Di Masjid Jamek Parung, Syamsul Hadi solat tahajjud, kemudian solat istikharah dan memohon ditunjukkan jodoh yang terbaik buat dirinya,
"Ya Allah, sebaik-baik rencana, tetap rencana-Mulah yang terbaik. Dan sebaik-baik pilihan tetap pilihan-Mulah yang terbaik. Maka anugerahkanlah hamba rencana dan pilihan terbaik-Mu untuk hamba-Mu ini. Rabbana taqabbal minna innaka Antat Tawwaabur Rahiim. Amin."
Di dalam bilik sebuah rumah mewah di Villa Gracia, Parung, kelihatan Silvie sedang sujud dibalut telekung putihnya. Silvie menangis kepada Allah dalam sujudnya.
"Ya Allah, aku tidak mengharap apa-apa kecuali reda-Mu. Ya Allah, sucikanlah diriku lahir dan batin dan temukanlah diriku dengan hamba-Mu yang soleh untuk menjadi pendamping dan imamku meraih reda-Mu. Amin."
Di dalam perjalanan, di dalam kereta yang menyusuri jalan sepanjang Jalan Pantura Pulau Jawa, Zidna Ilma (Zizi) menangis dan meratap dalam hati, bermunajat kepada Allah S.W.T.
"Ya Allah, jika hamba salah mengharapkan dia. Maka pupuskanlah harapan ini. Jika hamba benar mengharap dia dan Kau meredainya, maka aku serahkan semuanya kepada rencana-Mu. Engkaulah Zat Yang Maha Kuasa dan Maha Tahu. Amin."
Malam terus merangkak. Fajar datang menjelang. Siang lalu menggantikan malam. Sepanjang pergantian malam dan siang yang terus berulang, peristiwa-peristiwa besar terjadi. Yang paling indah untuk dikenang adalah peristiwa bertemunya dua hati yang saling cinta mencintai di jalan Allah. Peristiwa bertemuanya dua cinta yang menggetarkan langit dan bumi. Cinta yang menerbitkan cinta Tuhan yang Maha Rahman dan Maha Rahim.
[Dalam Hihrab Cinta' karya Habiburrahman El Shirazy]













