•Selamat Menempuh Hidup Baru (Bagian 20)• Pekarangan belakang rumah kami sering kejatuhan layang-layang putus; yang sudah sobek. Jika dihitung, di rumah sudah ada lima atau enam layang-layang dengan keadaan yang beragam: dengan robekan kecil yang masih termaafkan dan robekan yang cukup panjang. Lantas, siang tadi tiba-tiba kami teringat layang-layang itu, yang entah mengapa kami simpan walau sudah rusak. "Main layang-layang wak beko?" katanya. "Nah!" Aku tidak pernah main layang-layang jadi aku sangat bersemangat! 😆 Kami memilih salah satu layang-layang dengan kerusakan yang kecil, lalu menambal robekannya dengan plester. Pukul 16.00 kami keluar rumah, berjalan menuju persawahan yang bertuliskan "Jalan Menuju Surga" itu. Biasanya, di sana ada dua-tiga anak yang bermain layang-layang. Namun, sesampai di sana, tidak ada sesiapa selain orang-orang yang lalu-lalang dengan sepeda motor. Angin kencang saat itu. Saking kencangnya, beberapa hari belakangan kami mendapati jendela rumah diketuk-ketuk oleh angin. Dan ini akan sangat seru jika bermain layang-layang. Uda bertugas menerbangkan layang-layang pertama kali (sebab jika aku yang menerbangkan jangan-jangan langsung nyungsep ke sawah 🙃--tapi aku kebagian menerbangkan layang-layang juga di trip kedua/foto terakhir). Setelah berhasil diterbangkan, benang diulur agar layang-layang semakin meninggi. Di sana aku kebagian mengendalikan layang-layang kalau-kalau ada tanda-tanda jatuh. Yah, walau tidak terjadi apa-apa hingga kutanya, "Tu manga lai siap ko?" 😂 Ternyata begitu saja main layang-layang. Barangkali karena tidak ada lawan, jadi kurang seru wkwk. Saat ingin menurunkan kembali layang-layang karena kami akan pulang, layang-layang kami hampir menyangkut di jemuran orang 😂😂😂 beruntung itu tidak terjadi. Menggulung benang jadi lamaaaa sekali karena layang-layang sudah jauh tinggi dan kami menggunakan benang jahit dengan gulungannya yang kecil itu 😅. Kami pun tidak mau memutusnya dengan sengaja, sayang layang-layangnya dan lagipula tidak tahu nanti bakal jatuh ke mana dan akan mengganggu siapa. Jadi, "Guluang taruuiiiiih." Saat akan maghrib, kami pulang. #SMHBOmdi https://www.instagram.com/p/CFM0qcxJWBM/?igshid=7kaxkffyz30e















