Tahu-tahu sudah mau ganti tahun, tapi masih ada banyak hal yang bikin melamun, beberapa tiba-tiba bikin tertegun, tak kunjung temui celah untuk berhenti dari segala huru-hara yang belum 'titik' malah terus saja dijejal kata 'namun', 'meskipun', 'walaupun'. Terus berputar saja pada jenis kalimat yang demikian, berlanjut hingga ke sekian paragraf, sudah sekian halaman dengan beberapa cerita tak sadar berulang, seolah cerita ini tak kunjung temui akhir seperti serial kartun.
Tapi kan, kita hanya sebatas pemeran, seperti di kontrak awal kita dihadirkan di dunia, kita hanya perlu melakoni peran. Dengan sebaik-baiknya peran, dengan setulus-tulusan melakoni adegan. Ujung cerita ini sepenuhnya milik Sutradara, sebaik-baiknya pemilik cerita.
—Prasetyani Estuning Asri













