“Major Throwback”
17 tahun yang lalu, malam yang begitu menegangkan bagi pasangan suami istri yang tengah menantikan kehadiran sang buah hati. waktu yang menunjukkan pukul 23.50 WIB angin bertiup kencang disertai dengan hujan dan petir. Banyumas, 3 Februari 1997 seorang bayi perempuan lahir kedunia ini yang diberi nama “LINDA KURNIATI” LINDA dalam bahasa spanyol yang artinya cantik (pembaca dilarang protes), Linda dalam bahasa jerman yang artinya ular atau naga, Linda dalam bahasa cekoslowakia yang artinya lembut dan halus (mau muntah bacanya), Linda dalam bahasa Indonesia yang artinya penuh semangat, dan Linda dalam karakteristik yang artinya sering bepergian, penuh respek dan baik (ehem), tidak dibuat-buat unik, dapat diandalkan, bertanggungjawab, mandiri, dan kritis terhadap diri dan orang lain. dan KURNIATI yang diambil dari kata karunia dan kemudian diplesetkan menjadi kurniati. LINDA KURNIATI (Anak perempuan yang dikaruniakan oleh Allah swt)
Lahir disebuah kota yang dijuluki sebagai kota satria, Purwokerto. Kota yang menyimpan begitu banyak pengalaman serta kenangan yang membuat saya terus belajar untuk menjadi anak dan menjadikan sosok yang selalu siap belajar dan terus belajar, kota yang penuh dengan kenangan menarik dan unik sebagai titik pencapaian dari apa yang selalu saya inginkan dan saya cita-citakan agar bisa saya jadikan sebuah tulisan yang mampu menggambarkan dan mewujudkan kenangan itu hidup kembali.
Memasuki usia ke-5 tahun, saya duduk dibangku TK (Taman kanak-kanak) TK AL-ITTIHAAD namanya, selama 1 tahun dengan uang jajan yang ayah dan ibu berikan setiap hari yaitu Rp.500 selalu saya sisihkan Rp.100 untuk menabung disebuah celengan yang Alm nenek berikan. Saya yang begitu cerewet dan super aktif tidak bisa diam alhamdulillah mendapat amanah dari ibu fatimah, ibu sri utami, ibu siti hurobah,dan satu lagi lupa namanya untuk mengikuti perlombaan tilawah Al-Qur'an, setiap pulang dari sekolah saya berlatih dirumah ibu Doni yang sekarang sudah wafat, karena kebetulan Doni pun terpilih mengikuti perlombaan bersama saya.
Setelah rutin berlatih, hari dimana perlombaan Tilawah Al-Qur'an sekabupaten Banyumas itupun tiba. meskipun sedikit ada rasa iri melihat teman-teman yang selalu disupport oleh orangtuanya langsung, hal ini tidak mengurangi rasa semangat dan percaya diri saya hilang begitu saja tanpa mereka karena Ayah dan ibu sedang bekerja dijakarta, selama ini bolak balik Jakarta-purwokerto dan hanya bisa memberi semangat melalui do'a dan telephone. singkat cerita, 3 kali mengikuti perlombaan ini saya selalu dipercaya oleh guru guru TK untuk bisa memenangkan dan membawa harum nama TK AL -ITTIHAAD ini. Alhamdulillah 3 kali mengikuti lomba dan saya mampu membawa 3 buah piala untuk sekolah.
Setelah lulus dan mendapat predikat rangking 1 diTK dengan saingan 30 teman-teman (WKWKWK) tidak pernah terfikir untuk saya pribadi mampu mendapat rangking sebenernya (Sok iye). setelah lulus dari TK (Duh panjang deh ceritanya, belum masa-masa kuliah ew enek yang baca) saya melanjutkan MI (Madrasah Ibtidaiyah) atau yang lebih dikenal dengan SD.
6 Tahun di MI penuh cerita, saya mulai belajar kembali dari banyak hal seperti mandiri, disiplin, berkembang, serta mendalami ilmu agama yang saya anut (Islam). Alhamdulillah selama duduk dibangku SD ini selalu mendapat rangking 10 besar, dimulai dari kelas 1 sampai kelas 3 masuk kedalam 5 besar, namun ketika mulai beranjak dibangku kelas 4 saya mengalami penurunan peringkat menjadi 10 besar dan alhamdulillah saya mencoba untuk selalu bersyukur dengan usaha dan hasil yang saya peroleh atas izin Allah swt dan do'a orangtua. sejak kelas 3, saya mulai mengikuti ekstrakurikuler dan masuk dalam perlombaan ‘DRUMBAND’ yang awalnya saya hanya menjadi pembawa bendera,kelas 4 sebagai pemain drumband perempuan, dan kelas 5 sebagai pemain balera atau semacam pianika. setiap tahunpun selalu berkesempatan dan terpilih sebagai salah satu pemain anggota drumband untuk mengikuti festival perlomban di GOR SATRIA PURWOKERTO. seperti biasa, tidak mengurangi rasa semangat saya sedikitpun tanpa adanya ayah dan ibu yang menonton acara perlombaan ini. Singkat cerita pun Alhamdulillah setiap perlombaan selalu menang dengan berbagai kategori dan bangga karena mampu berpartisipasi membawa nama baik sekolah MI/SD AL-ITTIHAAD 01 PASIR KIDUL.
