Semakin tua semakin (men)jadi(jadi)
Alkisah, di tutor C*sekian*, akan membahas PHOP kasus DHF, G yg kebagian LI PHOP kemudian menjelaskan kontrol vektor utk kasus ini. Teman-temannya pun memperhatikan dengan seksama. Dan juga dosen tutor mereka, dr.R, cantik, pinter dan masih muda (beda, berbahaya, haha), yg sedari tadi kritis melemparkan pertanyaan, namun sayang tidak disambut dengan jawaban2 bermutu dari mereka, hanya dibalas muka bengong dan gumaman mmm....eee....apa ya.....mmmm..(sambil membolak-balikan kertas LI yg sudah dipresentasikan, dan,tidak ada gunanya, karena tetap tidak bisa menjawab)
G pun memulai presentasinya.
G : ya jadi dokter dan teman teman sekalian, utk PHOP kasus ini yaitu bla bla bla, salah satunya program pemberantasan nyamuk. Dan ada satu program mandiri gitu, namanya Dasa Wisma, di Purwokerto, jadi 10 rumah akan diawasi oleh 1 kader dimana kader ini akan melihat rumah2 tsb terjaga dari larva nyamuk atau tidak, bla bla bla, dan program ini cukup berhasil
dr.R : loh emang di Puskesmas ga ada program kaya gitu?
(Semua mata tertuju pada G)
G : wah, klo itu saya kurang tau dok, saya taunya yg tadi itu, program mandiri yg dibikin sama warganya
dr.R : ada tau di Puskesmas programnya. Apa coba?
Semua anak-anak tutor C*sekian* pun berpikir keras, ada yg beneran mikir ada yg pura-pura mikir, hahaha
Lama tak menjawab, dr.R mentrigger mereka, memberikan clue
dr.R : nama programnya Ju.......
G : (dengan lancar menjawab) Jurig
Jawaban G disambut gelak tawa teman-temannya, dan juga dr.R
dr.R mentrigger kembali : nama programnya Juman....
Semua anak tutor C*sekian* dengan fasih menjawab : .....Ji (Jumanji)
Dan mereka pun menertawakan keluguan mereka sendiri, bahkan U sampe merah padam mukanya melepas tawa
dr.R : (sambil ketawa miris) duh, lelah sama kalian. Programnya Jumantik, Juru Pemantau Jentik.
Semua anak tutor C*sekian* : ooo Jumantik. Kemudian menertawakan kembali jawaban-jawaban ngasal mereka tadi.
Maafkan keluguan mereka ya dok. Mereka di tutor emang suka nyampah dan saling membully, haha. Maafkan ke-sonor-an kepala mereka. Maklum, pikiran mereka sedang melambai kemana-mana *alesan