Oh, sedang candu ?
Mungkin pada mulanya hati itu tak berpintu, tak bercelah. Manusia membutuhkan benturan demi benturan, sampai kemudian hati dapat terbuka. Mungkin begitulah orang bilang cinta datang bersama luka. Dan bahagia adalah apa yang dituai dari air mata yang tumpah, membasah. Tentangmu yang bangun di pagi hari dengan senyuman, mungkin di hari depan kau akan menangis. Mungkin orang yang bersamamu semalam itu mabuk berat, lalu alkohol dalam perutnya memberi perintah untuk cium kau. Mungkin kau sejenak terlupa, kalian masih biasa, cuma teman. Mungkin ia mulai tak mau kehilangan kau, pengagum. Mungkin kau sama seperti pengagum yang lain. Mengagumkan. Yaa, kau mengagumkan sayang. Mungkin ia hanya meminjam hatimu untuk meluapkan amarahnya pada seseorang. Supaya senyummu dapat menjadi sekadar balut bagi perih yang ngeri bila dirasakan. Bisa kau rasakan sekarang? Dia pergi dan kau menikmati marahmu sendiri. Mungkin kau hanyalah alat baginya melatih ketangkasan di dalam merayu. Mungkin kau adalah suatu kebetulan. Jahat bukan? Kebetulan ketika ranjang sedang kosong. Mungkin kau orang yang baik, mungkin juga terlalu baik, dan ia tak tega jika harus bilang suatu kenyataan yang pahit didengar. Mungkin kau hanya kebetulan banyak uang, dan hatinya telah lama menjadi persis dengan celengan. Mungkin ia lelah untuk mengenal dan dikenali lagi, hingga ia tak mau tuk melangkahkan hatinya kepadamu. Sayang, boleh ku teriak ini, “Mungkin kau begitu indah di matanya, tetapi tidak di hatinya”. Mungkin ia banyak pekerjaan, dan di antara semuanya itu, rindumu adalah yang paling mungkin ia tunda. Mungkin kau tidak cukup berhasil menjadi kau yang seharusnya, di hadapannya. Mungkin jatuh cinta-mu itu sepele, semudah ia memberikan bibirnya kepadamu. Pada akhirnya, mungkin, darinya kau hanya usah berharap lebih, dari sebentar kebahagiaan yang kau terima.
sekali lagi,
Tak seindah, tak semulus Maddy dan Nate cerita selama ini, sayang..
KAU INDAH DI MATANYA TAPI TIDAK DI HATINYA, KAU ADALAH HAL YANG MUDAH UNTUK DI TUNDA


















