😂😂😊 Saat itu.. aku isim mufrod, tunggal sendiri saja.. Seperti huruf, sendiri tak bermakna.. Seperti fi’il lazim, mencinta tak ada yang dicinta.. Tak mau terpuruk dan terdiam, aku harus jadi mubtada’, memulai sesuatu. Menjadi seorang fa’il, yang berawal dari fi’il.. Tapi aku seperti fi’il mudhori’ alladzi lam yattashil bi-akhirihi syai'un mencari sesuatu, tapi tak bertemu sesuatupun di akhir. . Bertemu denganmu adalah khobar muqoddam, sebuah kabar yang tak disangka.. Aku pun jadi mubtada’ muakhkhor, perintis yang kesiangan.. Aku mulai dengan sebuah kalam, dari susunan beberapa lafadz yang mufid, terkhusus untuk dirimu dengan penuh makna. . Dari sini semua bermula. Aku dan kamu, bagaikan idhofah. Aku mudhof, kamu mudhof ilaih. Tak bisa dipisahkan. . Cintaku padamu ber-i’rob rofa’, tinggi. Bertanda dhommah, bersatu. Cinta kita bersatu, mencapai derajat yang tinggi. . Saat mengejar cintamu, aku cuma isim ber- i’rob nashob, susah payah. Bertanda fathah, terbuka. Hanya dengan bersusah-payah maka jalan itu kan terbuka. Setelah mendapatkan cintamu,. . . . apaan siih 😊 . . video oleh santri madrasah 3 aliyah al junied @tausiyahcinta_ @shella_12ahma @reistaputrii @santri_ngopi @ctdk @abbasy_islamicdesign @teladan.rasul #sholawat #pengagumsholawat #nahwu#shorof #alasantri #music #musically #berbagisemangat @pengagum_sholawat #tausiyahcinta @sasenglishlaboratory #explore_siantar












