Catatan Kecil Qolbu #3: "Menunggu"
Saya membiarkan diriku untuk keluar dari rumah, mengendarai motor di sekitaran pantai sepertinya menyenangkan, jadi saya biarkan saja tubuhku menenggelamkan diri kepada senja dari jok motor.
Besok adalah hari senin, entah mengapa sedikit ada yang menghantui saya sejak hari sabtu, terlebih lagi pada saat senja sudah tenggelam di minggu sore.
Apakah cinta itu masih benar benar ada dari orang yang lama datang kembali?, saya benar benar merasakannya, seperti kalimat kalimat dewasa yang mulai menumbuhkan tubuh kecil saya ini.
Barangkali benar adanya apa yang dikatakan Tere-Liye, “Tidak semua yang dicintai harus kita miliki”, saya sempat percaya akan hal itu dan membenarkannya bahwa saya yakin untuk melakukan apa yang dikatakan Tere Liye tersebut
Tetapi, waktu selalu menjadi hal yang labil bagi saya walaupun saya tidak bisa menyalahkan waktu seutuhnya karena terlalu lama menunggu benih benih cinta itu datang dari orang yang sama dulu pernah saya cintai dan kembali saya cintai lagi sekarang
Menyesal? Ya, bagi saya itu harus ada dalam warna-warna masalah yang datang, karena itu membuat diri saya menjadi pembelajar yang baik bagi kesalahan dan masalah yang datang
Semenjak pertemuan saya dengan seorang kakak di sebuah forum daerah saya, banyak hal yang menginspirasi saya, bahwa memang benar kalau jodoh itu tidak akan kemana, walaupun saya mengatakan belum pasti saya sudah berjodoh kepada perempuan yang sering saya kasih nama “Qis” di setiap puisi-puisi saya
Tetapi perempuan itu mengajarkan banyak hal kepada saya bahwa penunggu yang sejati adalah penunggu yang keluar dari zona menunggunya dengan hati yang tabah,maksudnya jika insyaallah kami berjodoh kelak kami dapat menerimanya sebagai kesyukuran tersendiri dengan lapang dada bahwa Allah telah mengabulkan doa-doa kita atau jika Allah menakdirkan kita untuk tidak berjodoh juga harus menerimanya dengan tabah, karena yang terpenting adalah percaya bahwa Allah selalu punya rencana bagi hamba-Nya untuk orang-orang yang bersabar dalam menunggu tentang jodoh atau hal-hal lainnya yang masih menjadi misteri
Lalu mengapa saya harus terhantui sejak hari sabtu?, karena seseorang teman saya berniat untuk berbincang dari hati ke hati untuk berusaha mungkin, “dia”, seseorang yang saya cintai jujur kepada teman saya melalui pembicaraan mereka berdua besok senin
Walaupun ketakutan saya selalu menghantui jika dia mulai membenci saya nanti gara gara saya menyuruh orang lain menemaninya mengobrol tentang perasaan saya, saya akan tetap terima dengan tabah Insyaallah
Saya teramat pengecut dengan masalah ini, jika orang-orang di luar sana ingin mencintai seseorang dengan menemaninya setiap hari, dimana pun orang yang ia cintai berada maka dia harus selalu ada, namun, di fikiran saya malah berfikir pengecut, tidak berani dan sebagainya, bisa dikatakan ya karena faktor saya teramat takut untuk menyakiti hati perempuan karena urusan perasaan
Saya terkagum atas nasihat kakak saya di forum, seperti yang pernah saya tuliskan di catatan kecil Qolbu #2, bahwa saya teramat tidak mengharap kalau dia akan mencintai saya balik, saya tidak ingin pamrih karena cinta, dia telanjur sederhana jadi jangan buat cinta menjadi rumit
Malam hari ini tepatnya pukul 19:00 waktu indonesia bagian tengah, izinkan saya meyakinkan diri untuk menunggu Qis, walaupun kemungkinannya saya hanya merawat jodoh orang lain atau bahkan memang benar dia jodoh saya, tetapi, kedewasaan itu perlu dan konsistensi dalam kedewasaan itu yang sangat utama dalam menjadi orang dewasa yang sesungguhnya.
Maka, doa yang sederhana, izinkan saya berjodoh dan mencintainya lagi Ya Allah untuk seseorang yang bernama Qis 😊