidak mungkin kuliah dengan biaya pribadi.
Dengan keadaan seperti ini bukan berarti saya menyerah lho. Saya masih punya 5 tahun lagi di Amerika untuk mengejar pengalaman bekerja apapun itu pekerjaannya asalkan tidak melanggar hukum. Lagipula saya kan pekerja yang legal Karena punya izin kerja jadi apa lagi yang saya takuti. Doakan saya ya pembaca!