Nggak terasa sudah tanggal 30 Oktober 2020 artinya tantangan menulis selama 30 hari telah berakhir. Namun buat gue menulis itu sesuatu yang masih harus di pelajari dan diasah lebih dalam lagi. Bukan berarti gue nyerah dengan kondisi saat ini melainkan gua harus introspeksi diri menjadi lebih baik lagi di tantangan berikutnya
Karena untuk tantangan 30 hari menulis ini gue hanya bertahan selama 15 hari di awal dan 15 hari terakhir ada beberapa yang gue lewatin secara sengaja (karena Males). Walaupun kadang karena gue kondisi yang tidak memungkinkan dan salah satunya adalah faktor kelelahan
Tapi di sisi lain gua jadi mikir kalau komitmen dan konsistensi itu benar-benar harus dibangun dari hal-hal kecil semisal tantangan 30 hari menulis ini. karena dari sesuatu yang kecil ini kita bisa berprogres, kita bisa bertumbuh menjadi pribadi dan karakter yang lebih kompeten dan adaptif
Gue nggak mau menjelaskan alasan gua secara spesifik. Gue juga nggak mau mem- proklamirkan kalau gue akan begini gua akan begitu. Tapi gua di sini introspeksi diri kalau yang namanya menulis itu butuh niat, Butuh waktu, butuh asupan bacaan dan butuh kemaluan. Bahkan untuk menulis hal absurd pun dibutuhkan hal-hal yg Gue sebutkan sebelumnya
Selamat untuk teman-teman yang berhasil mencapai 30 hari menulis ini, semoga di tantangan berikutnya bisa mencapai impian dan Goal-nya masing-masing. Dan Gue berharap dari sini gue bisa bertahan untuk bisa terus nulis setiap bulannya dan bisa terus berkarya tanpa banyak alasan
Selamat datang bulan November, Semoga Kita bisa bersahabat dan mencapai Target yang Kita impikan
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Walaupun sudah lewat 2 hari yang lalu, Gue ga mau beralasan dan tetap mencoba disiplin dengan komitmen yang sudah Gue buat. Let’s Go!
Describe your style. Kalau bicara mengenai style atau gaya, gue pribadi menilai diri gue ini ya biasa-biasa aja, simple dengan tetap beradaptasi dengan situasi dan kondisi
Ya mungkin beda dengan kebanyakan orang ya. Tapi Gue merasa dengan jd biasa lebih "Down to earth" dan tenang aja mau kemanapun. Tanpa harus pikir panjang soal "baju apa yang di pakai buat hari ini ya?". It's waste my time i think
Lagipula, sepertinya gaya gue yg biasa dan lebih ke arah minimalis gini justru menciptakan prinsip baru dalam hidup Gue. "Duitnya bisa buat beli makan atau sumbangin/donasi ke organisasi tertentu lah ini..". Semakin biasa jd makin bersyukur aja dengan yang sudah ada
Pernah Gue kala itu masih SMA coba pake jaket Army (baca: ABRI) gitu buat dipake ibadah. Etapi dalam hati gue bergumam, "Ngapain seh gue begini? Biar dibilang apa?" Bukannya seneng jd pusat perhatian, malah jd bahan gunjing dan ledekan teman. Lalu menyebabkan Overthinking sendiri setelahnya yang ada. Hahahaha...
