Berfikir Mendalam
Ternyata mendalam bukan hanya melekat pada perasaan tapi berfikir juga demikian. Memikirkan segala kemungkinan yang akan muncul di depan. Baik serta buruknya di pertimbangkan dan di analisa. Tidak lupa segala solusi di cari. Berbagai macam skenario di hadirkan guna mengantisipasi ancaman-ancaman yang akan muncul. Aspek makro serta mikro di tinjau guna menghasilkan pandangan yang utuh dan menyeluruh. Tidak boleh terlewat meskipun hal yang remeh temeh tetap perlu di fikirkan. Sehingga bila semua sudah terfikirkan, mantap mengambil keputusan. Mmm, tabiatkah atau penyakit atau karakter yang terbentuk oleh lingkungan sehingga berfikir tidak sekedar berfikir. Hitung menghitung. Matematika tidak pernah keliru dan berkhianat. Selalu akurat dan tidak pernah keliru. Bilangan tidak pernah berubah, faktor pengubah selalu sama. Variasi rumus yang digunakan tetap menghasilkan sebuah rumusan. Bahwa 1+1=2 atau 6-4=2 atau 10:5=2 atau 1x2=2. Untuk mendapatkan hasil 2 (dua) di peroleh dengan berbagai rumusan. Selalu begitu. Hitungan kertas tak pernah meleset. Tapi dalam hitungan kenyataan? Jauh panggang dari api. Selalu muncul variabel di luar dugaan yang menyebabkan hasilnya tak sesuai perhitungan. Kausalitas tak mutlak menghasilkan hasil akhir. Kausalitas adalah proses. Sebuah pendekatan yang digunakan untuk mencapai sesuatu. Sandaran hasil tidak bisa di nisbatkan pada kausalitas. Karena Sebab menghasilkan Akibat, karena Aksi menghasilkan Reaksi. Pada akhirnya pikiran selalu menimbulkan tipuan-tipuan. Menipu untuk senang dan menipu untuk sedih. Pikiran berupaya mencari jalan, kala jalannya tertemukan selanjutnya menjalankan. Berkumbang pada ranah pemikiran tak ubahnya air di kumbangan. Bergerak tak kemana-mana. Terpatok pada sebuah diameter yang tak pernah meluas. mwm











