Selamat pagi dari sebuah kisah kemarin. ~ Sebuah taksi-biru berhenti di depan kedai, pintu terbuka. Pak sopir tampak sibuk merogoh saku, mencari piti kembalian. "Siapa ya yg datang?" pikirku. Salah satu bunga di depan kedai menutupi sisi penumpang. ~ Kamu memasuki kedai dg menunduk. Langsung memilih duduk di salah satu kursi di depan meja bar panjang. Kamu diam saja. Kita hanya berjarak satu lemparan batu. Wajahmu menyiratkan sedang menunggu waktu. ~ Minuman yang kamu pesan datang. Segelas kopi single origin bermetode seduh v60. "Wah, pilihan istimewa" sanjungku dalam hati. Dirimu mendudut kopi itu perlahan. Sepertinya ini bukan kali pertama kamu mencecapnya. ~ Kamu sibuk memainkan rambut berpanjang-tanggung hitam milikmu. Awalnya rambut itu kamu biarkan terurai, sempat kamu ikat, lalu kamu lepas lagi dan pinggirkan dibahu sebelah kiri. Kamu tetap tak bergeming dg keadaan sekitar. Sembari memainkan rambut, kamu begitu khusyuk-merunduk melihat telepon pintarmu. Aku tak tahu apa yang sibuk kamu perhatikan di layar kecil itu. ~ Ah, maaf. Aku bukan tak berani menyapa atau melakukan petingkah-petingkah sekil. Namun menurutku, kamu tengah menikmati waktumu sendiri. Waktu yang kadang tak lagi cukup utk kita nikmati sendiri. Waktu yg kadang begitu riuh dan gaduh. ~ Hari ini kamu tak lg disini. Seandainya masih, ku ajak dirimu ke Rimbun Bukittinggi, #nontonkitalagi. ~ Dalam kesunyian, harapan ku gayutkan. • • Foto oleh @_satyadharma_ • #ngopikitalagi #ceritaperimbun #rimbuncoffeebukittinggi #rimbuncoffeepadang #ngopidihati #kedaikopi