Kalau ditanya style Gue skrng apa. Ya, i prefer choose to be Minimalist. It's easy, and make me comfortable and enjoy
Gue kadang suka heran juga dengan orang-orang yang punya pakaian sampe 2 atau 3 lemari. "Apakah mereka dalam setahun itu pakai semua baju itu? Atau gimana cara merawat baju sebanyak itu ya?". In my mind it was full of unrest
Bukan iri seh ya, cuma Gue berpikir lebih bijak aja. Semakin dewasa bnyk prioritas yang harus dipikirkan dibanding memilih "mau pakai baju apa hari ini ya?". Kesannya Kya hidup Lo enjoy banget ya dan ga punya beban pikiran gitu lho. #NoOffense
Tentu, Semua balik lagi ke diri masing-masing orang ya. Gue hanya menuliskan keresahan Gue biar lebih tersalurkan saja ke medium yang lebih aman. If you disagree and have other arguments, go ahead
Yak, masuk hari ke-79. Kali ini bahasannya Buku favorit
Ga akan bosan-bosannya Saya akan bilang kalau buku ini adalah buku "Legend" dan mungkin salah satu buku yg bikin Saya jadi suka baca
Kenapa begitu? Karena setelah membacanya, rasanya pikiran terasa terbuka akan wawasan baru dan bikin gue semakin penasaran akan suatu hal. (Maklum jaman dulu akses internet masih hanya untuk orang" tertentu saja)
Seberapa seru isinya? Isinya lebih ke cerita dan sharing pengalaman aja padahal. Tapi, cara "Bang Pandji" menceritakan dan menjelaskannya asik dan seakan kita diajak jalan-jalan keliling indonesia
Satu cerita yang sampai sekarang masih teringat di benak Saya adalah ketika bang Pandji jd ambassador iklan sabun Lifeboy (bener ga seh tulisan gini, ya itulah). Ketika sampai di Indonesia bagian timur melihat langsung dgn mata kepalanya sendiri kalau kondisinya jauh dgn yg ada di Jakarta. Dan sejak saat itu, Beliau selalu memperjuangkan kondisi orang-orang timur dan Memberikan kita pandangan kalau Indonesia itu diversity dan indah
Saya ga munafik seh. Kali pertama liat cover bukunya langsung men-"Judge" di awal gitu, "Jir, Keren nih buku kyanya..!!". Jadi, Don't judge book by it's cover tidak berlaku buat buku ini menurut Saya. Terlihat simpel tapi punya arti yg ambigu. Mungkin dari situ gue jd tertarik buat tau isinya
Sebenarnya masih banyak buku-buku menarik dan keren lainnya. Cuma, mungkin buku ini yg cukup memorable buat Saya secara dia bisa jd teman melepas penat waktu belum ada akses internet selain itu emang isinya yg keren juga
Kalau kalian punya rekomendasi buku menarik buat jd temen ga ni?
Awal mula Saya nonton TV Series itu Jamannya sitkom Office Boy atau yg lebih dikenal dengan OB di TV. Tapi, kemungkinan TV series paling berkesan Saya itu berawal dari Dorama Jepang. Inget banget kala itu masih semester 6 dicekoki banyak anime dan karakter Jepang. Sampai akhirnya ada teman yang kasih rekomenadi Dorama "Densha Otoko" (2005).
Ceritanya simple tapi sangat relate sekali dengan Saya yg kutu buku (geng anak cupu) saat kuliah dulu. Alasan berkesannya, karena dari Dorama ini Saya jadi tergila-gila dengan hal yang berbau jejepangan, bahkan Saya jadi ingin punya pacar orang jepang. Halu sekali ya.
Sudah hampir 6 tahun lebih Saya melewati fase itu. Banyakj perubahan yang terjadi, salah satunya ya tontonan Drama. Sekarang Saya jadi tertarik dengan kultur dan budaya Korea, yg kita kenal dengan K-POP. Ga cuma lagu-lagunya saja, Drama nya juga ikut menarik perhatian Saya. Karena banyak pesan moral dan Motivasi yang mereka bawakan
Salah satunya pada Drakor"Itaweon Class"(2020). Saya penganut yang ga gampang tergiur dengan omongan orang dan trend yang sesaat. Tapi, entah kenapa Saya ko berhasil terbujuk buat Nonton Drama ini. Mungkin ada satu karakter yang mewakili Saya.
Salah satu scene Favorit Saya adalah ketika mereka mencoba mengajarkan sesuatu (baca: Promosi Budaya mereka) tanpa menggurui penonton
Saya sampai sekarang masih ingat jalan ceritanya. Mulai dari Intro, Premis, sampai Konflik yang ga ada habis-habisnya. namun sayangnya, Drama ini dibuat begitu cepat selesai tanpa adanya season kelanjutan. Kalau ada kelanjutan season mungkin saya bakal jd yang pertama heboh kyanya. hahaha...
Ya, 2 Drama di atas kurang lebih yang paling berkesan buat Saya. Saya ga mau merekomendasikan lebih spesifik, karena tentu tiap orang punya validasi tersendri menentukan drama favoritnya masing-masing ya.
Saya suka iri melihat kakak beradik yang akur dan bisa saling support satu sama lain
Kenapa Saya bisa berkata demikian? Karena sejatinya Saya jauh dari pernyataan tersebut. Bukannya ga bersyukur, tapi Saya sangat berharap seorang kakak mengayomi dan memberikan teladan kepada adiknya
Bukan.. bukan maksudnya seorang kakak memberikan sesuatu atau materi kepada adik. Melainkan jd panutan yang bisa dicontoh untuk adik dan kebanggaan keluarga. Cukup itu.