Semenjak kelas 3-6 SD saya mulai memasuki sekolah mengaji, boleh dibilang ada sekolah pagi dan sore. Ada juga sekolah mengaji malam diperutukan bagi yang sudah memasuki SMP dan SMA. Jika sekolah pagi saya andaikan sebagai urusan untuk dunia dan sekolah sore untuk urusan akhirat,saya selalu berusaha membagi waktu dengan baik, Alhamdulillah disekolah mengaji dengan berbagai mata pelajaran seperti tajwid,akhlak,lughot,tarekh,tauhid,hisab dll saya mampu mendapat rangking 3 besar selama 4 tahun dan juara 1 lomba cerdas cermat yang diselenggarakan osma (osis madrasah) setiap tahunnya dan selalu diumumkan diaula ketika kenaikan kelas mengaji.
Memasuki kelas 6, Saya mempunyai seorang adik laki-laki ‘MUHAMMAD ZIDNY ZULMI’ setiap pagi saya bangun pukul 04.00 WIB untuk melakukan shalat shubuh berjama'ah dimushalla, selebihnya saya berjalan jalan disekililing rumah bersama sang adik untuk merefresh otak dan melemaskan otot otot sebelum memulai beraktivitas.
Air yang berada diatas tungku sudah mendidih, saya pun bergegas mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. pukul 07.00-12.00 WIB dan dilanjut sekolah mengaji pukul 13.00-17.00 WIB selepas itu saya mandi sore dan bersiap untuk menunaikan shalat maghrib sambil menonton tv. setelah shalat, saya mengaji lagi dimushalla bersama teman teman rumah yang dibimbing oleh bapak Fed. beliau sebagai guru mengaji dirumah sekaligus sebagai ketua RT. pukul 19.00-21.00 WIB saya melakukan kegiatan rutin les setiap harinya.
Tidak kalah menariknya, dilingkungan rumah selalu diadakan pengajian yasin malam jum'at dan pengajian kitab al-barzanji setiap malam minggu. membawa bingkisan serta snack yang menjadi ciri khas pada saat itu, setiap selesai mengaji kitab al-barzanji saya meminta izin ingin bermain bersama teman-teman petak umpet, petak panah, dan petak cuu. paginya Keesokan harinya saya selalu bermain sepeda bersama teman-teman dan sama halnya ketika bulan ramadhan tiba selepas sahur, shalat shubuh dan kuliah shubuh, saya dan teman teman berjalan jalan menghirup udara segar sambil melempar petasan (Iseng lemparin ke orang lewat, bener-bener padahal lagi puasa ga ada tobat-tobatnya) disetiap perjalanan menuju monumen jenderal soedirman dikarang lewas. Bermain disawah, bermain sakate,bermain gambar dan kelereng setiap hari minggu karena libur sekolah pagi, dan setiap hari jum'at karena libur sekolah sore.
Setiap 17 Agustus, selalu diadakan perlombaan dan lagi lagi semua saya ikutin (rakus) dan Alhamdulillah dari perlombaan membawa kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, memecahkan air, membawa bola dengan terong (terongnya diiket dipinggang), track sepeda, lomba menari dll menang semua pemirsa (HEHE) Alhamdulillah. Tidak lepas untuk hal itu,setiap ulang tahun saya meminta izin kepada ayah dan ibu untuk membuat syukuran kecil-kecilan dirumah dengan mengundang teman rumah dan saudara, serta syukuran kecil disekolah untuk merayakannya bersama teman sekolah dan guru-guru.
Singkat cerita selama 6 tahun ini, setiap pulang sekolah saya selalu ditugaskan oleh Alm nenek untuk membeli obat diapotik dan membeli ayam bakar sebagai menu makanan favoritnya. ketika bulan desember saat saya kelas 6 dan sedang mengikuti ujian praktik disekolah, sebelum berangkat saya memiliki firasat yang tidak enak. Ternyata benar, kebetulan 3 sepupu saya yang satu sekolah segera memberitahu saya dikelas untuk pulang dan mendapat kabar bahwa nenek telah meninggal. Tidak lama setelah itu, saya menyelesaikan sekolah dasar sampai lulus dan mengurus surat serta berkas penting lainnya. Berat rasanya harus berpisah dengan teman-teman dipurwokerto, dan akhirnya saya melanjutkan pendidikan kembali bersama Ayah dan ibu yang memutuskan untuk menetap tinggal di Jakarta setelah nenek meninggal.












