Catatan Harian Anne Frank : Gadis Yahudi yang Bersembunyi dari Nazi
Buku yang berjudul asli Het Achterhuis, diterbitkan Penerbit Contact di Amsterdam, Belanda, pada Juni 1947 berhasil menyedot perhatian saya. Waktu itu pertama kali mengetahuinya di tahun-tahun lalu ketika saya masih bekerja sebagai editor divisi buku anak dan remaja di salah satu penerbit buku di Kota Bandung. Dari mulai mendownload bukunya di aplikasi play books yang berbahasa Inggris dengan judul The Diary of a Young Girl, hingga minggu kemarin saya menemukan buku terjemahan bahasa Indonesia-nya di perpustakaan sekolah tempat saya bekerja sekarang.
Buku terjemahan bahasa Indonesia berjudul Dear Kitty : Diari si Gadis Kecil yang Bersembunyi dari Kejaran Nazi terbitan Atria tahun 2013 ini akhirnya mampu saya pahami isi keseluruhannya dengan lebih mendalam. Terima kasih untuk Dina Begum yang sudah dengan apik menerjemahkannya. Minggu depan semoga saya bisa membeli buku-buku karya Anne Frank yang sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dalam berbagai versi penerbit.
Jangan tanyakan kenapa saya menyukai buku ini, padahal dia adalah seorang gadis Yahudi. Jangan, jangan tanyakan itu! Ini tentang kemanusiaan, tentang catatan harian lantang mengenai sejarah, budaya, dan daya juang tinggi dari seorang gadis remaja yang menganggap dirinya dewasa dari usianya, yang bertahan hidup dengan cinta dalam keadaan sulit walau terkadang dirinya memberontak. Saya tahu, saat Anne menderita dalam dua tahun sebelum kematiannya, mungkin kakek dan nenek saya juga sedang mengalami hal yang sama ketika Jepang berusaha menguasai negeri ini, dan Belanda yang masih ingin menguasai juga. Saya juga kagum dengan perjuangan nenek moyang, semoga pejuang-pejuang Indonesia yang berjuang keras hingga gugur diberikan tempat yang layak di sisi-Nya juga. Aamiin.
Sebelum saya menceritakan isi buku dan argumen saya mengenai sosok Anne Frank, ada baiknya saya menceritakan sejarah terbitnya buku ini yang terbik sejak 1947 dalam bahasa Belanda. Tiga tahun kemudian, buku ini terbit di Jerman, tempat Anne lahir dan pernah tinggal di sana sebelum dirinya dan keluarga melarikan diri ke Belanda. Pada tahun itu juga, buku ini diterbitkan di Inggris dan Amerika Serikat dengan judul Anne Frank: The Diary of a Young Girl. Dua puluh tahun sejak awal diterbitkan di Belanda, buku ini telah diterjemahkan dalam tiga puluh satu bahasa. Pada 1955, sebuah teater di New York menampilkan drama yang berjudul The Diary of Anne Frank. Setahun kemudian pementasan ini dibuka di tujuh kota di Jerman dan juga di Belanda. Di Amerika Serikat tahun 1959, The Diary of Anne Frank pun diangkat ke layar perak.
Annelies Marie âAnneâ Frank, terlahir di Frankfurt, Jerman Weimar, 12 Juni 1929. Berkewarganegaraan Jerman sampai 1941 dan tanpa kewarganergaraan sejak 1941 hingga meninggal pada Februari 1945. Terlahir dari ayah yang seorang keluarga pengusaha dan ibu yang merupakan keluarga kaya. Dia dan keluarganya adalah seorang Yahudi yang pada akhirnya harus meninggalkan negaranya akibat salah satu partai buruh nasionalis-sosialis Jerman atau Nazi yang menimpakan kesalahan kemunduran Jerman pada kaum Yahudi. Hitler, pemimpin Nazi mendeklarasi bahwa ras Jerman atau biasa disebut ras Aria merupakan ras utama yang tepat untuk memimpin dunia. Hitler mengungkapkan bahwa kaum Yahudi adalah ras non-Aria, mereka adalah ras rendah yang menentang tujuan Nazi. Selain itu, dibawah komando Hitler, negara di barat dan timur diserang satu persatu. Hingga ayah Anne mengajak seluruh keluarganya untuk pergi dan bersembunyi di lantai atas sebuah kantor di Belanda yang biasa mereka sebut dengan Paviliun Rahasia bersama satu keluarga lain; Tuan dan Nyonya Van Daan beserta satu putranya yang bernama Peter, dengan dibantu, dilindungi, dan dipasok makanan oleh teman bisnisnya; Pak Koophuis, Pak Kraler, Miep, dan Eli.
Buku harian Anne Frank ini ditulis sekitar tahun 1942-1944 ketika Anne masih tinggal di Jerman sampai tiga hari sebelum paviliun tempat Anne dan tujuh Yahudi lain bersembunyi, diketahui oleh pasukan elit Jerman dan polisi Belanda yang kemudian membawa paksa mereka untuk kemudian dipekerjakan secara paksa. Dalam buku harian ini, Anne bercerita tentang kehidupan sehari-harinya yang berjalan normal hingga kondisinya sempat mengalami kesulitan di kantor atau paviliun tempatnya bersembunyi di Belanda.
Selain bercerita tentang hidupnya yang masih normal di Jerman, Anne juga bercerita kisahnya ketika pertama kali dia jatuh cinta pada temannya ketika TK; pada Harry, -temannya ketika di Jerman; dan pada Peter, temannya ketika dia bersembunyi dengan keluarga Yahudi lain. Semua dia ceritakan khas sebagai gadis remaja yang banyak ingin tahu dan sedikit memberontak. Menurut dirinya sendiri, dia adalah sosok gadis yang memiliki kepribadian ganda. Kadang dirinya adalah sosok ceria, usil, ingin tahu, dan menyenangkan; namun terkadang dirinya adalah sosok yang aneh dan memberontak sampai dirinya mendapatkan apa yang diinginkannya.
