X: "Kan ilmu KG yang kamu pelajari di sini sama aja dengan ilmu KG yang dipelajarin di FKG lain?" . Y: "Iya sih...," . X: "Nah terus apa dong nilai plus-nya?" . Y: (mengerutkan kening) . X: "Kamu-nya lah!" . . Waktu dipikir-pikir, iya juga yah. Mungkin studi strata 1 yang saya jalani sekitar 3,7 tahun ini sama saja dgn studi-studi yang dijalani oleh orang lain. Tapi pengalaman dan pelajaran hidupnya gak akan pernah sama. Ibarat ijazah itu bentuk formalitas, lebih dari itu pribadi yang telah ter-upgrade buat saya jauh lebih berarti . Kalau berkaca ke masa lalu, rasanya sosok saya yang sekarang jauh banget bedanya dengan saya yang dulu, entah itu dari segi perspektif, pola pikir, pola sikap bahkan hingga gaya hidup. Tapi saya senang dan bersyukur sekali, juga selalu berharap semoga perubahan ini terus melaju ke arah yang lebih baik lagi . Waktu hampir 4 tahun ini memberi saya banyak kesempatan untuk belajar dan membenahi diri, menjadi lebih berani (gak duluan nyali ciut kayak dulu), belajar hidup sehat, belajar lebih mandiri dan bertanggungjawab untuk setiap keputusan yang saya ambil, belajar menyisihkan waktu untuk memuhasabahi diri sendiri, dan yang paling berasa adalah belajar mengikhlaskan sebab yaaah... inilah hidup dengan segala kerikil dan confetti-nya (kalo saya sering bilang ke diri sendiri, it's just a life after all, yakin aja deh ketetapan dari Allah swt. itu selalu manis, walaupun ngerasainnya perlu onset dulu ;D) . . Kalo kata seseorang yang saya kenal sih, "Di sini tuh kita belajar hidup. Kamu; 'memanusiakan' manusia dan 'dimanusiakan' sama manusia." . . Kalo kalian, seperti apa ceritanya? ^^ . #alonglifelearning #catatanuntukaya












