kalo semua cewe maunya berambut panjang dan lurus, trus yang potong rambut ke salon siapa dong?
#shorthair
NS2018
RMH
Jules of Nature

⁂
Cosmic Funnies

hello vonnie

Andulka
will byers stan first human second
Mike Driver
NASA

ellievsbear
wallacepolsom

#extradirty


tannertan36
Fai_Ryy

roma★

shark vs the universe
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Show & Tell
seen from United Kingdom
seen from Belgium
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Switzerland
seen from China
seen from United Kingdom

seen from India
seen from United Kingdom
seen from South Korea

seen from China

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
@sinitasitorus
kalo semua cewe maunya berambut panjang dan lurus, trus yang potong rambut ke salon siapa dong?
#shorthair
NS2018

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
rambut pendek, kenapa nggak?
NS2018
Ketika Kecewa
Yeah....
Orang mah bebas-bebas aja mau bilang suka sama siapa. Selama lo bikin gue seneng, gue suka ama lo.
you'll be my favorite because you can please me #meh
NS2018
Aku tahu Bapa peliharaku

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
aku muak dengan kebaikan palsu
ns2018
🌟 People often struggle to name their emotions, are torn by conflicting feelings, or conceal their true state of mind. We’re giving away 300 of our Mood Rings for FREE! Understand your feelings by wearing our FREE mood ring! Just pay shipping and handling, Limit 3 per order 🌟 💕 Grab Yours Today –> https://goo.gl/Yvpno4 🌟 Would you wear one? The Mood Ring may help people manage their emotions better, identify mixed emotions or even reveal hidden feelings. 💑 It works as a couple’s ring as well. Get one for yourself and your soulmate! What color will your Mood Ring be? 🤔 ➡️ Blue - Normal, Optimistic, Accepting, Calm, Peaceful, Pleasant 😊 ➡️ Black - Fear, Nothing, Serious, Overworked, Depressed, Intense 😪 ➡️ Pink - Very Happy, Warm, Affectionate, Loving, Infatuated, Curious 😋 ➡️ Yellow - Anxious, Cool, Cautious, Distracted, Mellow, So-So 😶 ➡️ Violet-Burgandy - Love, Romance, Mischievous, Dreamer 😍 ➡️ Orange - Stressed, Nervous, Confused, Upset, Challenged 😣 ➡️ Blue-Green - Upbeat, Pleased, Relaxed, Motivated, Flirtatious 😏 ➡️ Green-Peridot - Mixed Emotions, Restless, Distressed, Hopeful 😕 ➡️ Indigo-Darker Blue - Relaxed, Happy, Lovestruck, Bliss, Giving 😆 ➡️ Green-Light Green - Normal, Alert, Sensitive, Jealous, Guarded 😟 💕 Grab Your FREE Ring Today –> https://goo.gl/Yvpno4 🌟🌟 REBLOG if you think your friends could use this FREE ring! Available for a Limited Time Only. Not sold in stores.
Nggak Sekali, Tapi Seringkali
Aku sering diambang putus asa. Tertekan sekali rasanya ketika menghadapi masalah tapi tidak tahu kapan masalah ini tiba pada ujungnya.
Tidak sekali dua aku membayangkan, mati bunuh diri. Aku tidak kuat. Rasanya hidupku begitu hampa dan kosong. Pertolongan yang ada kurasakan hanya setengah-setengah. Masalahpun tak kunjung selesai.
Apa ini yang namanya depresi? Apa aku udah sampai di taraf ini? Entahlah...
Menceritakan pada teman atau saudara pun akhirnya aku urungkan. Hanya satu Kakakku yang tahu secara spesifik kondisiku saat ini. Dan aku bolak balik sudah merepotkannya. Sisanya, aku tidak bisa cerita. Karena aku tahu, akan begitu banyak opini yang menyatakan ini hanya pencitraan, pengalihan atau apa lah. Atau juga, opini yang lebih kejam, bahwa ini adalah hukuman. Oh dear...
