Di Tengah Perjalanan
Pada tiap langkah yang tertuju dengan mimpi-mimpi di sekelilingnya. Barang puluhan kali kita temui sejumlah rintangan yang menghadang. Rasa kesepian, tak memiliki teman berbagi, cinta tak kesampaian, dan rumitnya standar yang dibuat untuk diri sendiri, seringkali membuat langkah-langkah ini terasa melelahkan. Ingin bercerita, tapi selalu kita sadari bahwa tiada yang benar-benar peduli dengan hidup ini. Beberapa manusia yang dianggap sedekat nadi sekalipun, tidak menjamin akan tetap senang ketika mendengarkan keluh kesah kita menjalani hidup. Sebagian orang hanya tertarik melihatmu terjatuh, dan sebagian yang lain terus mengikuti perjalananmu diam-diam.
Setapak demi setapak, kita perlu memahami sedikit hakikat perjalanan ini. Semakin kita berfokus pada tujuan-tujuan yang ditetapkan, maka akan semakin banyak teman menghilang. Kita tak perlu memenuhi standar yang orang lain ciptakan, hanya demi menyenangkan mereka. Seberusaha apapun kita melakukan hal baik, pasti ada saja yang melihat sisi kurang hidup ini. Untuk itulah, secukupnya saja melakukan sesuatu agar tidak menghasilkan harap yang berujung kekecewaan.
Namun, sekarang ini kita masih di tengah jalan. Masih banyak rintangan yang akan kita temui di depan. Masalah-masalah percintaan untuk sementara dipinggirkan. Sebab tiada gunanya mengikat seseorang dalam sebuah hubungan, namun dalam diri sendiri belum ada keinginan untuk menjadikannya akhir dari segala tualang. Mencari kesenangan di tengah perjalanan, bukan harus dilakukan dengan memainkan perasaan. Masih banyak yang dapat dilakukan. Selagi muda. Selagi banyak waktu untuk menerka-nerka. Selagi menganggap sejumlah rintangan sebagai tetesan dalam proses memperjuangkan impian.












