“Han, aku mau ngelanjutin belajar lagi. Ya, niatnya nyari ilmu walaupun nanti endingnya udah ketebak. Wqwq.” “Iya, Ca. Gapapa, kok. Ga ada yang sia-sia. Aku dulu juga gitu. Seenggaknya kamu punya ilmunya dan ga mentoq, tapi kamu bisa liat sendiri gimana sekarang, kan?” “Iya, sih, Han. Kok, sampe segitunya, ya? 😅🤣.” “Kata Sayyidina Ali yang santer terdengar tu gini, Ca, kita tu ga usah ngejelasin tentang diri kita kepada siapa pun, karena sampe jungkir balik kita jelasin, yang menyukai kita tu ga butuh itu dan yang membenci kita ga percaya itu. Terus aja beredar bersama dakwah ini ke mana pun perginya.” “Aduu, Hana. Bener, sih. Ya, ada daerah yang memang statis yang hukum-hukumnya sudah pasti. Selain itu ada juga daerah yang dinamis dan elastis, maksudnya area tersebut terbuka bagi ijtihad dan pemaknaan. Pada area ini kita bisa elastis ya, Han?” “Ya, harusnya gitu, Ca. Makanya konsepnya gini, semakin banyak kita belajar maka semakin kita tau kalau kita tu bodoh, jadi jangan berhenti belajar karena yang kita pelajari itu baru dikit banget. Belajar biar tau mana area yang memang udah statis, udah pakem, dan mana area yang dinamis. Pada area dinamis ini pikiran dan pemikiran yang kita punya jangan dimentoqin. Hahahaha. Makanya penting banget memiliki growth mindset, Ca.” “Iya, Han. Kalau pun ilmunya belum kepake untuk saat ini barang kali nanti bisa dipake.” “Jangan berhenti belajar, Ca. Biar ga taklid buta dan jumud. Hahaha.” "Weh, iya, Han.” _____________________ Jempol dua buat Hana, mantap semangat. #cicadantemannya #ceritacara #meresahkan peace, love, 'n gawl. 🤣 (di Pondok Pemuda Ambar Binangun) https://www.instagram.com/p/Ca_zpCEPLin/?utm_medium=tumblr