I remember picking that magenta paper from the shelves where they keep the materials. Felt like choosing a personality for the book i was about to create.
Setelah sampai di apartment, aku langsung pergi ke lemari buku dan ambil beberapa buku yang aku punya, thinking about the hands who created the masterpieces. That’s not an easy work and im so grateful owning them.
I keep books in some different languages (i speak 4 languages fluently and im learning another one rn). Sadar ga sih buku itu juga punya karakteristik? Punya baju (sampulnya), punya bahasa, punya jiwa (kontennya). Beberapa buku punya sifat lucu, tegas, kasar, bijaksana, macem-macem pokoknya. Beberapa juga susah dibaca. Aku harus ulang-ulangin baca paragraf yang sama biar paham apa sebenernya masud perkataan dia.
One fun fact : Aku suka baca crime books yang berbahasa Jerman. Somehow berasa 2x lebih menegangkan dibanding pakai bahasa lain 🥲😃















