Saat matahari terbit, dapat kau lihat betapa indah karya Tuhan sepanjang mata memandang.
Di pulau Sumba, NTT... mungkin kau akan terkejut dengan hal-hal di luar dugaanmu, dimana kau bisa melihat sejuknya hati saat memandang alang-alang yang dijadikan atap rumah, udara yang kau cium berasal dari pohon sekitar rumahmu, serta teriak kan berbagai hewan dengan semangat menyambut sang tata surya....
Banyak yang ku rindukan di pulau itu, saat pagi kau ke sekolah kau akan bertemu banyak anak-anak berseragam putih merah yang tengah berjalan kaki, ada yang bersepatu ada pula yang beralaskan sendal japit... itu yang ku rindukan, dimana anak2 itu berjalan dengan semangat bahkan kecepatan berjalan mereka kalah dariku yang biasanya hanya mengandalkan kendaraan, mereka berjalan beramain-ramai kadang ada pula yang berlarian, di tangan sebelah kanannya memegang buku, di tangan kirinya memegang pena. Yang slalu ku salut adalah semangat mereka dan keceriaan mereka, yang walaupun serba kekurangan rasanya melihat mereka tertawa dengan temannya seakan hidup mereka benar-benar lebih dari cukup. Seusai mereka sekolah, beberapa anak yang ku lihat tadi pagi kini ku lihat lagi dengan berbaju kaos dan masih dengan rok atau celana sekolah yang sama, ya ... kebisaan mereka untuk membantu orangtuanya sepulang sekolah.
Anak-anak itu saat ku tanya “cita-citanya apa?” dengan ramai-ramainya mereka menjawab “Guru” “pegawai di kantor-kantor” “perawat” “dokter” Oh Tuhan anak sekecil mereka punya harapan yang mereka letakkan sepenuh hati di tempat yang kita sebut Sekolah, harapan mereka satu2nya adalah dengan mereka bersekolah. Namun ada salah satu anak yang membuat mataku berair saat ku tanya cita2nya, “saya mau belikan Motor untuk bapak saya” jawab salah seorang anak laki-laki berusia 11 tahunan, saat ku tanya “Kenapa mau beli motor?”... dengan tersipu malu anak itu menjawab “biar bapak tidak harus berjalan jauh untuk bekerja”... Motor yang biasanya kebanyakan dari kita hanya menganggap hal yang biasa, namun dia mempunyai keinginan hal yang biasa itu...........Banyak pengalaman yang ku dapat
bukan saja kita sebagai orang dewasa berkata banyak tentang hal baik untuk mereka tetapi mereka yang berhasil mengajarkan kita tanpa harus berkata banyak hal baik.
Kabulkan cita-cita mereka ini Tuhan, yang bagi orang-orang besar mereka bukan apa2...










