Pinggir Rel Kereta
Aku melihat dari pinggir rel kereta,
Melihat segerombolan anak-anak SMP yang bercanda tawa dan bermain ketika kereta sedang lewat, sepertinya tak ada rasa takut, mereka malah ingin menyentuh dinding-dinding gerbong kereta yang melaju dg cepatnya, dengan sorak gembira mereka mengulurkan tangan mereka
Aku melihat dari pinggir rel kereta,
Seorang nenek yang tengah sibuk memasak sayu, beliau membantu anaknya yang buka warung nasi, nenek yang masih semangat bekerja untuk membantu anaknya bertahan di tengah kota metropolitan ini
Aku melihat dari pinggir rel kereta,
Seorang kakak laki-laki yang tengah asyik menggoda adiknya, dia sengaja memakan jajanan adiknya dan dengan tampang meledek, dia terus mengatakan bahwa jajanannya enak, kepuasan tersendiri baginya melihat adiknya merengek, lebih-lebih sampai menangis
Aku melihat dari pinggir rel kereta,
Segerombolan mahasiswa berjalan dibawah terik matahari, mereka baru saja pulang dari kampus, obrolan asyik seputar tugas dan agenda bersama, nampaknya teman yang baik selagi mereka bertemu dan akhirnya akan berpisah begitu sampai kos masing-masing, dilanjutkan aneka kesibukan mahasiswa, ada yang organisasi, kerja paruh waktu, bahkan sekedar ngepo-in idola tokoh-tokoh korea di amar kos mereka, . . .
Ah aku masih betah melihat dari pinggir rel kereta,
Terik matahari, lengkap dengan asap kendaraan, bunyi klakson dan kendaraan yang saling berdesakan, berebut jalan, siapa cepat, dia melesat, tak peduli seperti apa rambu lalu lintas yang ada,
Tak terasa, seperti ini kehidupan yang ada disekelilingku selama hampir 4 tahun ini, kehidupan yang membawa banyak pelajaran, kedewasaan, pertemanan, keilmuan, pengabdian, sampai pada kisah-kisah seputar cinta dan perasaan,











