Ingin rasanya aku tuliskan. Pertemuan kita yang begitu mengesankan. Walau hanya sekejab mata memandang. Tapi mampu membuat jantung berdetak kencang. Di Dieng, surga di atas awan aku terkenang. Hati resah terasa senang. Kapan pertemuan kedua itu datang. Agar cemas ini dapat menghilang. Untuk kamu di belakang sana. Apa yang harus kita lakukan pada kenangan yang memaksa untuk terus diingat?