Baik, Saya paham jalan setiap orang beda-beda. Dan Saya mengerti kalau jd Kaka (paling tua) punya pressure yang lebih dibandingkan adik-adiknya. Mulai dari dibandingkan dengan anak saudara/tetangga, dipaksa jd panutan/teladan, Atau bahkan ejekan karena si adik lbh baik dr kakaknya
Saya ga mau banyak berkomentar soal ini karena begitu privacy buat Saya pribadi. Saya haya bisa berharap dan berdoa buat semua saudara yang masih ingin berubah menjadi lebih baik. Semoga kelak anda dan Kita bisa dimudahkan jadi apa yang kalian inginkan dengan tetap bersahaja dalam menjaga Silaturahmi keluarga
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Belakangan ini gue lagi senang banget ngemil. Terutama ngemilin keripik singkong alasannya selain karena enak dan nggak betah aja ngelihat makanan-makanan terbengkalai mubazir gitu. Selain itu juga Gue dibawain sama "calon istri" Gue keripik kentang yang rasanya tuh nggak ada yang ngalahin pokoknya, enak banget. Bener-bener enak nggak tahu kayaknya nih rekomendasi buat orang-orang yang nggak bisa makan keripik singkong kali ya, jadi makan keripik kentang aja udah mana lembut ya gurih juga. (Ini bukan jualan ya, lebih ke testimonial aja)
Di sisi lain Gue merasakan kenikmatan tersendiri ketika ngemilin keripik singkong dan keripik kentang ini. Di saat Gue lagi cemilin snack koq bisa tiba-tiba terpikirkan bahwa Gue bisa makan, bisa gigit, bisa nelen nggak ada efek samping apa-apa, ya jadi bersyukur akan nikmat sehat yang Gue dapatkan gitu
Karena hari ini juga tema-nya menulis tentang kebahagiaan, "Write about happiness", Mungkin ini bisa mewakili kalau statement "Bahagia itu sederhana", ya yg begini. Sesederhana ngemil kripik singkong & makan keripik kentang tanpa gangguan dan satu toples bisa habis sendirian gitu
Karena kan yang namanya bahagia itu relatif ya, semua orang bisa merasakan bahagia. Mungkin ada orang yang bahagia ketika mendapatkan gaji atau hadiah (baca: bonus) gitu. Semua layak mendapatkan kebahagiaan, Namun tetap tergantung kitanya juga bisa menerima kebahagiaan itu dalam bentuk yang bagaimana
.
Jujur, tema hari ini cukup challenging buat Saya ya. Selain ga ada track record dalam dunia Musik juga Saya penikmat semua aliran. Eh, sekarang di kasih tema “The power of Music” ya makin nge-blank.
Saya malu dan takut sebenernya buat cerita mengenai hal ini, tapi yawdahlah ya. Namanya juga masa lalu, hanya untuk dikenang.
Oke, Kalau dirunut dari sejak lulus SMA saya itu entah kenapa sering mendengarkan aliran musik EDM (Electronik Dance Music). Dan hal ini uga yang membuat saya tertarik dengan dunia Radio pada saat itu, Biar bisa pasang musik yang Saya Suka. Ahahaha....
Ya, Kita paham musik-musik tsb ada di mana ya, jadi ga perlu saya jelaskan lebih dalam lagi. Alasannya simple banget, ketika saya mendengarkan aliran tsb darah saya jd bergejolak dan makin semangat dalam melakukan segala sesuatu. Saya sampai Update dan hafal sekali DJ-DJ beserta aliran yang mereka mulai dari Trance, Progressive, House, Hiphop, Dubstep, etc. Just for your information aja ini koq.
memasukin kelulusan (baca: wisuda) Saya mulai lupa mendengarkan apa, kalau tidak salah itu lagu-lagu galau dan anak-anak indie “pada jamannya” seperti Fiersa Bersari, Endah n Rhesa, Barasuara dan untuk luar Saya sering dengar melodi dari depapepe (efek teman juga ini). Berulang kali Saya putar lagu-lagunya. Ga ada yang Saya hafal, cuma menikmati aja lagu dan isinya. aneh memang saya.