Sering kubayangkan, jika aku mati bunuh diri, akan bagaimana dengan anak-anakku? Apakah mereka akan frustasi tanpa aku? Akan bagaimana saudara-saudaraku, orangtuaku, suamiku, teman-temanku? Apakah mereka akan menyesali kepergianku? Atau menyesali perbuatan mereka?
Aku sudah berdoa. Berdoa dan berdoa. Mungkin doaku tidak cukup membuat Tuhan menoleh padaku. Mungkin doaku tidak berkenan pada hati Tuhan, sehingga Tuhan pun malas memulihkan keadaanku. Aku tidak tahu....
Dari kemarin-kemarin, aku sudah memikirkan cara untuk mati. Lihat ada baygon bakar, langsung terpikir cara mengonsumsinya. Menabrakkan diri ketika bersepeda motor? Atau gantung diri? 😢
Aku merasa putus asa. Aku merasa tidak ada harapan. Setiap hari baru yang tiba, rasanya sungguh berat kakiku untuk melangkah. Karena yang aku tahu, hari baru justru memberiku masalah baru.
Sering aku berpikir bahwa pilihanku dari awal, keputusanku di awal dahulu adalah sebuah kesalahan. Dan ini adalah jawaban dari kesalahan-kesalahan itu. Lantas aku harus bagaimana?
KELUARGA adalah...
Saya selalu ingat sama lagu tema dari sinetron jaman saya SMP dulu yang judulnya 'Keluarga Cemara'.
"Harta yang paling berharga, adalah keluarga..."
Yup, that's true.
Nggak ada hal yang paling berharga, bernilai sangat tinggi, yang kamu mau bertaruh nyawa sekalipun selain keluarga!
Tapi...
Keluarga yang mana?
Adik? Kakak? Ipar?
Well, menurut pengertian saya pribadi, dari kisah-kisah tentang keluarga yang sering saya baca, keluarga itu buat saya adalah suami, istri dan anak-anak.
Ada pula pengertian 'keluarga' untuk komunitas-komunitas yang berisi orang-orang yang saling mengerti, saling menolong tanpa pamrih, bahkan tidak melihat masa lalumu; menerima dirimu apa adanya, tidak ada kritik pedas, yang ada hanya dukungan moril yang membangun. Dan yang pasti, mereka bukan dari hubungan saudara atau sedarah. Terkadang 'keluarga' yang ini justru memiliki ikatan yang kuat.
Tapi tetap, buat saya, Keluarga inti adalah nomer 1.
Saya bangga memiliki keluarga besar dari pihak Bapak dan Mama saya. Tapi keluarga inti saya adalah yang terpenting. Suami dan anak-anak saya, mereka adalah pendukung nomer 1.
Saya nggak mau berfoto dengan keluarga adik saya atau ipar saya, lalu saya kasi caption "My Family, my everything.." Nope, that's not my style.
Yes,kami bersaudara. Ya, kami memiliki ikatan darah, tapi bukan 'keluarga' yang saya maksud.
Agak-agak sulit memang memandang 'keluarga' dari sisi mana kamu ambil. Tapi itu menurut pendapat saya. Karena pengalaman membuktikan segalanya. Keluarga adalah mereka yang mau dengan rela hati berjuang demi kehidupanmu. Dan itu hanya saya temukan pada suami dan anak-anak saya.
Ketika ada saudara yang menolong, seringkali ada beban yang harus ditanggung oleh si penerima pertolongan. Sedih... Maka, saya berhenti meminta pertolongan dari mereka.
Saya percaya, ada orang-orang yang memang ditempatkan Tuhan buat saya, yang memang adalah 'Keluarga Sejati'.
-ns2018-
All For One
Kesulitan keluarga membuat anak-anakku menjadi lebih kreatif dan memiliki rasa tenggang rasa. Terima kasih, nak. 😿

