Ask myself, ask yours~
Terkadang saya harus menelan beberapa tamparan masalah dianggap dan tidak dianggap. Ketika saya mempunyai keterbatasan dalam mengutarakan pendapat, saya memilih bertanya atau diam. Saya tidak mengerti tentang harga-menghargai. Apakah ternyata ada harga yang harus dibeli untuk sebuah produk sosial. Membeli dengan malu, membelinya dengan lapang dada, membeli dengan perlawanan, sekalipun. Apalah itu asalkan sama-sama puas, sama-sama tidak keberatan.
Kita berlindung, pada suatu hal. Berlindung pada saat kita tak tahu lagi jalan keluarnya. Maka teliti sebelum berlindung akan mendatangkan sebaik-baiknya perlindungan. Ketika kita berlindung kepada ketidakmampuan, selamanya akan hanya jadi gurauan. Kemudian jika berlindung kepada pengetahuan, maka kita tak perlu risau.
Terkadang saya bosan mengoceh tentang kebaikan. Terasa salah jika kebaikan diawali dengan ke-tidak-mau-tahu-an. Apa kamu pernah berfikir bahwa semua orang bisa dengan mudah menerima kebaikan yang kau anggap benar? Apakah semua orang mampu mendengar dan memahami kebaikanmu? Sedalam apakah ketulusan yang kamu semayamkan didalamnya? Sejauh apa kamu membuka mata terhadap penerimaan khalayak lain mengenai dirimu sendiri? Apakah semua bentuk hubungan sosial harus sesuai petunjuk yang ada? Dan apakah semua orang bisa mengerti bahkan melaksanakanya? Apakah bisa mengaplikasikanya? Menularkan? Bahkan istiqomah?
Spoiler khususnya bagi diri sendiri~
ask myself, ask yours~
Depok - Sleman, 7 Mei 2016












