(Gambar pertama) Adalah dua hari yang lalu.. di mana semua murid ditugaskan untuk membawa buku lagu-lagu daerah, kebetulan pelajaran kami adalah pelajaran SbDP, aku hendak mengajarkan dua lagu daerah kepada mereka. Lagu yang aku ajarkan ini akan diujikan pada esok hari. . Tibalah hari itu, sebagian anak membawa buku lagu daerahnya, sementara kelima muridku yang lainnya tidak membawa buku tersebut dengan dalih lupa. . (Gambar ke dua) Muridku.. tidak mengerjakan PR. Padahal pulang sekolah kemarin sudah aku ingatkan kembali ketika hendak pulang sekolah, "jangan lupa dikerjakan PRnya ya, Nak!". . Tibalah esok hari, ternyata masih ada juga yang tidak mengerjakan PRnya. Aku berpikir keras, sanksi apa yang aku berikan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya. Akhirnya aku mendapat sebuah ide baru. . Mereka aku tugaskan untuk membuat sebuah tulisan tentang apa sebabnya mereka tidak membawa buku lagu daerah dan tidak mengerjakan PRnya. Alhasil.. terciptalah beberapa tulisan-tulisan mereka. . Nah.. yang paling mengharukan ada pada tulisan muridku yang bernama Aditama, pada awal cerita dijelaskannya mengapa ia tidak membawa buku lagu daerahnya. Pada akhir cerita, pada kalimat terakhir ia berulangkali meminta maaf. Saat itu, darahku serasa berdesir, wajahku yang semula ingin tersenyum dan tertawa berubah menjadi sendu, ada semacam kekuatan yang menarikku untuk bersedih karena tulisannya. Dari kelima anak yang tidak membawa buku, hanya ia yang meminta maaf padaku. Entah karena aku terlalu menghayati saat membaca tulisannya atau karena sebab lainnya. Begitu pula saat membaca tulisan Tiara, ia juga meminta maaf lewat tulisannya. Kata maaf kedua muridku ini berhasil melelehkan hati gurunya yang kadang membeku seperti es. . Ah..sesungguhnya kata maaf itu terkadang bersifat sepele, hal-hal kecil, kesalahan kecil kita kepada orang lain jarang kita tutupi dengan kata MAAF, padahal kata maaf memiliki dampak yang besar bagi yang mendengarnya, cobalah mulai hari ini, biasakanlah diri kita untuk mengucapkan kata maaf. Berlapang dadalah, sesungguhnya orang yang berani meminta maaf ialah seorang ksatria yang sebenarnya. @30haribercerita#30haribercerita#30hbc11#maaf