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hai kamu yang sedang bahagia, Selamat menikmati kebahagiaan itu Sebelum waktu merampasnya darimu. Berbahagialah dengan dirimu, Bukan dengan benda-benda sekitarmu.
nitasitor-14feb17
Menulis. Hobi dan keahlianku dari sejak masa muda. Aku suka menulis. Menulis cerita. Bahkan cerita tentang diri sendiri. Ketika aku tidak punya waktu untuk menulis, aku memperagakan cerita khayalanku dengan bicara pada diriku sendiri. Seolah-olah kisah itu kualami sendiri. Seolah aku berdialog dengan orang lain. Dan kisah itu mengalir dengan sendirinya, melalui mulutku, otakku, percakapan-percakapan imajiner yang hanya aku pelakunya. Gila? Mungkin. Mungkin juga tidak. Apakah setiap orang yang berimajinasi dibilang orang gila? Sakit kejiwaan? Aku menikmati masa-masa itu. Aku bisa tidak tidur semalaman karena sibuk menulis kisahku dalam dialog imajinasi. Dan ketika pagi datang, kisah itu tersimpan rapi dalam benakku. Hatiku berdebar. Seperti baru saja mengalami hal-hal yang belum pernah kurasakan. Tapi, ketika aku berhadapan dengan mesin penulis, tanganku seperti kelu. Otakku melempem tidak karuan. Entah kemana larinya kisah seru yang semalaman kunikmati seorang diri. Itulah yang selalu terjadi. Makanya tulisanku tak pernah ada wujudnya. Tulisan imajiner. Jadi, ketika orang bertanya hobiku apa, aku bingung menjawabnya. Mau bilang menulis, tapi tidak pernah terjadi. Bilang membaca, sudah tak pernah membaca buku lagi.
Hidup itu Ketika aku hanya bisa bermimpi dibalik cita-cita orang lain. Ketika aku hanya bisa menangisi mimpi tanpa suara isak. Ketika aku harus mati pelan-pelan karena kerap menelan kekecewaan.
ns.27416
This Is How We Teach Our Child
Setiap kejadian dalam hidup sebuah keluarga adalah suatu pembelajaran bagi masing-masing anggota keluarga tersebut. Yes, indeed! I agree with that. Dan itu aku alami bersama anak-anak dan suamiku. Anak-anak terbiasa dengan fasilitas. Semua yang mereka butuhkan selalu diusahakan ada oleh orang tuanya. Mereka nggak perlu capek memikirkan, bagaimana memenuhi kebutuhan mereka. Tolong diingat, Kebutuhan. Suatu kali, karena kelalaian kami, air bersih di rumah kami terpaksa dimatikan salurannya oleh pihak berwenang. Karena biasanya air ditampung dalam sebuah tandon, hari pertama air bersih mati, nggak jadi masalah buat kami. Anak-anak pun masih bisa mandi dan lain-lain dengan air bersih. Tapi dengan catatan, mulai berhemat. Mandi, keramas, kencing, bab, sikat gigi, menggunakan air yang minim. Hari kedua, kami belum juga bisa melunasi kewajiban kami pada pihak pemilik air bersih. Persediaan di tandon mulai menipis. Mandi pagi hanya sekedarnya. Yang penting basah seluruh tubuh, tidak keramas dan bisa sikat gigi. Siangnya, anak-anak mulai merasakan betapa air itu sangat penting dan berharga untuk kehidupan manusia. Mereka nggak bisa seenaknya kencing di kloset, karena ketika menyiram itu sama aja dengan buang-buang air. Mau nggak mau mereka harus tahan. Kencing ketika mau tidur aja. Sangat nggak sehat. Tapi mau gimana lagi? Cuci piring pun berhemat air. Metodenya hampir mirip seperti abang-abang tukang bakso atau soto kalo cuci mangkok bekas pakai. Hari ketiga, mulailah terasa yang namanya krisis air. Air minum kemasan galon terpaksa kami relakan untuk mandi anak-anak. Hitungannya jadi mahal memang. Tapi mau gimana lagi? Anak-anak harus ke sekolah. Dan mereka nggak mungkin berangkat dengan kondisi nggak mandi kan? Air ditampung dalam baskom besar tempat biasa buat cucian. Satu setengah galon menghasilkan satu baskom. Bisa untuk kencing, mandi, dan sikat gigi tiga anak. Puji Tuhan, cukup. Dan anak-anak masih bersyukur karena bisa mandi walaupun alakadarnya. Mereka mulai berpikir, bagaimana kalo sampai siang air belum bisa mengalir di rumah kami. Sedangkan seragam buat besok harus segera dicuci. Anak-anak mulai kuatir. Tapi aku menenangkan mereka dan meminta mereka untuk berdoa, semoga hari ini bisa membayar kewajiban kami. Aku nggak senang membuat anak-anak merasa kuatir. Tapi itu salah satu cara agar mereka bisa berempati, simpati dan belajar mencari solusi. Sebuah keadaan yang mendesak yang nggak sengaja kami alami justru mengajarkan banyak hal pada anak-anak kami. Air adalah kebutuhan dasar manusia. Bahwa air bersih itu mahal. Maka dari itu kita harus hemat air. Bahwa setiap anggota keluarga nggak boleh egois. Dan setiap masalah pasti ada solusinya. Mudah-mudahan setelah air bersih bisa kami dapatkan lagi, anak-anak jadi mau hemat air. Nggak ada keluarga yang sempurna, orangtua yang sempurna, anak-anak yang sempurna. Yang ada adalah bagaimana kami menghadapi setiap masalah bersama-sama. Aku bangga pada anak-anakku. Mereka mampu menghadapi setiap kesulitan yang terjadi dalam keluarga kami tanpa mengeluh. Mereka jalani dengan ringan. Nggak ada beban moral yang mereka alami. Karena mereka percaya, ada mama dan papa mereka yang tetap menggandeng mereka. Aku kadang merasa lelah karena kondisi keluarga kami yang menurut kacamataku, masih serba kurang dalam hal materi. Tapi anak-anak ini yang selalu menguatkan aku. Mereka selalu jadi fokus pertahananku. Thanks to my God, I have them three. April 6th, 2016.
