Merah dan Abu-Abu
Baju merah polkadot berenda, baju favoritmu dan kau pernah bilang “Aku sangat suka baju ini, aku seperti serangga hahahaha”. Dulu warna merah selalu menjadi warna favoritmu, baju merah, jepit rambut merah, sepeda warna merah, sepatu, gelang dan semua pernak pernik berwarna merah, bahkan ranger pun kau memilih ranger merah padahal kau tahu ranger merah itu adalah lelaki. Kau begitu terobsesi dengan warna merah. Sampai ketika masuk hari pertama sekolah kau meminta semua buku disampul warna merah. Sedari kecil kau sangat pandai mengekspresikan apa yang ada di dalam hatimu. Kau akan melakukan hal yang kau sukai, dan benar-benar tidak mau melakukannya jika memang kau tidak mau. Kau begitu jelas menunjukkan perbedaan. Bagimu hitam adalah hitam dan putih adalah putih, tidak ada bagian abu-abu.
Akulah abu-abu. Aku ambigu, aku tidak pandai mengekspresikan emosi. Ekspresi wajahku datar, orang mungkin tidak akan bisa membedakan apakah aku benar benar menyukai sesuatu atau aku hanya berpura-pura menyukai sesuatu. Kecuali jika orang tersebut mengenalku dalam arti benar-benar mengenalku.
Darimu aku belajar, bahwa tidak semua hal harus aku iyakan. Tidak semua hal harus kumaklumi, tidak semua masalah harus kutanggung sendiri, aku tidak harus berpura-pura bahwa aku baik saja.
















