Dik, aku bukannya melarangmu untuk jatuh cinta. Cinta adalah fitrah bagi setiap manusia, bukan? Aku hanya takut, Dik. Aku takut kau akan salah dalam mengeja cinta. Kau tahu, cinta bisa menjadi sangat menyakitkan jika kau letakkan pada tempat yang salah, pun pada waktu yang belum tepat. Ah, kadang rasanya aku begitu egois karena tidak ingin kau beranjak dewasa. Apa pendapatmu tentang menjadi dewasa, Dik? Lain kali, aku ingin berdiskusi denganmu tentang ini. Bukan tak mungkin bahwa hidup yang kau lalui membuatmu memandang hidup lebih dewasa dibanding aku sekali pun. Who knows? Namun satu pesanku, Dik.. Jangan menjadi sepertiku. Berkali-kali jatuh bangun mengembalikan seluruh rasa pada tempat yang seharusnya. Kau tahu Dik, godaan itu luar biasa menggiurkannya. Padahal sesungguhnya berduaan denganNya di sepertiga malam terakhir adalah satu-satunya yang sebenarnya kau butuhkan. Jangan sepertiku, Dik.. Berkali-kali terlena karena perhatian yang tak seberapa dan terkadang hanya sekedar basa-basi, padahal sesungguhnya menangis mengadu padanya di setiap sujudmu adalah hal yang paling menenangkan. Bukankah Dia yang Maha Mengetahui lagi Penyayang? Ah, bahkan tanpa aku mendekat padaNya pun, Dia selalu memberikan yang terbaik untukku. Ah, aku malu, Dik.. Karena itu, jangan sepertiku.. Jatuh cinta lah padaNya, Dik.. Dia lah Sang Penggenggam hati, Dia lah Sang Pemilik cinta. DenganNya, kau tak akan pernah sendiri….
Loading...












