Komparasi berbagai metoda earthing dalam kelistrikan
Dalam dunia kelistrikan, sistem pembumian atau earthing adalah bagian penting yang harus diperhatikan. Selain faktor safety, sistem pembumian yang baik dapat menjadikan perangkat-perangkat elektrik lebih durable
Untuk mengukur kualitas sistem pembumian, para teknisi umumnya menggunakan perangkat yang disebut dengan earth tester. Perangkat ini digunakan untuk mengukur resistansi total dari sistem pembumian.
Saat ini, setidaknya terdapat 3 jenis sistem earthing yang familiar digunakan. Sistem tersebut adalah :
Sistem ini sering dikenal dengan nama insulated ground. Dengan demikian, sistem ini sesungguhnya dapat dikatakan tidak terhubung dengan perangkat pembumian. Kekuatan isolasi murni mengandalkan material bahan yang digunakan sehingga menghasilkan sebuah sistem yang mampu mencegah leakage current. Jika sistem berjalan dengan baik, kenaikan tegangan tak akan melebihi line to line voltage pada saat terjadi fault current.
Kelemahan dari sistem ini adalah sulitnya mendeteksi lokasi fault current. Untuk itu, Insulated earth lebih banyak diaplikasikan pada kelistrikan low voltage.
Dikenal juga dengan nama Solidly Earthing. Sistem pembumian tipe ini, jalur netral akan terhubung langsung dengan perangkat grounding. Fault current yang biasanya mencapai 20 hingga 30 kali arus nominal. Meski mampu menyalurkan fault current yang besar, overvoltage yang dihasilkan tidak akan melebihi tegangan line to earth.
Tujuan dari metode ini adalah untuk membatasi arus gangguan untuk keamanan yang lebih baik.
Terdapat beberapa jenis pembumian impedansi yakni
A. Pembumian menggunakan resistansi
Jalur netral terhubung dengan sebuah resistor. Fault Current maksimum dapat disesuaikan dengan nilai resistor yang di gunakan.
Formulanya menggunakan hukum ohm dimana I=V/R
Dimana R = nilai resistansinya (ohm) dan V adalah tegangan line to earth (KV)
Adapun alasan utama kenapa sistem ini diguanakan adalah :
Mengurangi resiko terbakar atau melelehnya perangkat listrik pada saat terjadi fault current
Mengurangi mechanical stress pada sirkuit serta perangkat fault current
Mengurangi resiko tersengat arus listrik maupun ledakan pada saat terjadi fault
Terdapat 2 jenis resistor yang digunakan, yakni high resistance yang biasanya digunakan untuk arus-arus kecil (dibawah 10A) serta low resistance value untuk arus 10 A hingga 3000A
B. Pembumian menggunakan rangkaian reaktansi dan arc suppression coil
Pembumian ini menggunakan reactor serta suppression coil yang terhubung dengan tanah
Untuk lebih jelasnya, lihat tabel komparasi berikut
sumber : enginering portal