Who Cares?
Siapa yang peduli? Ketika hidupmu penuh dengan kesulitan, dan kamu harus menangis memohon pada Tuhan meminta belas kasihNya. Siapa yang peduli? Ketika kamu bingung dengan apa kamu harus memberikan makan anak-anakmu? Siapa yang peduli? Ketika kamu kehabisan ide, bagaimana cara menghentikan petugas PAM yang mematikan saluran air bersih di rumahmu. Siapa yang peduli? Ketika teman-teman yang kamu kira adalah teman-teman terbaikmu, pergi bersenang-senang, menghabiskan gaji dari suami mereka. Siapa yang peduli? Siapa yang peduli?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hidup
Hidup itu sebuah perjalanan. Hidup itu sebuah pembelajaran. Hidup itu sebuah perjuangan. Ketika kita tidak belajar dari perjuangan perjalanan kita, maka kita tidak mengerti apa artinya dewasa. Tidak paham apa artinya mental baja. Tapi, hidup itu pun sebuah pilihan. Apakah kita mau tetap berjalan, berjuang dan belajar atau berhenti sampai disini? Aku banyak belajar dari perjalanan hidupku selama 15 tahun belakangan. Dari sebuah hubungan yang tak jelas juntrungannya, bertemu jodoh, menikah, punya anak, dst..dst... Tidak pernah kubayangkan bahwa hidupku akan sesulit itu. Masa-masa gelap dan berat harus dilalui. Pilihannya hanya 2, jalani atau berhenti. Pilihan untuk tetap berjalan pun termasuk yang terberat saat itu. Tapi seiring berjalannya waktu, aku terbiasa menjalani masa-masa berat. Aku mengerti, bahwa seringkali Tuhan memang membiarkan kita melewati masa-masa sulit. Untuk menempa mentalku. Menguji imanku. Aku juga akhirnya tahu, seperti apa kehadiran Tuhan yang sebenarnya dapat kurasakan. Tidak ada rasa takut. Khawatir. Ada rasa tenang. Dan pikiran terasa ringan. Disitu aku tahu, bahwa Tuhan menguasai segalanya. Di tengah-tengah perjalanan, seringkali juga godaan akan jalan pintas terlintas. Tapi dari situ pun Tuhan tetap mengajarkan aku, bahwa manusia tetaplah manusia. Ketika kita memohon pertolongan dan belas kasihan dari manusia, jawaban yang didapat seringkali mengecewakan. Bukan itu saja, manusia akhirnya berulah. Mau menjadi seperti tuhan. Penuh kekuasaan terhadap si Lemah. Dan ketika kita si Lemah mengecewakan si manusia tuhan, maka pertolongan diputus sepihak. Betapa naifnya kita. Betapa rentannya kita. Tapi itulah hidup. Dan aku banyak belajar dari perjalanan perjuanganku. Dan aku juga belajar, untuk tidak pernah menjadi tuhan-tuhan kecil bagi mereka yang meminta pertolonganku. Setiap perbuatan baik selalu ada balasan yang baik pula bagi kita kelak. Maka, hidupilah hidupmu sebaik-baiknya. March 1st, 2016.
Less Laugh
Tertawakan diri sendiri. Aku termasuk jarang menertawakan diri sendiri. Bukan apa-apa. Seringkali, peristiwa yang memberi trauma ingatan justru berakhir pada amnesia. Bukan amnesia yang amnesia. Tapi, hilangnya ingatan akan hal-hal yang membuat aku menjadi sangat traumatis. Sulit untuk mengingat kembali hal-hal lucu apa yang udah pernah terjadi dulu. Karena secara gak sadar sudah aku lupakan. Aku gak ngerti juga, apakah ketika aku melupakan peristiwa itu artinya aku sudah mengampuni diriku sendiri? Ya, that's why, I am less laugh to my self. Sedih ya. Aku bisa ingat kejadian-kejadian lucu yang dilakukan oleh anak-anak. Kadang bisa ketawa-ketawa sendiri. Menikmati gelitik geli di hati. Tapi kalo kejadian yang aku alami? Entah kemana perginya. Orang seharusnya bisa mengingat kembali peristiwa-peristiwa yang pernah mereka alami. Agar kita punya momen dimana kita bisa menertawakan diri sendiri. Belajar dari hal-hal lama. Mengevaluasi diri. Bersyukurlah kamu ketika kamu memiliki karunia untuk mengingat kembali masa-masa lampaumu. Aku hanya bisa mengingat bahwa begitu banyak hal di masa laluku yang begitu gelap, yang sudah aku lewati, dan aku harus belajar dari semua hal itu. Ada keinginan tanpa sadar tertancap dalam otakku, bahwa aku gak ingin mengingat satu pun peristiwa traumatis yang dulu pernah kualami. Aku hanya ingin melupakan, terus berjalan ke depan dan belajar. Tertawalah selagi bisa menertawakan diri sendiri. Tertawalah selagi punya kemampuan untuk mengevaluasi diri. Karena ketika kita kurang tertawa, luka itu tertawan dalam hati dan pikiranmu. 4.feb.2016