#232of365 bowl of happiness! πππ https://www.instagram.com/p/CSzIw6VheJa/?utm_medium=tumblr
seen from United States
seen from Kazakhstan
seen from South Korea
seen from Canada

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Russia

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from Russia
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Poland

seen from Netherlands
seen from Malaysia
#232of365 bowl of happiness! πππ https://www.instagram.com/p/CSzIw6VheJa/?utm_medium=tumblr

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Came home from work and Mr G. had made rissoles for tea π π #rissolesfortea #athomewiththeGs #232of365 https://www.instagram.com/p/B1YQejnBrST/?igshid=z4k3en3l01ba
The Tree and the Bird and the Fish and the Bell - Glasgow Songs, Various Artists #232of365 #232of365days #365daysofmusic #onerecordaday #thetreeandthebirdandthefishandthebell #glasgowsongs #variousartists #newmusicalexpress #compilation #vinyl #vinylcollection #shotoniphone #shotoniohonex #backtoblack #musiconvinyl #peggyrecordsourense https://www.instagram.com/p/Bsh8_BRl2-d/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1uh33ynor2rym
[Tentang Menulis: Bahagianya Menemukan Minat Sedari Kecil Part 2] Hari ke #232 Kemarin sore, ketika melihat anak-anak Sanggar Menulis Cahaya-nya @flpyogya sedang menulis tiba-tiba teringat akan diriku ketika seumuran mereka. Dulu, aku menulis mulai dari apapun yang sedang kurasakan atau kualami di hari itu. Sesekali di buku harian yang dapat digembok, dengan kover yang "cewek banget". Sesekali di buku tulis yang tidak terpakai. Belum di ponsel, komputer, maupun laptop. Sebab, saat itu belum banyak yang memilikinya, dan keluargaku termasuk yang belum memilikinya. Berbeda dengan anak-anak zaman sekarang yang begitu dimudahkan oleh fasilitas yang ada. Entah melalui ponsel, komputer, tablet, laptop. Pun sudah banyak media sosial atau platform untuk menulis. Entah Instagram, Wattpad, Storial, dan lainnya. Terkadang sedikit iri dengan mereka karena saat seumuran mereka aku hanya menulis dengan berbekal buku harian. Hal lain yang terasa sekali perbedaannya-- yaitu maraknya kelas menulis. Ketika awal 2000an sepertinya belum marak adanya kelas menulis. Berbeda dengan zaman sekarang yang sudah banyak selali kelas menulis. Entah offline maupun online. Entah kelas fiksi maupun non fiksi. Tidak terhitung berapa banyaknya. Bersyukurlah mereka yang hidup di zaman sekarang, yang dikelilingi oleh ratusan kelas menulis. Mereka bisa belajar menulis sedari kecil. Tinggal pilih saja sesuai minat. Mau fiksi atau non fiksi. Meski banyak anak-anak seperti mereka yang ikut kelas menulis karena ingin bisa menulis dan menjadi penulis. Namun, ada beberapa yang kutemui yang ikut kelas menulis karena "disuruh" oleh orang tuanya. Terlihat sekali mana yang memang suka menulis, mana yang karena dipaksa oleh orang tuanya yang ingin anaknya suka menulis. #jurnal365 #riasrise #232of365 https://www.instagram.com/p/BmusIr0g9Gn/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=82bsr9b4tycg
Excellent end to a wonderful day. #20170820 #232of365 #nofilter (at Bristol Renaissance Faire)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming