Politik pecah belah atau disebut juga dengan adu domba adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat. (id.wikipedia)
Strategi politik ini dicetuskan oleh seorang Belanda, bernama Christian Snouck Hurgronje, saat Belanda masih bercokol dengan kolonialismenya di Indonesia. Saya rasa hingga sekarang politik ini masih efektif untuk digunakan menggoyahkan persatuan Bangsa kita, digunakan oleh orang - orang yang tidak suka pada betapa solidnya Indonesia, betapa tak terkalahkannya ketika kita bersatu. Atau mungkin hanya digunakan untuk "menjungkir"-kan penguasa yang ada sekarang ini, cara yang sangat - sangat kotor.
Ketika kita sesama Indonesia saling melukai, menghancurkan atas nama sesuatu yang kita yakini paling benar.. saat itulah kita kalah... saat itu pula semua hal what called oh so demokrasi, persatuan dalam perbedaan menjadi Bullshit. Keyakinan yang diyakini dan dilakukan tanpa ilmu, tanpa knowledge... adalah sebuah keyakinan sempit , busuk seperti sampah.
Indonesia didirikan atas dasar perbedaan, itulah Kelebihan dan sekaligus Kelemahan Indonesia... saat Mpu Tantular mencetuskan Bhineka Tunggal ika dalam Sutasoma, saya percaya dia seorang Visioner yang bisa melihat betapa dasyat dan hebat nya persatuan dalam perbedaan.
Indonesia telah melewati berbagai macam ancaman, halangan... Penjajahan,pemberontakan,permusuhan,bencana,kemiskinan,kelaparan...
tapi hari ini Indonesia masih berdiri...
dan Devide Et Impera adalah goblok, pengecut dan pecundang.... jangan terhasut.
sedikit uneg2 saya... silahkan ditertawakan
Photo: From Someone on internet