Merasa diri ini akar segala masalah bukan suatu hal yg baru bagiku. Aku selalu merasa dan meyakini bahwa setiap masalah yg timbul adalah akibat ketidakmampuanku.
1. Anak butuh waktu lamaaaa sekali untuk beradaptasi dan bersosialisasi itu akrena aku dari awal lahiran tidak mau keluar rumah, takut covid, alasanku dulu.
2. Anak selalu mabuk ketika naik mobil, karena aku dulu membuatnya trauma di dalam mobil selama lebih dari 4 jam, perjalanan jakarta-lampung. Memaksa dia, mau ga mau diem di mobil yg jelas membuat dia ga nyaman, hasilnya? Sekarang setiap dia mau naik mobil, dia selalu muntah dan tegang selama perjalanan naik mobil, mau jauh ataupun dekat.
3. Anak sembelit, karena aku bodoh goblok ga becus bgt masak + aku memang ga suka sayuran. Selama MPASI aku lebih utamakn prohe, karbo dan lemak, karena emang teorinya begitu. Tapi begitu lepas MPASI, aku lupa memasukkan sayuran di dalam setiap menu anakku, hasilnya anakku susah makan sayur dan berujung sembelit.
4. Suamiku baru saja sakit, konsultasi ke dokter dan hasilnya apa? dokter menyimpulkan ini hanya karena cemas/ depresi. Gimana ga depresi? Liat anaknya tiap hari diteriakin sama ibunya, makan ga tersedia, mau makan harus mikir, makan telat dan berujung sakit lambung.
5. Hari itu, bada maghrib, suamiku akhirnya harus dibawa ke IGD karena dia mengeluh pusing banget dan tekanan darahnay naik tiba-tiba. Aku ingat betul hari itu, sesaat sebelum suamiku mengeluh pusing sekali, dia sedang mengerjakan deadline kerjaan kantor yg tertunda karena beberapa hari ke belakang dia tidak enak badan. Saat itu aku memarahi anakku karena bermain HP terus, suamiku terlihat tidak ingin mendengar aku meneriaki anakku, dia cepat2 beranjak dari depan laptop untuk shalat denganku. Tapi ternyata hal ini membuat dia pusing sekali, sampai akhirnya minta ditemani ke IGD. Aku lah, penyebab nya. Aku yg bikin suamiku akhirnya buru2 dan mungkin pusing jadinya karena switch dari duduk mantengin laptop fokus berusaha nyelesein kerjaan ke posisi langsung bangun berdiri untuk shalat biar aku ga terus2an ngomelin anak.
5 hal di atas, yg sampai detik ini selalu bikin aku nangis tiap hari. beneran tiap hari. aku selalu merasa bersalah dengan 2 orang yg paling aku sayangi ini. Anakku dan suamiku. Ga jarang, aku berdoa kepada Allah, "Ya Allah, rasanya aku buruk sekali untuk mereka. Maka jika aku memang tidak baik untuk mereka, jauhkan aku dari suami dan anakku. Rasanya aku selalu menyusahkan mereka dan merepotkan mereka. Tidak ada dampak positif dari hadirnya aku ditengah-tengah mereka. Maka, jika aku memang tidak baik untuk mereka, jauhkan aku dari mereka."
Pikiran ini jelek. aku tau. Tapi aku ga bisa berenti. Aku selalu menyalahkan diriku sendiri. "Ya Allah, jika neraka tidak pernah ada, aku mau mati saja." haha. konyol memang. Jujur, aku pingin mati. Sudah sejak SD ku rasa aku punya pikiran ini, tapi selalu takut juga akan neraka. Dan sampai saat ini, mungkin cuma itu yg bisa mencegahku untuk tidak bunuh diri.
Ingin aku bercerita tentang semuanya, lepas, aku ingin teriak, menangis dan tertawa bebas, tapi dengan siapa? Aku ingin dipeluk, ditenangkan, diberi tahu bahwa "Semua manusia itu memang goblok, cuma gobloknya beda-beda bidang aja, jadi kamu ga harus merasa paling goblok dan merasa pantas mati sendiri."
Jakarta, 12 September 2023
14:54