Dalam ceritanya, Anne memang menyadari kemampuan dalam dirinya. Dia menganggap bahwa dirinya berbeda dari kakaknya, Margot. Margot yang usianya tiga tahun lebih tua darinya adalah gadis baik, cantik, pintar, dan bisa diandalkan. Berbeda dengan dirinya yang aneh dan memberontak. Anne sadar bahwa dirinya tidak sepintar Margot yang pintar matematika dan mampu memahami filsafat. Namun satu hal yang saya kagumi dari Anne, walau dia tidak pintar matematika dan menganggap dirinya tidak bisa dibanggakan oleh orang tuanya, dia memiliki kemampuan dalam menulis, dia menyukai pembelajaran bahasa, budaya, dan sejarah. Anne mampu menjadi dirinya sendiri dan yakin dengan kemampuannya tersebut.
Anne juga kerap berselisih paham dengan ibunya. Dia menganggap bahwa ibunya tidak mampu memahaminya, ibunya tidak bisa berbicara dengan kasih sayang ketika berbicara dengannya. Ibunya sama dengan Margot, terlalu serius ketika berbicara. Berbeda dengan ayahnya, Anne menganggap ayahnya sebagai panutan yang mampu memahami pemikiran dan sikap Anne. Dalam buku hariannya, Anne mengungkapkan bahwa dirinya sangat menyayangi ayahnya dan membenci ibunya, dia bahkan pernah bermimpi memiliki ibu orang lain. Anne dan ibunya sering terlibat percekcokan. Anne berpendapat bahwa ayahnya kurang mencintai ibunya, namun ibunya sangat mencintai ayahnya. Itu pendapat menurut pandangan gadis yang sedang mencari jati dirinya.
Dalam pergolakan batinnya ketika berselisih dengan ibu dan kakaknya, Anne tetaplah Anne. Gadis yang menyadari bahwa dirinya bukan gadis yang selalu dipandang aneh oleh orang lain. Anne menyadari bahwa dalam hati ibu dan kakaknya, mereka orang baik yang juga mencintai Anne, namun Anne tetap berpendapat bahwa mereka tidak memiliki pemikiran yang sama seperti Anne dan ayahnya. Ayahnya adalah segalanya bagi Anne, ayahnya adalah satu-satunya orang yang membela Anne saat Anne terlibat percekcokan dengan ibu, kakak, atau orang lain, walau tidak jarang ayahnya pun terkadang menegurnya.
Ketika dalam persembunyian bersama satu keluarga Yahudi lain di paviliun rahasia, Anne juga kerap menceritakan kehidupannya kala dia berdebat dengan ibu, kakaknya, tuan dan nyonya Van Daan, juga ketika dia menganggap anaknya, -Peter Van Daan adalah sosok tertutup yang tidak mengasyikkan sampai suatu hari dia pun jatuh hati dengan Peter. Anne juga bercerita bahwa dirinya hidup dengan rasa takut dan bosan. Tidak lupa juga dia menceritakan menu makanan setiap harinya dan dari mana mereka mendapatkan pasokan makanan setiap hari. Dia menceritakan bahwa persembunyiannya itu dilindungi dan dipasok makanan lewat teman bisnis ayahnya; Pak Koophuis, Pak Kraler, Miep, dan Eli.
Buku hariannya bukan hanya bercerita tentang kehidupan pribadinya saja. Anne juga kerap menuturkan kondisi Jerman, Belanda, dan negara lain yang sedang dalam Perang Dunia II. Anne kerap bercerita ketika dia mendengar letusan dan tembakan di luar. Namun Anne tetap berjuang untuk meraih mimpinya; hidup sampai perang dunia berakhir dan menerbitkan buku hariannya selama dalam persembunyian. Dalam buku ini, Anne juga menuliskan bahwa dia bercita-cita sebagai jurnalis atau penulis. Sayangnya Anne meninggal karena kelaparan di kamp konsentrasi beberapa bulan sebelum perang dunia berakhir.
Anne, meskipun kau gugur sebelum mimpi-mimpimu terpenuhi, tapi ayahmu sudah membantumu menggapai mimpi, menerbitkan buku harianmu dan kamu dikenal sebagai penulis. Kamu gadis hebat Anne, kamu dikenang hingga kini. Kamu mewariskan kekuatan yang luar biasa bagi saya. Perjuangan, mimpi, dan ketabahan yang belum tentu dipunyai oleh gadis yang sedang menginjak remaja. Saya akui, saya menyukai buku ini karena beberapa sikap dan sifat Anne hampir mirip dengan diri saya, keras kepalanya namun tetap ingin diakui dengan menjadi dirinya sendiri.
Kelak, saya selalu bermimpi untuk pergi ke Frankfurt, Jerman untuk mengunjungi tempat kelahiran Anne di ajang Frankfurt Bookfair. Saya juga bermimpi ingin ke Belanda, melihat sekolah Montessori di Amsterdam, tempat Anne bersekolah dulu yang kini berubah nama menjadi Sekolah Anne Frank. Tidak lupa, saya juga ingin berkunjung ke Yayasan Anne Frank yang sekarang memelihata gedung tempat persembunyian Anne dan keluarganya.
âAku ingin terus hidup bahkan setelah kematianku,â kata Anne. Dia telah mewujudkannya. Secara tersirat, Anne menitipkan satu pesan dalam cerita hidupnya, menulislah supaya kau dikenang dunia!