Leon Agusta, Gendang Pengembara, Kumpulan Puisi, Eidos Pustaka, 2012, x+235 hlm, 50.000 . . Buku ini merupakan puisi lengkap Leon Agusta yang cukup tebal. Diawali dengan puisi tang terbit di awal tahun 60-an dan ditutup puisi terakhir tahun 2011. Buku ini merupakan potret dan dokumentasi penting terkait perjalanan kreatif si penyair. Perasaan, alienasi, tempat baru, sejumlah pandangan, kerinduan, hasrat hadir dalam puisi-puisinya. Bentuk pengembaraan itu tertuang dalam puisinya yang ditulis tahun 74: Tanpa memberi kabar Yang terbang telah mendarat Tanpa memberi kabar Pengembara sudah berangkat Rindunya di Vientianne Nostalgianya di Bukittinggi Malamnya di Frankfurt Gairahnya di Seoul Sepinya Sungai Mekong Gelisahnya di New York Tangisnya terpendam di hutan-hutan Darah dan keringatnya Kuala Lumpur Kuala Lumpur, oh Kuala Lumpur. . . #leonagusta #gendangpengembara #kumpulanpuisi #eidospustaka #jualbukusastra https://www.instagram.com/p/CEvM5LwHesq/?igshid=v7en9w6lb2wj
Loading...


