Setelah mulai sibuk dengan pekerjaan Saya mulai Jarang sekali mendengarkan lagu-lagu. Saya lebih sering mendengarkan Podcast lewat soundcloud (inget banget saya ini). Bahkan saya sempat punya podcast, namun tidak bertahan lama hanya setahun saja. Alasannya karena membuat Saya jadi semakin overthinking dan tidak bisa me-manange pikiran.
Akhir-akhir ini Saya suka mengikuti dan mengamati perkembangan budaya K-Pop. Yap, tau sendirilah mereka berhasil menginvasi kita di berbagai ranah dengan banyaknya entertain yang disajikan. Tentu Saya juga dengar beberapa lagunya. But, Saya skrng lebih suka dengan lagulagu yang dibawakan oleh lany, lauv, dan novo amor. Kalau kata anak Millenials skrng aliran mereka Folks. Saya mana paham akan istilah itu yang penting musik dan isinya keren dan bikin relax.
Panjang juga ternyata ya. Saya bahkan ga expect akan jadi tulisan sepanjang ini. Sungguh cerita yang merefleksi diri, bisa nostalgia dan evaluasi. Oia, skrng saya sedang mendengarkan lagu ini.
Berhubung waktunya mepet sekali, Jadi kali ini Saya akan mencoba menggunakan Voice note sebagai alat bantu menulis pada cerita kali ini.
Berbicara mengenai film favorit atau film yang berkesan kalau boleh jujur sepertinya Saya ga terlalu suka nonton ya, karena cepet bosen aja gitu. Mungkin ada beberapa film yg dirasa emang seru dari awal dan sepertinya film berikut adalah salah satunya. Dan Tidak afdol rasanya kalau tidak disajikan dari 2 sudut pandang yg berbeda, sudut pandang Indonesia dan satu lagi sudut pandang orang luar negeri
Untuk Indonesia menurut gue, eh menurut saya adalah film “Aruna dan lidahnya“,
Tidak ada tekanan bahkan tidak ada intrik-intrik drama yang menyajikan keromantisan (di awal cerita). Jalan ceritanya simple karena konsep utamanya mempromosikan makanan-makanan dari berbagai daerah di negara Indonesia. Selain itu cara para pemeran beradegan itu sangat natural dan terlihat biasa sekali. Mungkin bisa jadi karena mereka sudah punya kelas-kelasnya tersendiri dalam berperan atau berkecimpung di dunia seni peran.
Dibintangi oleh Nicholas Saputra, Dian Sastrowardoyo, Hanna Al Rashid, dan Oka Antara. Film ini sangat bisa layak ditonton untuk Anda yang sedang bingung dengan film-film yang tidak perlu mikir atau tidak ingin cerita drama yg penuh ketegangan
Film selanjutnya datang dari dunia luar, “Limitless”.
Walaupun banyak film-film luar yang sangat bagus dan sangat berkesan tapi film ini buat saya pribadi punya nilai yang memotivasi untuk bisa terus berkarya. Kenapa demikian? karena ceritanya unik dan konsepnya yang sangat gue banget.
Dari 1 butir obat bisa membuat seseorang dari yang tidak punya apa-apa menjadi punya sebuah karya. Lalu dari Karya tadi bisa punya masa depan yang cemerlang. Sungguh konsep cerita yang happy ending Tapi dibalik itu ada proses perjalanan yang luar biasa diperjuangkan oleh pemerannya Bradley Cooper sebagai Eddie morra dan rivalnya Robert de Niro sebagai Carl Van loan.
film ini akhirnya dibuat berkelanjutan di series yang bisa dinikmati di Netflix. Walaupun untuk seriesnya kurang memuaskan buat saya pribadi karena terlalu mengarah kepada suatu kasus tertentu yang ditangani oleh detektif. Biasa banget jadinya.
Tentu masih banyak film-film lain yang lebih bagus ya. ini hanya sebagian kecil dari yang saya anggap berkesan untuk saya nikmati kalau menurut anda kurang cocok wajar saja karena ini opini pribadi mungkin kalian lebih suka buatan orang jepang, Korea atau film-film Thailand yang tidak kalah lebih bagusnya
Terakhir ada uotes bagus dari salah satu scenes “Aruna dan Lidahnya
Hati-hati jangan terlalu antipati, ntar simpati, terus empati, terus jatuh hati