Day #23 - A letter to someone, anyone
Teruntuk kau...
Yang pernah saya pinjamkan buku,
sejak dua tahun yang lalu.
Saya tidak tahu bagaimana kabar buku itu sekarang,
Apakah baik-baik saja atau sudah bercampur debu?
Apakah kau baca atau hanya pajangan meja?
Apakah kau jaga atau mungkin kau lupa?
Apakah masih ada atau hilang entah kemana?
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Harganya memang tak seberapa, ya apalah hanya buku yg sebatas novel fiksi biasa, bisa ditemukan lagi di toko buku ternama atau juga di toko buku bekas, barangkali begitu dugaanmu.
Sayangnya, buku itu adalah buku pertama yang saya beli dan alhamdulillah tak salah pilih. Darinya saya mulai suka membaca krn katanya-katanya menarik dan isinya yang bisa 'menampar' - membawa semangat saya kembali di saat saya down kala itu, sekitar delapan tahun yang lalu.
Ya, buku itu adalah buku kesayangan yg berpengaruh pd kehidupan saya.
Buku yang banyak saya beri lipatan-lipatan kecil pada setiap halamannya. Yang lembarannya sudah tidak mulus lagi.
Kau ingat?
Buku itu adalah buku..
Hidup Berawal dari Mimpi
dan satu lagi,
Yang Tak Sempurna.
Teruntuk kau, yang (semoga saja) membaca surat ini.
Semoga sadar dan berinisiatif utk mengembalikan buku itu, ya, buku yang sekarang langka adanya dimana-mana :(
Rumah saya masih yang dulu, kau boleh datang atau boleh saja mengirimnya lewat kurir atau jasa online. Itu lebih baik :)
Sekian.
Buku itu, masih saya tunggu.
Minggu, 3 Desember 2017
22.59
[Horey besok UAS, semoga anak-anakku diberikan kemudahan dlm belajar dan mengerjakan soal, semoga hasilnya nanti memuaskan bagi dirinya, keluarganya, dan tentu bagi gurunya juga. Aamiin.]

















