Kita semua terbentuk dari Atom. Kalau masih ragu, coba deh liat soal Chernobyl & nuklir. Man, that little thing sure is scary.
Secara teori, ujung jari kelingking kita itu terbentuk dari ikatan seratus juta atom. Dan pada tiap atomnya ukuran inti atom hanya mencakup se-per-seribunya, elektron lebih kecil lagi. Jadi, penyusun utama atom sebenarnya itu ketiadaan, nothing.
Mungkin kalian sudah baca dari foto di atas, mungkin juga belum. It’s so magical, isn’t it? Kenapa kita yang 99% sebenernya tiada, atom-atom kita nggak saling mengisi ketiadaan satu sama lain? Kayak benda-benda kecil yang masuk ke jaring-jaring yang jarang-jarang, kayak yang biasa jadi pembatas area 51 di film-film. Secara naluri harusnya gitu kan.
Secara otak hasil evolusi kita, harusnya kita tuh kayak arwah gitu kan, bisa nembus apapun, bahkan sampai jatuh nembus bumi. Jari kita gak bisa nekan satu sama lain. Kalau kamu sekarang lagi tiduran di atas kasur, kamu bakal langsung jatuh ke inti bumi.
So weird. Penjelasan ilmiahnya, ini karena elektron-elektron punya muatan negatif, jadi membentuk medan negatif gitu, kayak awan, tapi tekstur jelly. Apaansih. Bayangin aja kamu ndeketin 2 magnet bermuatan negatif, rasanya ndul-ndul kayak jelly gitu kan? Nah elektron - elektron gitu, tapi jumlahnya… man, ujung jari kelingking kita aja ratusan juta.. lagi berusaha bayangin magnet sebanyak 10 pangkat 28.
Oiya, jangan bayangkan elektron itu kayak bola, bola itu partikel. Elektron itu benda quantum, bentuknya itu gabungan gelombang & partikel. Intinya, it’s super weird. Coba deh search gambar “electron shape”.
Man. That’s super weird, and I still can’t understand why magnet is different from electron? Kenapa magnet positif gak nempel ke elektron? Masih belum baca & tahu kenapa. Mungkin karena memang sebenernya lemah tapi lebih stabil karena banyak? I don’t know, lol.
Ah. Jarang-jarang aku post sains berat kayak gini. Terkena stimulus pembangkit impuls nulis akibat mikir why the hell jariku gak nembus satu sama lain? Amazed parah.
Baca buku pop-sci emang bener-bener bikin kita lebih humble, kalau di Islam itu semacam bikin kita lebih bertakwa. Merasa kalau kita itu gak ada apa-apanya. Bedanya kalau buku sains itu bikin kita merasa nothing dibandingkan hal-hal yang sebelumnya kita anggap sepele. Ya kayak, jari yang tersusun atom.
Aku dah baca beberapa buku pop-sci, Sapiens, Kosmos, Selfish Gene, Demon Haunted World, dan setiap baca pasti jadi ngerasa we’re nothing. Jadi merasa, yaudah gitu lho, ga ada gunanya nurutin hawa nafsu, toh kamu dibandingkan alam semesta, gada apa-apanya.
Kebetulan yang aku foto ini itu pas Kosmos. Sebenernya bab yang paling aku suka di kosmos itu bab 3, tapi kalau ditulis rasanya ga pantes buat nulisnya, terlalu cupu saya boey. Tapi, kalau penasaran, aku bisa kasih bukunya secara cuma-cuma kok, tukeran buku juga boleh, biar lebih afdhol.
Oh man, aku malah keasyikan nulis, jadi ga baca-baca lagi.
Bye.










