dear...,
Pertama aku ingin mengatakan terima kasih. Terima kasih telah hadir di hidupku dan menjadi sahabatku. Terima kasih telah bertahan sampai detik ini. Aku tahu perjalanan yang kamu lalui tidak mudah. Semua tergambar jelas dari ceritamu dan sepotong whatsapp-story. Dan dengan keinginan hidup yang tak penuh, aku sungguh bersyukur kamu masih bertahan.
Dear...,
You're worth it. Kamu bisa mengingat hal-hal yang menyenangkan hatimu, yang membuatmu nyaman. Kerinduan anak-anak yang mendoakanmu, misalnya, atau kebersamaan kita di masa putih biru.
Kamu perlu tahu, bahwa kehadiranmu memberi warna baru di hidupku. Kamu hadir dengan membawa dunia baru yang asing bagiku sebelumnya. Membaca karya fiksi yang melibatkan imajinasi darimu, misalnya, salah satu jendela baru bagiku. Lagu "Proof of Life" kamu ingat, 'kan? Itu lagu Jepang pertama yang aku tahu. Dan itu dari kamu. Sampai sekarang masih ingat betul dengan lagu dan nadanya. Dan setiap memutarnya selalu kembali pada kenangan kita dulu. Seperti memutar film di dalam kepala.
Aku sungguh merindukan tawa dan senyum lepasmu seperti dulu. Beritahu aku untuk membantumu. What can I do for you? Ingin rasanya membawamu pergi keluar. Supaya benang dalam kepalamu bisa diurai perlahan. Mendiamkan suara-suara yang bising di telinga. We are here for you to hold your hand.
Apalah aku, dibandingkan dirimu yang tabah dan tegar dengan kerapuhan yang tersimpan. Proses ini menguras seluruh tenagamu, ya? Rehat sejenak jika lelah. Ambil jeda yang kamu perlukan. Pelan-pelan dulu tidak apa-apa. Kami menunggu setiap benih baru darimu.
Maafkan aku yang belum bisa selalu di sisimu. Tak banyak pertemuan di antara kita bukan berarti tak ada cerita. Apapun yang sedang kamu rasakan, tumpahkan perlahan. Keluarkan yang negatif untuk mengisi dengan positif.
Doaku pada Tuhan untuk menjagamu dalam setiap keadaanmu, apapun itu. Hingga terbit kembali senyum lepas tanpa benang rumit di kepala. Dan di antara doa itu, semoga lekas datang jalan yang kamu idamkan. Kembali menanam benih yang lama kamu simpan. Menyiramnya dengan semangat baru. Melahirkan dirimu yang baru.
Aku takut kehilanganmu. Aku takut.










